ARTIKEL
Evaluasi Efektivitas Pestisida Nabati untuk Mengendalikan Hama dan Penyakit Tanaman 101 Pembaca
28-04-2022

Pestisida nabati adalah senyawa alami yang diolah atau diekstrak dari bagian-bagian tumbuhan seperti daun, biji, buah, batang, umbi, atau akar yang bersifat toksik bagi OPT tanaman. Pestisida jenis ini umumnya dapat dibuat dalam skala kecil atau rumahan (homemade) sehingga sering menjadi alternatif murah bagi petani tradisional untuk mengendalikan serangan OPT di lahannya. Efektivitas dari pestisida nabati yang diproduksi sendiri oleh petani tradisional sering kali berbasis kepercayaan dan testimoni. Beberapa studi evaluasi secara empiris terkait bahan aktif dari pestisida nabati memberikan hasil uji yang variatif tergantung pada jenis bahan aktif, konsentrasi bahan aktif, preparasi atau pengolahan menjadi pestisida nabati, cara pengujian, dan situasi di lapangan.1 Secara global, ada lebih 2.500 spesies tanaman dari 235 famili yang dilaporkan dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati.1 Beberapa molekul bioaktif

Selanjutnya
UPT Perlindungan TPH Kalimantan Barat Adakan Bimbingan Pembuatan Pestisida Nabati 109 Pembaca
17-03-2022

Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat melalui UPT Perlindungan TPH Kalbar mendukung peran perempuan untuk ikut andil dalam menghadirkan ketahanan pangan keluarga melalui kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Dan sebagai bentuk salah satu dukungan terhadap kegiatan tersebut, Senin, 14 Maret 2022 UPT Perlindungan TPH Kalbar memberikan bimbingan dan pelatihan pengendalian OPT Hortikultura ramah lingkungan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Usaha Tani II, Desa Sungai Nipah, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah. Pada kegiatan ini para ibu-ibu anggota kelompok wanita tani diajarkan bagaimana membuat pestisida nabati yang dapat mengendalikan OPT yang kerap menyerang tanaman sayuran.Pestisida nabati adalah salah satu alternatif pengendalian OPT yang aman digunakan. Proses pembuatannya pun tidak sulit serta dibuat dengan menggunakan bahan baku y

Selanjutnya
Mulsa pada Tanaman Semangka Tanpa Biji (Citrullus vulgaris) 921 Pembaca
01-02-2020

Tanaman semangka (Citrullus vulgaris L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura dari famili Cucurbitaceae (labu-labuan) yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi, terutama jenis semangka tanpa biji. Untuk itu, budidaya semangka tanpa biji dapat dijadikan salah satu alternatif sumber pendapatan di samping tanaman hortikultura lainnya. Budidaya tanaman semangka tanpa biji di Indonesia masih terbatas untuk memenuhi pasaran dalam  negeri. Padahal terbuka peluang yang sangat luas bahwa semangka dapat diekspor ke luar negeri, sebab kondisi alam Indonesia sesungguhnya lebih menguntungkan daripada kondisi alam negara produsen lain di pasaran Internasional. Permintaan pasar dunia akan semangka mencapai 169.746 ton. Sampai saat ini Indonesia mendapat peluang ekspor semangka cukup besar yaitu 1.000 ton per tahun (Ashari, 1995).

Selanjutnya
Memasyarakatkan Pengembangan Pestisida Nabati Sebagai Alternatif Pengendali 327 Pembaca
01-02-2020

Dalam pengendalian biologi, penelitian dan kajian mengenai agens hayati (virus, bakteri, cendawan dan serangga) dan biopestisida telah banyak dilakukan. Namun demikian, agens hayati dan biopestisida sebagai salah satu alternatif sarana pengendalian OPT pada tanaman hortikultura masih dirasakan kurang/belum secara optimal dalam penerapannya. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan petugas perlindungan dan petani dalam usaha  pengembangan dan pemanfaatannya, serta kurangnya sarana prasarana untuk eksplorasi, identifikasi, maupun pengawasan mutu agens hayati.Pengendalian biologi lebih menekankan pada usaha perlindungan tanaman yang memanfaatkan musuh alami daripada penggunaan pestisida. Penggunaan pestisida secara berlebihan dan tidak bijaksana dapat mendorong terjadinya resistensi, resurjensi, serangga hama sasaran, terbunuhnya musuh alami dan residu pestisida yang mungkin melebihi batas maksimum yang ditetapkan, se

