ANTISIPASI DAN KEWASPADAAN SPODOPTERA FRUGIPERDA PADA JAGUNG MANIS DI KUBU
278 Pembaca

01-02-2020



Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat dikenal sebagai pemasok sayuran di Kalimantan Barat, khususnya jagung manis karena merupakan penghasil jagung manis terbaik di provinsi ini, selain rasanya yang manis, jagung tersebut juga memiliki bonggol yang besar.
Menurut petugas PPL di daerah ini lahan sekitar 300-500 ha dibudidayakan jagung manis hampir sepanjang musim, sehingga menjadi salah satu komoditas unggulan produk pertanian bagi Kubu Raya Kelompok tani sumberjaya dengan ketua Bapak Yatmoko, di desa Rasau Jaya 1 yang menanam jagung manis diberi sosialisasi bersama dengan POPT dan PPL setempat untuk melakukan rotasi tanam selain jagung manis. Lahan pertanian yang merupakan lahan gambut harus diberi kapur pertanian untuk meningkatkan pH. OPT yang menyerang selama ini yaitu layu Fusarium dan bakteri serta hawar daun dengan intensitas ringan. Pengendalian dilakukan secara preventif dengan merendam benih dengan fungisida, serta aplikasi Trichoderma dan pupuk kompos yang cukup banyak pada saat pengolahan lahan.

901111-12_01022020_1580534937_gin-01

Pada kesempatan pendampingan ini, Ginting Tri Pamungkas (fungsional POPT Direktorat Perlindungan Hortikultura, Ditjen Hortikultura) menyampaikan sosialisasi terkait adanya ancaman hama ulat Spodoptera frugiperda yang berasal dari Amerika Serikat (AS). erusakan akibat hama ulat itu jauh lebih besar daripada hama ulat yang sudah ada di Indonesia Hama ulat itu bisa masuk Indonesia yang beriklim tropis. Hama ulat yang berasal dari negara luar itu berpotensi menimbulkan kerusakan pada tanaman jagung, padi, dan gandum. Penyebaran hama ulat Spodoptera frugiperda bisa melalui perdagangan sayur mayur dan buah-buahan antarnegara. Apalagi, ulat ini sangat cocok hidup dan berkembang biak di Indonesia dengan iklim tropis. Berdasarkan pemantauan dari Badan Karantina Pertanian ulat ini telah ditemukan pada pertanaman jagung di Sumatera Barat (Kabupaten Pasaman Barat).
Mengingat luasan pertanaman jagung manis yang mencapai ratusan hektar, perlu diwaspadai kemungkinan masuknya OPT ini untuk mencegah kerusakan yang lebih parah dari serangan OPT ini. Ciri penting Spodoptera frugiperda yaitu terdapat garis mirip huruf Y terbalik pada kepala, terdapat 4 buah bintik yang besar (pinacula) pada abdomen segmen 8 (A8), memiliki 3 garis pada bagian atas tubuh, yaitu sebuah pada dorsal dan pada masing – masing sub dorsal, memiliki garis tebal seperti pita pada lateral tubuh.

901111-12_01022020_1580534942_gin-03

Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan diantaranya adalah penggunaaan benih dan varietas yang baik, bersertifikat dan bebas dari penyakit, kemudian dilakukan penanaman serempak untuk mencegah tersedianya inang yang disukai ulat ini secara terus menerus, pemupukan organik yang cukup sehingga kondisi tanah baik untuk mendukung pertanaman yang optimal, selanjutnya dilakukan penganekaragaman pertanaman (dapat dilakukan tumpangsari atau penanaman refugia didekat tanaman utama) untuk mengecoh imago, sebagai repellent, dan sebagai konservasi musuh alami.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Perlindungan Hortikultura Sri Wijayanti Yusuf mengingatkan agar tindakan pencegahan dan antisipasi pengendalian OPT ini tetap mengedepankan prinsip PHT dengan menggunakan agens hayati, musuh alami dan penggunaan biopestisida.