KEMENTAN FASILITASI BANTUAN DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DI JAWA TENGAH
98 Pembaca

21-04-2022



Pengaman produksi dan stok bangan pangan menjadi perhatian penuh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, ditengah kondisi iklim yang tidak menentu saat ini. Mentan meminta kepada seluruh jajarannya agar meningkatkan upaya khusus berupa langkah adaptasi dan mitigasi dampak perubahan iklim.

 

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto merespon penuh kebijakan ini melalui fasilitasi sarana dan prasarana dampak perubahan Iklim sebagai langkah mitigasi pengamanan produksi komoditas hortikultura strategis hadapi musim kemarau. "Kami sudah menyiapkan anggaran untuk bantuan Dampak Perubahan iklim dari pompa air sampai teknologi hemat air, sesuai kebutuhan wilayah setempat untuk antisipasi musim kemarau", terang Prihastyo.

 

Plh. Direktur Perlindungan Hortikultura, Inti Pertiwi Nashwari menambahkan, "tahun ini kami mengalokasikan bantuan sarana prasarana dampak perubahan iklim sebanyak 210 ha, harapannya pada saat kondisi off season produksi bawang merah dan aneka cabai tetap terjaga".

 

Inti Pertiwi mengungkapkan bahwa, Direktorat Perlindungan Hortikultura bersama BPTPH 33 Provinsi dan POPT yang tersebar di lapang akan aktif turut serta mengawal langkah antisipasi perubahan iklim.

 

Kepala BPTPH Prov Jawa Tengah, Herawati menyampaikan bahwa alokasi bantuan DPI pada tahun 2022 dari Ditjen Hortikultura meliputi 8 Kabupaten yaitu Klaten, Brebes, Kendal, Rembang, Magelang, Demak, Banyumas dan Kebumen. Fasilitasi bantuan menyesuaikan dengan kebutuhan kelompok diantaranya : pompanisasi, pipanisasi, tandon serta sumur bor sederhana. "Target kami minggu ini sudah tersalurkan sampai ke kelompok untuk selanjutnya dimanfaatkan kelompok tani dalam rangka mengantisipasi musim kemarau di lapangan", ungkapnya.

 

Seirama dengan ini, Koordinator Dampak Perubahan Iklim dan Bencana Alam dalam kunjungan lapangan di Prov. Jawa Tengah, M. Agung Sunusi bergerak bersama POPT untuk turun langsung dalam mengawal fasilitasi sarana dampak perubahan iklim. "Alhamdulillah, distribusi fasilitasi DPI sudah hampir rampung di Prov. Jawa Tengah sebelum musim kemarau tiba. Lokasi Kabupaten Magelang dan Kebumen menjadi salah satu penyangga pasokan cabai untuk wilayah Jawa -Bali", ungkapnya.

 

Agung Sunusi menambahkan, bahwa berdasarkan data prediksi BMKG untuk 3 bulan ke depan April,Mei, Juni beberapa sentra produksi cabai dan bawang merah kondisi aman banjir dan kekeringan. Dengan Curah hujan rata rata pada kisaran 115 mm/bulan - 270 mm/bulan. Namun mulai Bulan Juli beberapa sentra bawang merah (Kab Pati dan Demak) waspada kekeringan sedangkan sentra aneka cabai kondisi aman. Dengan kondisi ini maka perlu dilakukan langkah percepatan realisasi Fasilitasi Dampak Perubahan Iklim (DPI) di sentra utama penyangga komoditas strategis Hortikultura, ungkapnya.

901111-12_210420221650508314_2

 

Taat Budiarto, Ketua Kelompok Tani Krajan, Mirit Kebumen Jawa Tengah mengembangkan tumpang sari komoditas cabai rawit merah dan semangka, mengungkapkan bahwa permasalahan utama di wilayah binaannya adalah ketersediaan air dan sumur bor untuk selanjutnya di alirkan dengan pompa. "Alhamdulillah tahun 2022 ini kami mendapatkan bantuan pompa air lengkap pipa air dari Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian. Dengan bantuan tersebut kelompok kami akan memaksimalkan pertanaman terutama pada kondisi off season untuk menghadapi natal dan tahun baru. Terimakasih pak Menteri dan pak Dirjen atas bantuan ini, sangat bermanfaat bagi kelompok kami", ungkapnya.

 

Senada dengan kelompok tani penerima bantuan di Kabupaten Magelang, Sapardi Ketua Kelompok Tani Maju Makmur, Dusun Brajan Kragilan Kec. Pakis dengan komoditas utama aneka cabai menyatakan bahwa petani di lereng Gunung Merbabu pada bulan bulan Mei sampai Agustus terkendala dengan air. "Selama ini sumber air kami dapat dari lereng Gunung Merbabu yang cukup jauh dari lokasi pertanaman. Kebutuhan kelompok kami saat ini adalah pompa, pipanisasi dan tempat penampungan air. Alhamdulillah tahun ini kami dapat bantuan tersebut sehingga kelompok kami dapat mengoptimalkan pengaturan pola tanam. Mewakili kelompok Tani di lereng Merbabu mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri dan Bapak Dirjen atas bantuan ini", ungkapnya.

 

Admin
R. Setiawan