PROVINSI KALIMANTAN UTARA SIAP MENDUKUNG KAWASAN HORTIKULTURA
423 Pembaca

01-02-2020



Provinsi ke-34 Indonesia, Kalimantan Utara (Kaltara) beribukota di kecamatan Tanjung Selor  memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang melimpah diharapkan dapat terus tumbuh membaik. Secara geografis Kalimantan Utara merupakan wilayah strategis yang terletak diantara segitiga Indonesia-Malaysia-Filipina. Prospek  pengembangan komoditi pertanian, khususnya subsektor hortikultura mempunyai potensi besar baik untuk pangan segar maupun  olahan.
Cabai merupakan produk strategis di provinsi Kaltara dapat di penuhi dari kabupaten sentra produksi, sedangkan bawang merah masih harus disuplai dari Jawa dan Sulsel. Pada TA. 2019 budidaya hortikultura ramah lingkungan mendukung pengembangan kawasan cabai dan bawang merah di provinsi Kaltara mendapat alokasi dari Direktorat Perlindungan Hortikultura melalui gerakan pengendalian (Gerdal).

yuli-1

Gerdal cabai seluas 10 ha dilaksanakan di kabupaten  Bulungan (4 ha), Nunukan (3 ha), Tarakan (2 ha) dan Malino (1 ha) dari kawasan  seluas 40 Ha.  Pengembangan kawasan bawang merah seluas 10 ha di Kab. Bulungan dan Nunukan masing-masing 5 ha, dan  kegiatan Gerdal sebesar 1 ha di kabupaten Bulungan. Hanya dengan 2 perugas POPT di kabupaten Bulungan dan Nunukan, provinsi Kaltara siap melakukan gerdal OPT di lapangan dengan bantuan Petugas Penyuluh Lapangan di kawasan lain.  

gam-3gam-4

Sebagai daerah pengembangan  petugas POPT provinsi Kaltara sebanyak 2 orang yaitu di Kabupaten Bulungan dan  Nunukan, untuk kabupaten lain pengendalian hama dan penyakit pengamatan OPT di lapangan dibantu oleh Petugas Penyuluh Lapangan.

901111-12_01022020_1580534979_tabel-1

Salah satu pelaksanaan kegiatan Gerdal di kelompok tani Mulyo di desa Panca Agung Kec. Tanjung Palas Utara. Kasubdit TPH kab. Bulungan (Bapak Andik Wahyunarto) sebagai koordinator pelaksana, materi Gerdal OPT Cabai disampaikan oleh Bapak Agus sebagai petani maju di kab. Bulungan yang sudah menerapkan budidaya ramah lingkungan antara laian : (1) Persiapan Lahan (Pemberian pupuk dasar, pengapuran, dan pemasangan mulsa); (2) Pembibitan; (3) Penanaman; (4) Perawatan; dan (5) Panen. Praktek pembuatan bahan untuk budidaya ramah lingkungan antara lain :

  1. MOL (Mikro Organisme Lokal) dengan bahan seperti hati batang pisang (ares), Daun gamal, sabut kelapa, pupuk kandang mentah dan EM4.
  2. POC ( Pupuk Organik Cair) dari bahan enceng gondok, daging ikan, nanas/pepaya dan gula.
  3. Bakteri Fotosintesis dari bahan MSG/vetsin, telur ayam dan air kolam ikan.

Pelaksanaan Gerdal Cabai diakhiri dengan penerapan PHT di lahan cabai dengan menyemprotan pestisida nabati.  
Selain cabai dan bawang merah, potensi pengembangan komoditas hortikultura di Kab. Bulungan Provinsi Kaltara adalah Jambu air Hijau Madu varietas Jidhu. Deskripsi Jambuair secara rinci terlampir.