MITIGASI TERHADAP KEKERINGAN PADA TANAMAN HORTIKULTURA DI PROVINSI BENGKULU
1010 Pembaca

26-05-2020



MITIGASI TERHADAP KEKERINGAN PADA TANAMAN HORTIKULTURA

Ketika tanaman mengalami kondisi kekeringan, terjadi penurunan potensial air antara akar dan tanah, sehingga laju penyerapan air oleh akar menurun. Penurunan laju penyerapan air dan adanya peningkatan transpirasi dan evaporasi akibat radiasi matahari membuat tanaman mengalami kekurangan air.

Selain menghambat aktifitas fotosintesis, kekeringan juga menghambat sintesis protein dan dinding sel (Ross, 1995). Pengaruh kekerimgan tidak saja menekan pertumbuhan tanaman dan hasil bahkan menjadi penyebab kematian.

Kekeringan adalah salah satu bencana yang ditandai dengan keadaan kurangnya pasokan air pada satu wilayah dalam jangka waktu berkepanjangan, kekurangan air dalam waktu yang lama akan memberikan dampak yang buruk bagi kegiatan pertanian. Menurut Parwata dkkl (2014) kekeringan merupakan hubungan antara ketersediaan air yang berada dibawah minimal kebutuhan air untuk hidup. Kekeringan masuk dalam bencana alam karena dapat menimbulkan kerugian bagi manusia sesuai dengan undang – undang no 24 tahun 2007.

Kekeringan juga berpengaruh negative terhadap laju perkembangan populasi OPT maupun intensitas kerusakan yang ditimbulkan. Terutama pada komoditi hortikultura antara lain : Komoditi cabe, Melon, Tomat dan Kol (Trips, Ulat grayak, dan Penggerek buah).

Menghadapi kemungkinan terburuk akibat musim kekeringan tahun 2020, terhadap kelangsungan untuk menjamin ketersediaan produksi komoditi hortikultura. Maka kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengjulu Ir. Ricky Gunarwan telah memberikan arahan upaya – upaya yang harus segera dilakukan melalui kebijakan tekhnis.

Terkait hal tersebut melalui Kepala Unit Pelayanan Tekhnis Perlindungan Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu Ir. Rusdi Alarama telah memberikan arahan antara lain :

  1. Kepada seluruh POPT – PHP melaksanakan pengamatan secara intensif dan melaporkan secara dini setiap kejadian yang kaitannya dengan OPT dan dampak penomena iklim.
  2. Mensosialisasikan dan pendampimgan terhadap petani untuk melaksanakan prinsip pengendalian hama terpadu
  3. Melaksanakan koordinasi dengan Dinas Pertanian setempat, petugar pertanian yang lainnya dsan anggota kelompok tani.

Upaya untuk mengantisipasi menghadapi kekeringan antara lain :

  1. Menggunakan mesin pompa air.
    Kelompok tani Rena Kandis Desa Sengkuang Kecamatan Seluma Selatan telah menggunakan mesin penyedot air yang dimodifikasi untuk menyuplai air melalui selang – selang drip untuk menyiram tanaman diatas permukaan tanah seperti gambar :
    901111-12_260520201590492492_1

  2. Sumur Bor
    Untuk menjamin ketersediaan air sepanjang kebutuhan tanaman maka salah satu upaya yaitu pembuatan sumur bor, pembuatan sumur bor tersebut banyak dilaksanakan di Kelompok Tani Harapan Maju Kelurahan Rimbo Kedui Kecamatan Seluma Selatan dan Kelompok Muda Sepakat Desa Lubuk Gio Kecamatan Talo pada komoditi Cabe, Melon dan Semangka. Seperti gambar dibawah ini :
    901111-12_260520201590492499_2

  3. Menggunakan Mulsa
    Penggunaan mulsa merupakan salah satu alternatif untuk menjaga kestabilan kelembaban suhu tanah disekitar perakaran tanaman, disamping mengurangi resiko penguapan air tanah dapat juga untuk menekan populasi hama trip terutama pada tanaman cabe dan tomat. Telah dilaksanakan kelompok tani Bina Desa Desa Padang Merbau Kecamatan Seluma Selatan(seperti gambar dibawah ini)
    901111-12_260520201590492509_3

  4. Mengunakan Bahan Organik
    Dengan menambahkan bahan organik diyakini dapat menjaga kelembaban karena bahan organik akan menahan cepat lajunya kekeringan yang diakibatkan intensitas penyinaran matahari yang berlebihan, disamping tekstur tanah menjadi remah memberikan ruang hidup jasad renik . Bahan organik yang ditambahkan sebaiknya kompos yang telah di olah dicampur dengan trichoderma. Di Kelompok Tani Margo Sulo Kelurahan Rimbo Kedui Kecamatan Seluma Selatan. (seperti gambar dibawah ini)
    901111-12_260520201590492533_5

  5. Menggunakan springkel
    Menggunakan springkel juga salah satu cara untuk suplai air ke tanaman yang digunakan untuk menyiram diatas tanaman seperti air hujan yang dipasang dengan jarak 25 m setiap titiknya. Telah dilaksanakan di Kelompok Tani Gangsar Desa Rawa Sari Kecamatan Seluma Timur. Seperti gambar dibawah ini.
    901111-12_260520201590492548_7

  6. Menanam Varietas tahan kekeringan
    Menanam tanaman Varietas yang tahan kekeringan merupakan salah satu solusi untuk menekam kehilangan hasil akibat kekeringan, antara lain : Cabe Varietas Taro dan Rimbun. Melon Varietas Merlin. Seperti gambar dibawah ini.

    901111-12_260520201590492540_6

 

Pelapor : BPTPH Provinsi Bengkulu (26 Mei 2020)
Editing  :Ndik