ARTIKEL
Kebijakan Perlindungan Hortikultura Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan di Era Digitalisasi 4.0 19 Pembaca
18-01-2022

A. PENDAHULUAN Pengembangan hortikultura di masa yang akan datang salah satunya diarahkan adalah pengembangan hortikultura yang berorientasi lingkungan. Penggunaan input produksi anorganik perlu diimbangi dengan pengembangan sistem produksi ramah lingkungan. Petani perlu mendapat pendampingan penerapan sistem produksi ramah lingkungan terutama dalam menghasilkan bahan organik secara mandiri. Potensi bahan organik berasal dari jasad renik untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan bahan anorganik cukup besar. Pelatihan maupun workshop produksi bahan pengendalian OPT dan pupuk organik merupakan salah satu solusi yang dapat ditempuh. Pengembangan sistem produksi ramah lingkungan dapat mengadopsi pola training for trainer dimana kelompok tani yang telah mendapat edukasi menjadi agen pemasyarakatan produksi ramah lingkungan. Penerimaan pasar terhadap produk hortikultura ramah lingkungan cukup baik d

Selanjutnya
Sosialisasi Agen Hayati Untuk Pengendalian OPT Ramah Lingkungan 223 Pembaca
15-09-2021

Senin (13/09) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menggelar acara Sosialisasi Perbanyakan dan Pemanfaatan Agen Hayati dalam rangka mendukung gerakan pengendalian OPT secara ramah lingkungan bagi perwakilan petani hortikultura di Aula Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Rasau Jaya yang diikuti oleh pewakilan petani di Desa Rasau Jaya Satu, Rasau Jaya Dua, Rasau Jaya Tiga, Rasau Jaya Umum, Bintang Mas, dan Pematang Tujuh.   Materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah mengenai Teknik Perbanyakan dan Pemanfaatan Agen Hayati Trichoderma di media padat maupun di media cair.  Seksi Perlindungan Hortikultura menghadirkan narasumber Kepala Laboratorium Pengamatan Hama Penyakit (LPHP) Pontianak, M. Rawi, SP beserta tim. Para petugas POPT dan PPL se-Kecamatan Rasau Jaya turut hadir menjadi fasilitator untuk mendampingi peserta selama acara sosialisasi berlangsung.

Selanjutnya
Pengendalian OPT Ramah Lingkungan di Kampung Lengkeng, Kalimantan Barat 284 Pembaca
25-08-2021

Pada 2021, Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki program prioritas Pengembangan Kampung Hortikultura yang mengusung konsep One Village One Variety (OVOV). Konsep ini bertujuan untuk membuat kawasan terkonsentrasi dan berskala ekonomi, sehingga mampu menghasilkan produk segar dan olahan yang bersaing dengan negara lain, terutama dalam hal ekspor.   Dalam rangka mendukung pelaksanaan program tersebut, UPT Perlindungan Tanaman Pangan Dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat melakukan pendampingan pengendalian OPT kampung buah lengkeng di Kabupaten Mempawah selama dua hari pada 18 – 19 Agustus 2021 di dua lokasi berbeda yaitu di Kelompok Tani (Poktan) Tani Makmur I Desa Jongkat, Kecamatan Jongkat dan Poktan Pesona Antibar Bersama, Desa Antibar, Kecamatan Mempawah.   Yuliana Yulinda selaku Kepala UPT P

Selanjutnya
Tata Kelola Dampak Perubahan Iklim untuk Pengembangan Hortikultura 208 Pembaca
08-08-2021

Terjadinya dampak perubahan iklim (global warming) di Indonesia tidak menyurutkan langkah Kementerian Pertanian untuk mendorong pertumbuhan sektor pertanian. Kurang lebih terdapat 267 juta penduduk Indonesia yang membutuhkan pangan setiap harinya, termasuk sayur dan buah. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menginstruksikan jajarannya untuk terus memberikan pendampingan kepada para petani dan petugas lapang. Kendati masih dalam nuasa PPKM, informasi iklim dalam penerapan budidaya hortikultura perlu terus dijalankan.   Menindaklanjuti arahan tersebut, Direktorat Jenderal Hortikultura melakukan bimbingan teknis bertemakan Penerapan Informasi Iklim untuk Mendorong Budidaya Hortikultura secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting dan YouTube.   Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Hortikultura

Selanjutnya
Pembenah Tanah Organik Tingkatkan Produktivitas Sayuran Daun 208 Pembaca
02-08-2021

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta jajarannya untuk terus melakukan bimbingan dan pendampingan kepada para petani dan penyuluh pertanian di Indonesia, walaupun sedang berada di kondisi pandemi Covid-19. Menindaklanjuti arahan tersebut, Direktorat Jenderal Hortikultura mengadakan bimbingan teknis (bimtek) bertajuk Penggunaan Pembenah Tanah Organik Cair (PTOC) dalam Meningkatkan Produktivitas Sayuran Daun, secara daring melalui Zoom Meeting.   Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto menyampaikan bahwa bimtek Hortikultura bertujuan untuk mendukung upaya peningkatan produktivitas pada kampung hortikultura dan topik.bimtek kali ini difokuskan pada kampung sayuran daun. Hingga akhir 2021, ditargetkan ada 230 ha kampung sayuran daun yang siap dikembangkan di 12 provinsi di Indonesia.   Sel

Selanjutnya
Tata Kelola Budidaya yang Baik Hasilkan Pisang Kualitas Ekspor 230 Pembaca
02-08-2021

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura memiliki program Kampung Hortikultura yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing hortikultura. Kampung Hortikultura ini salah satunya adalah kampung buah. Program ini merupakan arah kebijakan hortikultura dan diharapkan bisa menjadi legacy Direktorat Jenderal Hortikultura untuk pertanian Indonesia, sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.   Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto mengatakan bahwa program kampung buah harus terus dikawal agar berhasil dan tepat sasaran. Salah satu strateginya adalah dengan mengadakan bimbingan teknis (bimtek) untuk para penggiat pertanian hortikultura dan penyuluh pertanian.   Dari sekian banyak jenis buah yang ada di Indonesia, konsumsi dan produksi pisang mas

Selanjutnya
Ekstrak Mimba dan Minyak Selasih Dorong Produksi Hortikultura Aman dan Ramah Lingkungan 124 Pembaca
29-07-2021

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menginginkan ketersediaan hortikultura di masa pandemi Covid 19 ini tetap terjamin. Pangan harus cukup dan sehat. Selain itu kualitas produk hortikultura harus mampu berdaya saing. Tak hanya merajai pasar lokal namun juga pasar ekspor. Pembentukan kampung hortikultura merupakan upaya untuk mengkonsentrasikan komoditas agar mudah memonitor pencapaian tersebut.   Salah satu musuh nyata budidaya hortikultura, khususnya buah adalah serangan lalat buah. Banyak komoditas buah-buahan yang terhambat ke pasar ekspor dikarenakan keberadaan OPT ini. Solusi yang dilakukan umumnya dengan pemberian pestisida. Sayangnya dalam beberapa kondisi, pestisida yang diberikan lebih banyak menggunakan pestisida kimiawi ketimbang nabati.   “Kondisi pemakaian pestisida kita cukup memp

Selanjutnya
Lewat UMKM, Kementan Ajak Petani Hortikultura Tingkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing Produk 87 Pembaca
16-07-2021

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menilai subsektor pertanian khususnya hortikultura di masa pandemi covid-19 ini harus semakin diperkuat sehingga mampu menjadi penyokong utama perekonomian nasional. Menindaklanjuti arahan tersebut, Direktur Jenderal Hortikultura menyampaikan bahwa salah satu arah kebijakan Direktorat Jenderal Hortikultura adalah meningkatkan daya saing hortikultura untuk memajukan pertanian Indonesia. Peningkatan daya saing dapat dicapai melalui peningkatan produksi, produktivitas, akses pasar, sistem pertanian modern yang ramah lingkungan, serta kesejahteraan petani.   Salah satu strategi yang digunakan untuk mendukung arah kebijakan tersebut adalah penumbuhan UMKM hortikultura. Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura, Retno Sri Hartati Mulyandari mengungkapkan bahwa penumbuhan UMKM merupakan implementasi dari 3 Cara Bertindak (CB) yang digaungkan Ment

Selanjutnya
Sokong Produk Hortikultura Berkualitas, Dirjen Hortikultura Ajak Petani Manfaatkan Pestisida Nabati 578 Pembaca
07-07-2021

Jakarta - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo selalu menginginkan jajarannya tetap bekerja seoptimal mungkin guna melakukan pengawalan terhadap komoditas hortikultura meski di tengah pandemi Covid-19. Walaupun kegiatan pertemuan langsung dikurangi, Ditjen Hortikultura tetap memfasilitasi bimbingan teknis (bimtek) kepada petugas maupun petani. Kali ini bimtek mengambil tajuk Pengelolaan OPT Hortikultura Ramah Lingkungan melalui Penerapan PHT. Bimtek tersebut diikuti oleh 1000 orang dalam zoom meeting dan 2545 viewers pada channel Youtube Pustaka Kementan.   Sejauh ini permintaan produk hortikultura di Indonesia sangat tinggi, baik untuk dalam negeri maupun ekspor. Kondisi yang terjadi di lapangan, pelaku usaha sering mengalami kesulitan karena keterbatasan volume produksi dan akses lokasi sentra produksi. Melalui program Gerakan Mendorong Daya Saing dan Ramah Lingkungan Hortiku

Selanjutnya
Kementan Ajak Masyarakat Dukung Produk Hortikultura Ramah Lingkungan 92 Pembaca
02-07-2021

Kementerian Pertanian berkomitmen mendorong budidaya hortikultura ramah lingkungan. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menginginkan produk pertanian berkualitas baik dari segi tampilan maupun kandungan. Dengan demikian produk hortikultura seperti buah, florikultura, sayuran, jamur dan tanaman obat diharapkan aman konsumsi dan rendah residu pestisida.“Banyak manfaat yang justru luar biasa diperoleh jika petani mempraktikkan budidaya ramah lingkungan. Banyak bahan pengendali ramah lingkungan dan pestisida alami yang bisa dijadikan pilihan terbaik,” ujar Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, Senin (28/6).Senada, Direktur Perlindungan

Selanjutnya