REKOMENDASI PENGENDALIAN OPT ANGGREK DI KELOMPOK TANI ANGGREK KOTA KENDARI
1456 Pembaca

01-02-2020



Permasalahan:
Kelompok Tani Anggrek Kota Kendari (KT Mowila Wekoila, Wekoila dan KT Wulaa Morini) Provinsi Sulawesi Tenggara.Tanaman Anggrek yang rentan terhadap OPT adalah jenis Anggrek Hybrida (Dendrobuium sp dan Arachnis), sedangkan jenis Anggrek Species (Grammathophyllum scriptum, Phalaenopsis amabilis dan Vanda batemmanii) lebih tahan terhadap OPT.

OPT yang menjadi permasalahan  :

  • Hama sejenis kepik / kumbang kuning yang dapat terbang menyerang bunga dengan gejala bunga anggrek akan hancur dan membusuk dan bila dibuka kuntum bunganya terdapat larva yang berbentuk ulat, yang warnanya sama dengan warna kuntum bunga anggrek yang diserang. Pengendalian yang dilakukan dengan cara menggunting tangkai bunga dan membakarnya, namun hama tersebut akan muncul kembali, pengendalian terakhir dengan pestisida dengan Decis dilakukan sejak muncul primordia bunga dan hasilnya cukup efektif, hama ini menyerang pada semua jenis anggrek Hibrida utama  Dendrobium dan Vanda douglas. Intensitas serangan hama ini bisa mencapai 90% bahkan bunga akan rusak total apabila tidak dikendalikan dengan serius maka produksi akan turun.
  • Siput Telanjang : Yang diserang daun dan bunga, hama ini akan merusak daun dan merusak bunga. Pengendalian dengan cara menuai pada malam hari/pada pagi hari. intensitas serangan cukup tinggi mencapai 50% dan produksi bunga akan menurun.

Penyakit :

901111-12_04022020_1580828856_anggrek_1

Jenis Penyakit yang menyerang adalah busuk daun dan batang, tanaman akan busuk seperti direbus dari daun sampai batang dan tanaman akan mati, utamanya pada tanaman muda/remaja yang baru mulai berbunga. intensitas serangan sebesar 5%, sehingga masih dapat dikendalikan.

Kesimpulan :
Dari Gejala yang kami amati di lapangan bahwa tingkat serangan hama yang tinggi adalah serangan kumbang/ kepik kuning, selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah serangan siput dan siput telanjang. Serangan Penyakit intensitasnya masih ringan sehingga masih dapat diatasi. serangan berikutnya adalah kerusakan bunga akibat musim. bila kita melihat secara visual tidak terlihat hama pada bunga yang rusak, hal ini dugaan sementara bahwa kerusakan bunga diakibatkan oleh musim.

Saran :

  • Kami sangat membutuhkan pendamping / PPL yang berpengalaman dalam mengambil langkah - langkah dalam PHT dan memiliki spesifikasi disiplin ilmu sesuai dengan bidang yang dibina.
  • Kami sangat mengharapkan masukan berupa inovasi baru, sebagai terobosan untuk memajukan usaha tani tanaman hias yang sedang kami usaha tanikan.

Rekomendasi Pengendalian OPT Anggrek secara Umum :

