FARM TO MARKET: FASILITASI TRANSAKSI DENGAN PETANI
122 Pembaca

27-11-2020



Farm To Market: Fasilitasi Transaksi dengan Petani

Pasar Tani Goes to Mall kali ini diselenggarakan di Pesona Square Depok. Event yang menggandeng para petani untuk unjuk gigi berjualan di mall ini berlangsung 25 – 29 November 2020. Petani yang berjualan tak hanya datang dari wilayah Jabodetabek saja, melainkan beberapa daerah di Jawa Tengah, Jogja, Sleman dan beberapa daerah lain.

Tujuan kegiatan ini tidak lain untuk memamerkan kualitas buah dan sayur lokal dari sisi tampilan dan kandungan gizinya. Selain itu, kegiatan ini sebagai upaya mendukung hasil pertanian lokal untuk unjuk gigi di ranah perdagangan modern. Masyarakat diberi edukasi bahwa aneka produk pertanian yang dibawa langsung dari lahan petani berkualitas tinggi didukung dengan kemasan yang rapi mampu menarik perhatian pasar. Selain itu, event ini juga mampu menjaring para buyer baik dari kalangan mal, hotel, restoran, kafe (horeka) dan perusahaan untuk berbisnis dengan petani. Hal ini selaras dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo untuk meningkatkan promosi buah lokal di dalam negeri bahkan target hingga ke luar negeri.

 

ditlin_202_271120201606435437_pstani-2 ditlin_202_271120201606435443_pstani-3

 

“Kita ini dalam rangka menggugah kembali kepada masyarakat bahwa buah-buahan dan sayur- sayur asli Indonesia tidak kalah dengan yang impor. Ibu - Bapak bisa melihat betapa menarik, segar dan beragam tampilannya. Nah, program mal ke mal ini adalah salah satu program yang kita gunakan untuk menjaring kelompok menengah ke atas karena yang belanja ke mal kan biasanya orang-orang menengah ke atas. Jadi kita keliling dari mal ke mal,” ujar Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Bambang Sugiharto saat membuka acara, Rabu (25/11).


Bambang menyebutkan event ini dilakukan secara rutin hampir tiap satu minggu sekali dan sangat dinantikan oleh petani lokal. Syarat keikutsertaannya cukup mudah, di antaranya tergabung dalam Pasar Tani yang dibina oleh Kementerian Pertanian.


“Boleh langsung, syaratnya produknya harus benar-benar bagus, misalnya tidak boleh pisangnya yang bopeng ya. Petani juga bisa langsung menghubungi Sekretariat Pasar Tani atau ke Ditjen Hortikultura agar langsung diikutkan pada event yang mana nanti. Kita juga akan fasilitasi brosur dan lain sebagainya,” jelasnya.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pihak mal sebagai penyelenggara. Event mendatangkan petani ke mal dinilai pihak manajemen memiliki daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Bahkan tahun depan dijanjikan akan menempati space yang lebih besar dengan mengundang artis atau influencer.


“Saya selaku perwakilan dari Pesona Square mengucapkan terima kasih kepada Pasar Tani. Kita sangat support petani lokal Indonesia untuk bisa memasarkan produknya kepada masyarakat di Depok khususnya. Rencana awalnya diadakan sebelum pandemi ini, hanya saja sempat tertunda. Ke depannya kita akan coba buat yang lebih maksimal. Intinya kita support petani lokal yang tergabung dalam Pasar Tani biar nantinya mereka bisa lebih sukses dan bisa memasarkan produk lokal,” ujar Marketing Manager Pesona Square Depok, Irfan Aziz Katili.

ditlin_202_271120201606435447_pstani-4 ditlin_202_271120201606435456_pstani-6


Irfan meyakini, dengan dekorasi maksimal dan menghimpun lebih banyak petani mampu mengungkit volume pengunjung jauh lebih besar lagi.


“Kita juga bisa mendatangkan artis-artis yang bisa memberikan testimony bahwa mereka beli ke petaninya langsung, petani lokal Indonesia. Efeknya adalah menarik traffic customers lebih banyak lagi datang ke Pesona Square. Pun yang terjadi di hari pertama ini, biasanya kan kita di weekdays itu traffic agak-agak kurang maksimal tapi dengan adanya Pasar Tani di hari pertama, saya lihat traffic-nya juga sudah lumayan banyak,” paparnya lebih lanjut.


Kendati pun menempati areal yang tidak terlalu luas, secara perdana ditargetkan bisa mencapai Rp 150 juta. Hal terpenting yang diperlukan adalah product knowledge dan berbagi informasi menjaring pasar yang lebih luas.


“Sementara ini kami menargetkan antara Rp 100 - 150 juta untuk lima hari ke depan hingga tanggal 29 November 2020. Untuk acara Pasar Tani selanjutnya, yakni terhitung mulai 30 November - 13 Desember kita sudah masuk di Kuningan City. Di sana kami akan mendapatkan luasan kurang lebih 200 meter dengan mendatangkan kurang lebih 30 petani dari berbagai wilayah,” ujar Ketua Asosiasi Pasar Tani, Wiwik Hartati.


Wiwik menekankan, kehadiran pasar tani memotong mata rantai pasokan membuktikan kalau produk yang disajikan petani kompetitif dan jauh lebih segar. Ditjen Hortikultura pun melakukan pembinaan dan pendampingan kepada para petani hingga betul-betul siap bermain di kancah internasional.


“Kalau mau bergabung dengan kami cukup mudah syaratnya. Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi saya di nomor 0813 8400 5215. Kami mengutamakan buah dan sayur segar. Meskipun demikian kami juga menerima aneka produk olahan pertanian lainnya. Kami kan Pasar Tani, jadi bisa memasarkan produk pertanian baik segar maupun olahan dan turunannya dari UMKM atau dari petaninya langsung,” pungkas Wiwik.


Tidak hanya bersifat jual beli, khusus bagi pengunjung yang beruntung, setiap harinya ada waktu spesial berisi paket buah gratis. Terdapat 300 paket buah dengan aneka varian yang bisa dicicipi atau dibawa pulang ketika mengunjungi booth pasar tani. Sebagai informasi, penjualan yang primadona diminati pengunjung adalah tanaman hias anggrek sansivera dan aglonema. Sementara untuk buah, mangga harum manis dan salak pondoh madu organik sangat diminati. Omzet di hari pertama kurang lebih Rp 20 juta.

 

Rilis Kementan, 26 November 2020
Nomor : 1589/R-KEMENTAN/11/2020
Editor; ndik