BERTANAM CABAI DAN BAWANG MERAH DI TANAH PASIR MENSEJAHTERAKAN PETANI
164 Pembaca

31-01-2020



Cabai dan bawang merah merupakan dua komoditas strategis yang menjadi perhatian pemerintah dalam pengembangannya. Kementrian pertanian terus memperluas pertanaman cabai dan bawang merah di seluruh Indonesia dalam rangka menjamin ketersediaan diseluruh wilayah, disepanjang waktu. Bahkan di lahan berpasir pun dikembangkan cabai dan bawang merah. Bantul-DIY merupakan wilayah tanah berpasir yang potensial untuk pengembangan cabai dan bawang merah. Namun demikian, untuk membuat tanah berpasir jadi produktif berbagai teknologi harus diterapkan. Salah satunya yang dilakukan Sumarno, ketua kelompok tani Pasir Makmur di Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, DIY.

901111-12_29012020_1580309734_Bertanam_Cabai_dan_Bawang_Merah_di_Tanah_Pasir_2


Sumarno mengatakan “kelompok tani kami menerapkan prinsip pengendalian hama terpadu (PHT) sejak tahun 2013 serta pengembangan fertigasi kabut sejak tahun 2017. Sumarno menambahkan “Dengan penerapan PHT dan fertigasi kabut hasil produksi cabai dan bawang merah meningkat dua hingga tiga kali lipat. Hasil produksi cabai meningkat dari 8 ton/ha menjadi 17 ton/ha, sedangkan produksi bawang merah meningkat dari 7,5 ton/ha menjadi 24 ton/ha”.
Pengendalian hama terpadu adalah suatu konsep pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dengan menerapkan pendekatan ekologis serta berbagai teknik pengendalian yang menjadi suatu kesatuan pengelolaan. Prinsip dasar PHT diantaranya adalah budidaya tanaman sehat, pemanfaatan musuh alami, pengamatan dan pemantauan secara rutin dan petani sebagai ahli PHT. Implementasi prinsip PHT yang dilakukan kelompok tani Pasir Makmur adalah dengan memanfaatkan tanaman refugia sebagai trap barrier hama dan penerapan teknologi fertigasi kabut.

901111-12_29012020_1580309737_Bertanam_Cabai_dan_Bawang_Merah_di_Tanah_Pasir_3

Sumarno mengatakan bahwa “penerapan prinsip PHT dalam kegiatan budidaya tanaman cabai dan bawang merah dapat sejahterakan petani”. Direktur Perlindungan Hortikultura, Kementerian Pertanian, Ir. Sri Wijayanti Yusuf, M.Agr.Sc, mengemukakan kebanggaannya terhadap petani inovatif tersebut, “dengan melihat penerapan PHT yang dilakukan oleh kelompok tani Pasir Makmur yang diketuai Pak Sumarno, menjadi semangat kami untuk terus mensosialisasikan penerapan PHT dlm budidaya hortikultura, hal ini sesuai dengan arah pengembangan hortikultura ke depan. Bantul dapat menjadi percontohan nasional penerapan PHT untuk hortikultura”.