SOSIALISASI AGEN HAYATI UNTUK PENGENDALIAN OPT RAMAH LINGKUNGAN
171 Pembaca

15-09-2021



Senin (13/09) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menggelar acara Sosialisasi Perbanyakan dan Pemanfaatan Agen Hayati dalam rangka mendukung gerakan pengendalian OPT secara ramah lingkungan bagi perwakilan petani hortikultura di Aula Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Rasau Jaya yang diikuti oleh pewakilan petani di Desa Rasau Jaya Satu, Rasau Jaya Dua, Rasau Jaya Tiga, Rasau Jaya Umum, Bintang Mas, dan Pematang Tujuh.

 

Materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah mengenai Teknik Perbanyakan dan Pemanfaatan Agen Hayati Trichoderma di media padat maupun di media cair.  Seksi Perlindungan Hortikultura menghadirkan narasumber Kepala Laboratorium Pengamatan Hama Penyakit (LPHP) Pontianak, M. Rawi, SP beserta tim. Para petugas POPT dan PPL se-Kecamatan Rasau Jaya turut hadir menjadi fasilitator untuk mendampingi peserta selama acara sosialisasi berlangsung.

 

Kepala Seksi Perlindungan Hortikultura, Odilo Tarigasa, juga menyampaikan mengenai maksud dan tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk menfasilitasi para petani hortikultura di Kabupaten Kubu Raya untuk memahami lebih dalam tentang agen hayati terlebih dalam hal perbanyakan dan pemanfaatannya dalam mengendalikan hama penyakit tanaman. Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah peserta dapat mengenal beberapa jenis agen hayati serta OPT sasaran yang dapat dikendalikan, peserta dapat membuat media perbanyakan agen hayati Trichoderma sendiri baik di media padat dan cair, serta terampil dalam melakukan inokulasi/ penanaman agen hayati Trichodema pada media perbanyakan yang telah dibuatnya bersama kelompok kerja. Sosialisasi ini dilakukan dengan melibatkan partisipasi peserta untuk praktek langsung dalam persiapan alat dan bahan, pencampuran bahan untuk media perbanyakan, inokulasi, hingga praktek simulasi pemanfaatan agen hayati tersebut ke tanaman baik untuk formulasi padat maupun cair.

 

Peserta nampak antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga sesi terakhir rencana tindak lanjut. Berdasarkan testimoni yang diberikan, peserta merasa sosialisasi ini menyediakan informasi yang cukup jelas untuk dapat mereka terapkan di lahan pertaniannya. Salah satu peserta, Sudarno, mengungkapkan keinginannya agar kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara rutin agar petani semakin familiar dengan penggunaan agen hayati. Ia juga berharap pendampingan jika mereka nantinya akan memperbanyak sendiri agen hayati yang sudah mereka pelajari. Hal ini ditanggapi oleh Koordinator Penyuluh Kecamatan Rasau Jaya dan Seksi Pelindungan Hortikultura yang siap untuk mendampingi petani dalam pemanfaatan agen hayati di tingkat lapang.

 

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Bidang Hortikultura, Asfiansyah, S.TP., memberi arahan terhadap konsep pelindungan hortikultura yang harus berwawasan lingkungan, ramah lingkungan adalah kunci untuk menjaga produktivitas tanaman karena hal ini dapat meningkatkan daya dukung lingkungan bahkan ini juga bagian dari upaya mitigasi Dampak Perubahan Iklim (DPI) di sektor pertanian hortikultura.

 

Berkaitan dengan hal tersebut, Direktur Perlindungan Hortikultura, Inti Pertiwi menyatakan Ditjen Hortikultura siap mendukung pengelolaan OPT di lapangan sesuai prinsip Pengelolaan Hama Terpadu (PHT).

“Saat ini kami sedang berupaya memperkuat kelembagaan perlindungan hortikultura di lapangan, khususnya laboratorium pengamatan hama dan penyakit, laboratorium agens hayati dan Klinik PHT," kata Inti. Klinik PHT tersebut, lanjut dia, berhubungan langsung dengan petani, sehingga diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik. Acara sosialisasi diakhiri dengan pembagian sertifikat atas partisipasinya sebagai peserta dan foto bersama.

 

Ditulis oleh : Magdalena Tillmans, SP

POPT Ahli Muda,

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kubu Raya