  • Fisik
    Media tumbuh disucihamakan dengan uap air panas agar tanaman bebas dari OPT yang dapat ditularkan melalui media tumbuh. Untuk menghindari penularan virus, usaha sanitasi harus dilakukan meliputi sterilisasi alat-alat potong. Setelah dicuci bersih alat-alat potong dipanaskan dalam oven pada suhu 149oC selama 1 jam.
  • Mekanis
    Pengendalian secara mekanis dilakukan bilamana serangga hama dijumpai dalam jumlah terbatas. Misalnya pada pagi dan sore hari kumbang gajah dapat dijepit dengan jari tangan dan dimatikan. Demikian pula kutu tempurung pada daun anggrek dapat didorong dengan kuku, tetapi harus dilakukan secara hati-hati lalu dimatikan. Pengendalian secara mekanis juga dilakukan pada bagian tanaman yang menunjukkan gejala serangan penyakit, yaitu dengan memotong dan memusnahkan bagian tanaman yang terserang.
  • Kultur Teknis
    Pemeliharaan tanaman yang baik dapat meningkatkan kesehatan tanaman, sehingga tanaman dapat tumbuh lebih subur. Penyiraman, pemupukan dan penambahan atau penggantian media tumbuh dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Secara tidak langsung pemeliharaan yang berkelanjutan dapat memantau keadaan tanaman dari serangan OPT secara dini.
    Penyiraman dilakukan apabila diperlukan dan dilakukan pagi hari sehingga siang harinya sudah cukup kering. Pelihara tanaman dari serangan atau kehadiran serangga yang dapat menjadi pembawa atau pemindah penyakit. Udara dalam pertanaman sebaiknya dijaga agar tidak terlalu lembab, sehingga penyakit tidak mudah berkembang.
    Tanaman yang baru atau diketahui menderita penyakit diisolasi selama 2-3 bulan, sampai diketahui bahwa tanaman tersebut betul-betul sehat. Tanaman yang akan dibudidayakan sebaiknya juga berasal dari induk yang telah diketahui bebas penyakit.
  • Kimiawi
    Untuk pengendalian OPT anggrek dapat dipilih jenis pestisida yang tepat sesuai dengan organisme pengganggu tumbuhan yang akan dikendalikan. Formulasi pestisida dapat berupa cairan (emulsi), tepung (dust) pasta ataupun granula. Konsentrasi dan dosis penggunaan biasanya dicantumkan pada tiap kemasan. Sebagai pencegahan, pot atau wadah lainnya, alat-alat seperti pisau dan gunting stek, sebaiknya setiap kali memakai alat-alat tersebut, disucihamakan dengan formalin 2 % atau desinfektan lainnya.
  • Hayati
    • Predator tungau : Phytoseiulus persimilis Athias Heniot dan Typhodiromus sp. (Phytoseiidae)
    • Predator kutu daun : Kumbang Koksi (Coccinelidae), lalat Syrpidae, dan laba-laba Lycosa sp.
    • Predator kutu putih : Scymnus apiciflavus.
    • Parasitoid Thrips : Famili Eulophidae
    • Parasitoid kutu daun : Aphidius sp. dan Encarsia sp.
    • Parasitoid pengorok daun Gonophora xanthomela : Achrysocharis promecothecae (Eulophidae).
    • Pemanfaatan agens antagonis Trichoderma sp., Gliocladium sp. dan Pseudomonas fluorescens untuk penyakit layu Fusarium sp. dan Ralstonia solanacearum

Pengendalian Kumbang Moncong (Orchidophilus aterrimus Wat) Rekomendasi BALITHI  :

901111-12_04022020_1580828866_anggrek_2

  • Furadan 3 G ditabur disela-sela daun;
  • Insektisida : Imidacloprid
  • Umumnya  aphids, mealybugs and scales  dikendalikan dengan pestisida yang sama  (Cygon, Meta-systox-R, Orthene, Furadan, Diazinon, Vydate, Temik dan  Enstar).
  • Pengendalian  mealybugs and scales  sangat sulit terutama  karena adanya lapisan lilin dan tempurung yang melindungi serangga dari ekpose ke pestisida. Untuk mengatasi hal ini :  pestisida  yang sistemik  yang diperoleh pada saat makan lebih efektif daripada racun kontak.

