ARTIKEL
Kebijakan Perlindungan Hortikultura Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan di Era Digitalisasi 4.0 19 Pembaca
18-01-2022

A. PENDAHULUAN Pengembangan hortikultura di masa yang akan datang salah satunya diarahkan adalah pengembangan hortikultura yang berorientasi lingkungan. Penggunaan input produksi anorganik perlu diimbangi dengan pengembangan sistem produksi ramah lingkungan. Petani perlu mendapat pendampingan penerapan sistem produksi ramah lingkungan terutama dalam menghasilkan bahan organik secara mandiri. Potensi bahan organik berasal dari jasad renik untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan bahan anorganik cukup besar. Pelatihan maupun workshop produksi bahan pengendalian OPT dan pupuk organik merupakan salah satu solusi yang dapat ditempuh. Pengembangan sistem produksi ramah lingkungan dapat mengadopsi pola training for trainer dimana kelompok tani yang telah mendapat edukasi menjadi agen pemasyarakatan produksi ramah lingkungan. Penerimaan pasar terhadap produk hortikultura ramah lingkungan cukup baik d

Selanjutnya
Ekstrak Mimba dan Minyak Selasih Dorong Produksi Hortikultura Aman dan Ramah Lingkungan 124 Pembaca
29-07-2021

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menginginkan ketersediaan hortikultura di masa pandemi Covid 19 ini tetap terjamin. Pangan harus cukup dan sehat. Selain itu kualitas produk hortikultura harus mampu berdaya saing. Tak hanya merajai pasar lokal namun juga pasar ekspor. Pembentukan kampung hortikultura merupakan upaya untuk mengkonsentrasikan komoditas agar mudah memonitor pencapaian tersebut.   Salah satu musuh nyata budidaya hortikultura, khususnya buah adalah serangan lalat buah. Banyak komoditas buah-buahan yang terhambat ke pasar ekspor dikarenakan keberadaan OPT ini. Solusi yang dilakukan umumnya dengan pemberian pestisida. Sayangnya dalam beberapa kondisi, pestisida yang diberikan lebih banyak menggunakan pestisida kimiawi ketimbang nabati.   “Kondisi pemakaian pestisida kita cukup memp

Selanjutnya
Sokong Produk Hortikultura Berkualitas, Dirjen Hortikultura Ajak Petani Manfaatkan Pestisida Nabati 579 Pembaca
07-07-2021

Jakarta - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo selalu menginginkan jajarannya tetap bekerja seoptimal mungkin guna melakukan pengawalan terhadap komoditas hortikultura meski di tengah pandemi Covid-19. Walaupun kegiatan pertemuan langsung dikurangi, Ditjen Hortikultura tetap memfasilitasi bimbingan teknis (bimtek) kepada petugas maupun petani. Kali ini bimtek mengambil tajuk Pengelolaan OPT Hortikultura Ramah Lingkungan melalui Penerapan PHT. Bimtek tersebut diikuti oleh 1000 orang dalam zoom meeting dan 2545 viewers pada channel Youtube Pustaka Kementan.   Sejauh ini permintaan produk hortikultura di Indonesia sangat tinggi, baik untuk dalam negeri maupun ekspor. Kondisi yang terjadi di lapangan, pelaku usaha sering mengalami kesulitan karena keterbatasan volume produksi dan akses lokasi sentra produksi. Melalui program Gerakan Mendorong Daya Saing dan Ramah Lingkungan Hortiku

Selanjutnya
Punya Omset 200 Juta Per Bulan, Petani Milenial Ini Terapkan Budidaya Ramah Lingkungan 292 Pembaca
21-05-2021

Semarang - (20/05/2021) Pemasaran online Sayuran Organik Merbabu (SOM) patut diacungi dua jempol, pasalnya perusahaan milik petani milenial itu terus melebarkan sayap untuk memenuhi permintaan sayuran organik di berbagai daerah dari Jawa hingga Kalimantan. Seperti diketahui, sayuran organik ini disinyalir sebagai bahan makanan paling berkualitas saat pandemi Covid-19 sehingga menjadi salah satu kebutuhan yang ramai diburu konsumen.   Bersama anggota kelompok tani Citra Muda, usaha milik Sofyan Adi ini mampu beromset 200 juta rupiah per bulan. Kesuksesan ini tidak terlepas dari dukungan penuh Kementerian Pertanian (Kementan) melalui bimbingan teknis dan berbagai bantuan kebutuhan operasional usaha tani seperti alsintan, cold storage, bangsal pasca panen dan klinik tanaman.   Direktorat J