Selanjutnya
Cara Pembuatan Pestisida Nabati Dari Tanaman Kunyit (Curcuma domestica) 2292 Pembaca
31-01-2020

Cara Pembuatan Pestisida Nabati Dari Tanaman Kunyit (Curcuma domestica)Ekstrak KunyitBahan dan Alat : 20 gram parutan rimpang kunyit, 200 ml urine sapi, 2-3 liter air, 8-12 ml diterjen dan Ember (alat/tempat)Cara Pembuatan :Rendam parutan kunyit dalam urine sapi kurang lebih (24 jam) lalu SaringCara Penggunaan :Tambahkan 2 – 3 liter air. Tambahkan diterjen, kemudian aduk hingga rata. Semprot ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hariOPT Sasaran :Kutudaun, ulat tanah, ulat jengkal, belalang, tungau, penggerek batang Embun tepung(sumber : Setiawati, R. Murtiningsih, N. Gunaeni, dan T. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), Balai Penelitian Tanaman Sayuran)

Selanjutnya
Lima Kelompok Pengendali Hayati atau Bio Pestisida Alami 313 Pembaca
29-01-2020

Kelompok tumbuhan insektisida nabati, adalah kelompok tumbuhan yang menghasilkan pestisida pengendali hama insekta. Contoh tumbuhan dari kelompok ini adalah: piretrium, aglaia, babadotan, bengkuang, jaringau, sirsak, saga, srikaya,  sereh, Kelompok tumbuhan antraktan atau pemikat, adalah tumbuhan yang menghasilkan suatu bahan kimia yang menyerupai sex pheromon pada serangga betina. Bahan kimia tersebut akan menarik serangga jantan, khususnya hama lalat buah dari jenis Bactrocera dorsalis. Contoh tumbuhan dari kelompok ini adalah: daun wangi dan selasih.

Selanjutnya
Resep Bio Pestisida Nabati 640 Pembaca
28-01-2020

Tanaman Aromatik/atraktan disebabkan mengandung methyl euganol untuk penjebak Lalat buah/serangga : Selasih (Ocimum.sp) dan Melaleuca Bracteata. Pestisida dari ikan mujair dapat mengatasi hama tanaman terong dan pare. Cara membuat pestisida organik dari ikan mujair : 1 kg ikan mujair dari empang, dimasukkan ke plastik, dibiarkan selama 3 hari. Kemudian direbus dengan dua liter air selama dua jam dan disaring. Dapat digunakan secara langsung atau ditambahkan tembakau dahulu. Pestisida organik lainnya dapat diperoleh dari biji mahoni, kunyit, jahe, serai dan cabe. Pembuatannya dengan dihaluskan, diberi air, diperas dan disaring. Untuk cabe saat penyemprotan harus hati-hati jangan sampai berbalik arah mengenai manusia. Pestisida dari mahoni untuk mengatasi hama tanaman terong dan pare. Kunyit, jahe, sera

Selanjutnya
Fungsi Pestisida Nabati 204 Pembaca
28-01-2020

Pestisida nabati dapat membunuh atau mengganggu serangan hama dan penyakit melalui cara kerja yang unik, yaitu dapat melalui perpaduan berbagai cara atau secara tunggal.Cara kerja pestisida nabati sangat spesifik, yaitu : merusak perkembangan telur, larva dan pupa menghambat pergantian kulit mengganggu komunikasi serangga menyebabkan serangga menolak makan menghambat reproduksi serangga betina mengurangi nafsu makan memblokir kemampuan makan serangga mengusir serangga menghambat perkembangan patogen penyakit.

Selanjutnya