Pengendalian Siput (Vaginula bleekeri) atau (Filicaulis bleekeri) Rekomendasi DITLIN HORTI :

  1. Tanaman Inang
    Selain menyerang anggrek, juga merusak pesemaian sayuran seperti kol, sawi, tomat dan tembakau.
  2. Gejala Serangan
    Gejala serangan mirip Parmarion. Siput menyerang tanaman pada waktu malam hari. Bagian tanaman yang diserang adalah daun dan pucuk-pucuknya.
  3. Biologi
    Bentuk siput seperti lintah, berwarna coklat keabuan, pada punggungnya terdapat bercak-bercak coklat tua yang tidak teratur dan ada sepasang garis memanang, panjang tubuh + 5 cm.
  4. Pengendalian
    Predator Siput Achatina fulica : Gonaxis sp., Euglandina sp., Lamprophorus sp., dan bakteri Aeromonas liquefacicus. Keong besar atau yang kecil dengan mudah dapat ditangkap pada malam hari dan dimusnahkan. Dengan membersihkan sampah dan gulma, maka keong tidak mempunyai kesempatan untuk bersarang dan bersembunyi.

Pengendalian Siput Setengah Telanjang (Parmarion sp) Rekomendasi DITLIN HORTI :

901111-12_04022020_1580828874_anggrek_3

Siput dewasa berukuran 10 - 12 mm, diameter 14 - 18 mm dengan 5 - 6 alur-alur lingkaran, solid, buram, berwarna cokelat kemerahan, atau hijau kekuningan, kadang-kadang mempunyai strip cokelat kemerahan sekeliling bagian luarnya. Siput memiliki cangkang yang kecil dan sedikit menonjol, berukuran panjang 5 cm, berwarna cokelat kekuningan atau cokelat keabuan. Pada siang hari siput bersembunyi di tempat yang teduh, dan aktif mencari makan pada malam hari.


Pengendalian :

Predator Siput Achatina fulica : Gonaxis sp., Euglandina sp., Lamprophorus sp., dan bakteri Aeromonas liquefacicus. Keong besar atau yang kecil dengan mudah dapat ditangkap pada malam hari dan dimusnahkan. Dengan membersihkan sampah dan gulma, maka keong tidak mempunyai kesempatan untuk bersarang dan bersembunyi.

PENGENDALIAN PENYAKIT PADA ANGGREK (BAKTERI DAN JAMUR) REKOMENDASI BALITHI :

  1. Bakteri tidak dapat dikendalikan secara langsung. Tindakan budidaya dan higienis terutama terhadap Erwinia sp.
  2. Menegah penularan melalui air. Jarak tanam jangan terlalu rapat . Penyiraman harus hati-hati sehingga daun tetap kering.
  3. Mencegah terjadinya pelukaan pada daun , karena akan menjadi tempat masuknya inokulum.
  4. Tanaman yang bergejala harus dipindahkan ke tempat lain.
  5. Jika gejala belum meluas, daun yang sakit dapat dipotong.
  6. Keadaan stres seperti , perubahan suhu dan cahaya matahari, atau kebanyakan pupuk N, harus dicegah.
  7. Mencuci tangan , desinfeksi tempat kerja., meja, alat-alat dan air, harus disterilkan.
  8. Senyawa tembaga oksida , kristal tembaga oksi krorida (COC) mempunyai efek penghalang mekanik pada permukaan tanaman. 2 ppm, chloride dioxide dapat dicampur dengan air siraman.
  9. Asam benzoat juga dapat digunakan sebagai desinfektan dengan cara dituangkan ke tanaman.

PENGENDALIAN PENYAKIT YANG DISEBABKAN VIRUS (DIREKOMENDASIKAN OLEH BALAI PENELITIAN TANAMAN HIAS) :

  1. Benih sehat (asal biji atau meriklon) perlu sistem sertifikasi dan metode deteksi yang Handal.
  2. Varietas resisten (kalau ada) (alami atau hasil rekayasa genetik).
  3. Isolasi tanaman sakit.
  4. Proteksi silang.
  5. Karantina.
  6. Pencegahan penularan melalui Pot bekas, media tanam bekas, gunting/pisau pangkas, rokok, dll.
  7. Desinfeksi peralatan: 3 % Na3PO4 + (SDS).