EKSTRAK AKAR TUBA MAMPU MENGENDALIKAN HAMA PADA TANAMAN JERUK
652 Pembaca

28-05-2020



EKSTRAK AKAR TUBA MAMPU MENGENDALIKAN HAMA PADA TANAMAN JERUK
(Ulat Daun, Kutu Kebul, Kutu Daun, Tungau)

oleh : DIKY DWI C (POPT Pertama UPT Perlindungan TPH Kalbar)

Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tanaman atau tumbuhan dan bahan organik lainnya yang berkhasiat mengendalikan serangan OPT pada tanaman. Pestisida ini tidak meninggalkan residu yang berbahaya pada tanaman maupun lingkungan serta dapat dibuat dengan mudah menggunakan bahan yang murah dan peralatan yang sederhana.

Beberapa hal inilah yang mendasari petugas POPT untuk selalu mensosialisasikan penggunaan pestisida nabati ke petani. Seperti yang terlihat pada hasil monitoring rutin tanaman jeruk di Kelompok Tani Bestari Raya Desa Semudun Kec. Sungai Kunyit, Kab. Mempawah beberapa waktu lalu. Rata-rata tanaman jeruk di kelompok tani ini berumur 4 - 7 tahun dengan produktivitas 25 - 30 ton per tahunnya

Dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh petugas POPT pada hari itu ditemukan adanya serangan kutu daun dan kutu dompolan pada tanaman jeruk siam di kelompok tani tersebut. Kemudian sebagai tindakan pengendalian, Effendi Manaf selaku petugas POPT Kec. Sungai Kunyit, Kab. Mempawah memberikan beberapa rekomendasi salah satunya adalah dengan penggunaan pesnab akar tuba.

901111-12_280520201590658459_01 901111-12_280520201590658469_02

“Dalam memberikan rekomendasi pengendalian OPT kami selalu menyarankan petani menggunakan pestisida nabati yang dalam konteks temuan serangan OPT pada hari ini kami menyarankan penggunaan pesnab akar tuba. Hal ini dikarenakan pestisida nabati memiliki banyak kelebihan seperti relatif aman bagi manusia karena residunya mudah hilang, mudah terurai di alam sehingga tidak mencemari lingkungan, bahan pembuatannya mudah diperoleh di lingkungan sekitar serta cara pembuatannya yang relatif mudah,” ujar Effendi Manaf.

Penggunaan pestisida nabati ini juga sejalan dengan Peraturan Pemerintah No. 6 tahun 1995 yaitu kegiatan perlindungan tanaman dilaksanakan dengan cara menjalankan program Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang mengutamakan pemanfaatan agens pengendalian hayati atau biopestisida termasuk pestisida nabati sebagai komponen utama dalam sistem PHT.

Di tempat terpisah, Koordinator POPT Kabupaten Mempawah, M. Taufik, SPKP menjelaskan akar tuba memang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pestisida nabati untuk mengendalikan berbagai macam jenis serangga seperti ulat daun, kutu kebul, kutu daun, tungau dan bahkan bisa mengendalikan hama keong mas. Peralatan dan bahan yang diperlukan untuk pembuatan pesnab akar tuba pun juga sederhana.

“Cara pembuatannya cukup mudah. ½ kg akar tuba dihaluskan, bisa dirajang atau diblender, kemudian direndam dalam 10 liter air dan didiamkan selama 24 jam. Besoknya setelah 24 jam air rendaman tadi disaring dan siap diaplikasikan ke tanaman dengan dosis 250 ml sampai dengan 400 ml per tangki ukuran 15 liter,” jelas M. Taufik.

901111-12_280520201590658487_ekstrak_akar_tuba

M. Taufik menambahkan, produksi jeruk siam di Kabupaten Mempawah ini pernah mengalami masa kejayaannya sekitar tahun 1992 namun pada awal tahun 2000-an mengalami penurunan. “Dengan penggunaan pesnab, kami percaya produksi jeruk di kabupaten ini ke depan akan mengalami peningkatan bukan hanya dari jumlah produksinya namun juga dari kualitasnya karena tidak meninggalkan residu kimia pada buah yang berbahaya bagi kesehatan manusia,” pungkasnya.

 

901111-12_190520201589895064_diky-
Penulis : DIKY DWI C (POPT Pertama UPT Perlindungan TPH Kalbar)

Editing : Ndik (27 Mei 2020)