MEKANISME BIOLOGIS DALAM STRATEGI BUDIDAYA TUMPANG SARI UNTUK MENEKAN PENYAKIT TULAR TANAH
73 Pembaca

30-03-2022



Tumpang sari adalah teknik budidaya secara polikultur dengan mengkombinasikan dua atau lebih jenis tanaman pada satu area lahan dan waktu yang sama. Budidaya secara tumpang sari sudah lama dipraktikkan oleh petani hortikultura di Indonesia sebagai alternatif dari budidaya monokultur. Teknik budidaya secara monokultur umumnya lebih mudah dalam hal perawatan dan pengaturan kebutuhan nutrisi tanaman, tapi sangat rentan terhadap serangan OPT dan anomali cuaca. Di sisi lain, teknik budidaya secara tumpang sari dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan OPT, menaikkan hasil panen, serta mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida.


Contohnya tumpang sari antara cabai dengan jagung terbukti dapat menekan serangan Phytophthora capsici. Cendawan Phytophthora adalah salah satu patogen tular tanah yang sulit dikendalikan karena memiliki kisaran inang (host) yang luas dan kemampuan untuk bertahan di tanah dalam periode waktu yang lama. P. capsici menginfeksi tanaman melalui produksi zoospora. Akar jagung akan menarik zoospora dari P. capsici dan menghambat pertumbuhan cendawan patogen tersebut. Akar jagung mengeluarkan senyawa eksudat benzoxazolinone, benzothiazole, dan benzothiazole yang bersifat antimikroba. Akar jagung dapat berperan sebagai halangan (root wall) untuk membatasi penyebaran P. capsisi dari satu pertanaman cabai ke pertanaman lainnya yang ditanam secara tumpang sari.3


Pada sistem tumpang sari, eksudat akar dari tanaman bukan inang dapat melindungi tanaman utama melalui mekanisme penghambatan germinasi spora dan pertumbuhan miselial, sehingga populasi patogen di tanah berkurang. Senyawa alelokimia yang dihasilkan tanaman seperti p-coumaric acid dan cinnamic acid adalah eksudat yang bersifat anti-cendawan.4


Eksudat akar pada tanaman bukan inang juga dapat menghambat nematoda parasit. Tanaman famili Asteraceae menghasilkan senyawa seperti thiophenes dan thiarubrines yang bersifat nematisidal dan mampu menekan populasi nematoda di tanah. Eksudat akar tanaman daisy/aster (Chrysanthemum coronarium) yakni lauric acid dilaporkan mampu menarik nematoda Meloidogyne incognita dan menginduksi kematian nematoda pada konsentrasi rendah, serta mengusir nematoda dari sekitar perakaran pada konsentrasi tinggi.4


Sementara itu, pada tanaman yang menjadi inang utama suatu penyakit (host), eksudat akar justru memiliki peran penting dalam perkembangan patogen tular tanah. Akar tanaman seperti semangka mensekresikan senyawa seperti gula, asam fenolat, asam organik, asam amino, dan metabolit sekunder lainnya yang disukai oleh bakteri maupun cendawan tular tanah. Pada semangka yang ditanam secara monokultur, hal ini dapat meningkatkan keparahan serangan patogen di sekitar perakaran.1


Tumpang sari semangka dengan gandum dilaporkan bisa menurunkan serangan layu fusarium pada tanaman semangka. Akar gandum mengeluarkan senyawa coumaric acid yang secara signifikan menghambat germinasi spora, sporulasi, dan pertumbuhan cendawan Fusarium oxysporum F. sp. niveum.1 Selain itu, konsentrasi asam salisilat lebih tinggi pada semangka yang ditanam secara tumpang sari dengan gandum dibandingkan yang ditanam secara monokultur. Asam salisilat adalah biomolekul penting yang berperan dalam mekanisme pertahanan tanaman.


Keanekaragaman mikroorganisme bermanfaat yang ada di tanah juga mengalami peningkatan pada teknik budidaya tumpang sari. Contohnya pada tumpang sari bunga marigold dengan tembakau dapat meningkatkan populasi mikroorganisme bermanfaat seperti Lysobacter, Burkholderia, Trichoderma, Mortierella, Chaetomium, dan Penicillium. Hal tersebut bersifat menghambat pertumbuhan mikrobia patogen lain seperti Ralstonia solanacearum penyebab penyakit layu bakteri.2 Strategi tumpang sari bisa menjadi alternatif yang lebih praktis, efektif, dan ekonomis untuk mengendalikan patogen tular tanah, serta bisa dikombinasikan dengan metode lainnya seperti penggunaan varietas resisten, aplikasi biofungisida/agens hayati, solarisasi tanah, dan metode lainnya.

 


Referensi: