PELATIHAN PEMBUATAN PGPR SEBAGAI ALTERNATIF PENGENDALIAN OPT RAMAH LINGKUNGAN OLEH LPHP PONTIANAK
577 Pembaca

07-04-2021



PGPR adalah bakteri pemacu pertumbuhan tanaman yang hidup secara berkoloni di sekeliling area perakaran tanaman. Bakteri ini mempunyai kemampuan menghasilkan racun yang digunakan untuk melawan cendawan patogen, merangsang pembentukan zat pengatur tumbuh serta memfiksasi N untuk meningkatkan ketersediaan unsur N dalam tanah sehingga dapat mengurangi ketergantungan dalam penggunaan pupuk Urea.


Pembuatan PGPR yang dilaksanakan oleh Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (LPHP) Pontianak yang berada di bawah pembinaan UPT Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat merupakan salah satu bentuk pengembangan teknologi terapan perlindungan tanaman berbasis pengendalian hama terpadu (PHT) dalam rangka meningkatkan peran perlindungan tanaman untuk mendukung pencapaian sasaran produksi hortikultura.


Pada pembuatan PGPR bahan yang digunakan antara lain akar putri malu (Mimosa pudica), terasi, kedelai, gula dan air. Selain putri malu, Rhizobacteria pada bintil akar dapat juga diperoleh dari akar bambu, pisang, jagung dan lain-lain.

901111-12_070420211617777218_3a532bbd-e5cd-4652-a05c-1cd0b80024b0


Akar putri malu sebanyak 600 gram direndam dalam 2 liter air selama 24 jam. Sementara itu, 500 gram kedelai direbus dalam 3 liter air lalu ditambahkan 15 gram terasi dan 100 gram gula. Setelah mendidih, rebusan kedelai dibiarkan menjadi dingin kemudian disaring bersama dengan rendaman akar putri malu. Setelah itu dilakukan fermentasi selama 2 minggu.


Dari beberapa literatur dan percobaan yang dilakukan penggunaan PGPR akar putri malu pada tanaman cabai dan sawi mampu menambat N2 yang tinggi juga mampu meningkatkan panjang akar, menambah berat basah dan meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun.


Yuliana Yulinda, Kepala UPT Perlindungan TPH Kalbar menjelaskan bahwa pihaknya melalui LPHP dan para petugas POPT di lapangan senantiasa mensosialisasikan dan mendorong para petani dalam hal penggunaan teknologi alternatif dalam pengendalian OPT yang ramah lingkungan seperti pemanfaatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) demi mengurangi penggunaan bahan kimia (pupuk dan pestisida) sehingga produk hortikultura yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi.


Penulis :
Ida Zaharah, S. Si
Calon POPT UPT Perlindungan TPH Kalbar