Selanjutnya
Light Trap, Teknologi Pengendali Hama Jadikan Enrekang Semakin Eksotis dan Hasilkan Bawang Merah Kualitas Ekspor 259 Pembaca
27-04-2021

Jakarta-Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura , Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto mengatakan keindahan Kabupaten Enrekang di malam hari tak kalah indahnya dengan berbagai kota besar di dunia.Anton bahkan membandingkan kota Las Vegas Amerika Serikat yang menyuguhkan pemandangan lampu gemerlap atau Cape Town yang disebut-sebut sebagai salah satu kota terindah di Benua Afrika, karena kerlap kerlip lampu kota yang menghiasi malam, ternyata masih kalah jika disandingkan dengan indah dan eksotisnya lahan bawang merah di Enrekang di malam hari.“Kota Las Vegas di Amerika serikat, Kota Cape Town di Afrika, atau kota romantis Paris Perancis itu wajar jika dipenuhi gemerlap lampu di malam hari, namanya juga kota besar. Tapi kalau di Enrekang ini beda, dia unik dan menakjubkan, karena anda akan disuguhkan keindahan light trap, yaitu teknologi pengendali hama sekaligus berfungsi ssbagai penerang di malam hari. Di samping itu, di

Selanjutnya
Tingkatkan Kemampuan Petugas Lapang, Direktorat Perlindungan Hortikultura 122 Pembaca
21-01-2020

  Dalam upaya peningkatan subsistem pelaku perlindungan hortikultura, Direktorat Perlindungan Hortikultura menyelenggarakan kegiatan orientasi lapang pengenalan dan pengendalian OPT yang diadakan di DI Yogyakarta pada tanggal 2-5 Desember 2019. Kegiatan tersebut merupakan sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan petugas perlindungan hortikultura khususnya di bidang pengelolaan OPT sayuran dan

Selanjutnya
Kementan Respon Cepat terhadap Penanganan Dampak Penomena Iklim di Kawasan 135 Pembaca
21-01-2020

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus sigap dan tanggap cepat dalam mendukung pengamanan produksi cabai dan kehilangan hasil akibat dampak perubahan iklim (kekeringan). Berdasarkan hal tersebut Direktorat Perlindungan Hortikultura bersama tim langsung turun ke lapangan melakukan pendampingan dan memberikan bantuan APBN dengan cara memfasilitasi kelompok tani (KT)/gabungan kelompok tani (Gapoktan) berupa sarana penanganan Dampak Penomena Iklim (DPI) seperti Bantuan Pompa, Benih cabai tahan kekeringan, bahan pengendali OPT ramah lingkungan di kawasan cabai.Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf saat ditemui di Ruang Kerjanya Kantor Ditjen Hortikultura Pasar Minggu Jakarta menjelaskan, Kekeringan merupakan bentuk dampak perubahan iklim (DPI) yang hampir setiap tahun terjadi, terutama di daerah rawan  kekeringan. Bencana kekeringan cenderung terus meningkat, baik frekuensi, intensitas dan distribusi kejadiannya. Kej

Selanjutnya
Klinik PHT Agro Mandiri di Kab Hulu Sungai 168 Pembaca
21-01-2020

Adalah Kelompok Tani Agro Mandiri yang berlokasi di Desa Wasah Hulu Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan telah menerapkan PHT di lahan usahataninya yaitu komoditas hortikultura maupun tanaman pangan yang ditanam secara bergantian. Untuk mendukung penerapan PHT, maka pada tahun 2015 berdiri Klinik PHT Agro Mandiri dengan Ketua Bp. Ahmad Suryadi. Dengan sarana yang terbatas klinik tersebut dapat membuat pestisida nabati dari daun sirsak dan PGPR dari akar bambu. Keberadaan klinik PHT berfungsi sebagai tempat konsultasi bagi para petani apabila ada permasalahan di lapangan terutama dalam pengendalian OPT secara ramah lingkungan. Hal ini sangat membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok maupun petani dise

Selanjutnya
Pertemuan Pengendali OPT Wilayah LPHP Sukarami, Provinsi Sumatera Selatan 301 Pembaca
21-01-2020

Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit Tanaman (LPHP) merupakan institusi perlindungan tanaman di tingkat lapangan di bawah pembinaan dan koordinasi UPT BPTPH di tingkat Provinsi. LPHP berperan sebagai pusat pengembangan teknologi terapan perlindungan berbasis Pengendalian Hama Terpadu (PHT). LPHP Sukarami merupakan salah satu dari 4 (empat) LPHP di Provinsi Sumatera Selatan yan

Selanjutnya