ARTIKEL
Perbanyakan Benih Pisang Sehat 165 Pembaca
01-02-2020

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil buah tropis yang memiliki keanekaragaman dan keunggulan cita rasa bila dibandingkan dengan buah-buahan dari negara-negara penghasil buah tropis lainnya. Produksi buah tropika nusantara terus mengalami peningkatan, pada tahun 2005 produksinya sebesar 14.786.599 ton dan pada tahun 2009 produksi buah mencapai 18.653.900 ton.  Dari total produksi tersebut, pisang menduduki produksi peringkat pertama diikuti mangga dan jeruk. Produksi pisang pada tahun 2009 sebesar 6.373.533 ton atau berkontribusi  sebesar 34 persen terhadap produksi buah nasional. Total areal pertanaman pisang adalah yang paling luas dan tertinggi produksinya dibandingkan dengan areal tanam dan produksi komoditas buah lainnya.Sumbangan produksi buah pisang di Indonesia masih mendominasi produksi buah nasional meskipun dari tahun ke tahun ada kecenderungan prosentasenya menurun, bahkan Pisang juga merupakan unggulan ekspor utama

Selanjutnya
Merintis Produk Sayuran Organik Disulawesi Selatan 197 Pembaca
01-02-2020

 Dengan semakin menguatnya pola hidup sehat dengan pangan sehat, dproduk pangan organik, khususnya produk pangan segar semakin banyak dicari oleh konsumen.  Peluang ini merupakan tantangan bagi para petani organik yang sudah banyak dijumpai di banyak wilayah, dengan mengembangkan usaha tani organiknya dengan penambahan luas kebun dan ragam komoditasnya. Sulawesi Selatan merupakan salah satu propinsi yang sedang grncar gencarnya menggalakan pengembangan hortikultura organik khususnya sayuran di Sulawesi Selatan.  Sebagai dentuk dukungan, pemerintah melalui Kementerian Pertanian  telah mengalokasika

Selanjutnya
Peduli Lingkungan Lestari dan Produk Hortikultura Aman Konsumsi 192 Pembaca
01-02-2020

enggunaan pupuk kimia yang berlebihan dan tidak berimbang serta pestisida sintetik yang tidak terkendali dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan akibat buruk terhadap lingkungan, tanah dan tanaman itu sendiri. Pupuk dan pestisida kimia yang diaplikasikan secara terus menerus dapat mengakibatkan tanah menjadi keras dan bersifat lebih asam, serangan hama penyakit tanaman meningkat dan menjadi lebih resisten, timbulnya residu pada hasil produksi, air tanah dan udara tercemar, serta mengganggu keseimbangan ekosistem. Sebaliknya, apabila petani menerapkan teknik budidaya ramah lingkungan tanah menjadi sehat karena mikroba tanah berkembang dengan baik, unsur hara, air dan udara yang dibutuhkan tanaman dapat terserap secara optimal, tanaman menjadi subur, produksi meningkat dan aman konsumsi.

Selanjutnya
Banyuwangi Sentra Baru Bawang Putih Nasional 174 Pembaca
31-01-2020

Banyuwangi — Percepatan gaung bawang putih semakin nyata dengan bertambahnya calon sentra baru di Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, Propinsi Jawa Timur.Dengan luasan 116 ha berlokasi di Desa Taman Sari, Dirjen Hortikultura Spudnik Sujono merasa terharu dengan suksesnya CV Sinar Padang Sejahtera melaksanakan amanat RIPH sesuai Permentan 38 tahun 2017. Ketentuan ini mewajibkan importir menanam 5 persen dari kuota impor yang diajukan.“Saya pertama kali datang ke sini dikawal Direktur STO (Sayuran dan Tanaman Obat). Saya terharu, bangga, melalui medan yang cukup kuat ternyata berhasil. Pak Camat, Danramil, Dinas dan BPTP mohon ini didukung, dipandu. Ini adalah regulasi untuk memproduksi”, ucap Spudnik Sujono saat menerima pertanyaan wartawan nasional pada (22/2) lalu.Disebutkan oleh Dirjen bahwa selama ini Indonesia kerap mengimpor. Tiap tahun Indonesia mengimpor sebanyak 500.000 ton. Produksi dalam negeri selama ini

Selanjutnya
Mangga Organik Sejahterakan Petani Pasuruan Jawa Timur 213 Pembaca
31-01-2020

Salah satu sentra produksi mangga terletak di Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur.  Luas kebun mangga di Kabupaten Pasuruan sekitar 2.000 hektar. Hamparan tanaman mangga dengan mudah dapat kita temui disana. Bahkan setiap rumah tangga, halaman rumahnya ditanami pohon mangga.  Jenis tanaman mangga yang dibudidayakan bervariasi antara lain Harumanis, Golek, Garifta, dan Gadung.  Namun yang paling dominan adalah jenis mangga Gadung Klon 21 atau popular dikenal dengan sebutan Mangga Alpukat. Kebun mangga Kelompok Tani Kerto Sari 4 seluas sekitar 50 ha berlokasi di Desa Oro-Oro Rombo Wetan.  Salah satu anggota kelompok tani tersebut adalah Wari yang memiliki kebun seluas 2 hektar dengan jumlah tanaman mangga sekitar 20

Selanjutnya
Hasilkan Sayuran Aman Konsumsi, Petani di Mamuju dan Mateng Lakukan Pengend 306 Pembaca
31-01-2020

Provinsi Sulawesi Barat merupakan pengembangan Provinsi Sulawesi Selatan, dibentuk pada tanggal 5 Oktober 2004 berdasarkan UU No. 26 Tahun 2004. Luas wilayahnya sekitar 16.796,19 km, terletak paling barat dari Kepulauan Sulawesi. Secara administratif provinsi ini terdiri dari 6 (enam) kabupaten, dengan Mamuju sebagai ibukota provinsi. Kabupaten Mamuju dan Mamuju Tengah yang mayoritas masyarakatnya petani dan peternak hewan merupakan daerah yang didorong untuk pengembangan sayuran, sehingga dapat memenuhi kebutuhan lokal dan harga sayuran dapat menjadi lebih murah. Harga komoditas sayuran mungkin yang paling berfluktuasi dibandingkan komoditas lainnya diantara produk pertanian. Fluktuasi harga tersebut diantaranya disebabkan oleh sifat produk sayuran yang tidak dapat disimpan lama dan mudah rusak, sehingga petani umumnya mengusahakan sayuran dalam skala yang tidak terlampau luas. Namun demikian, produk sayuran merupakan produk yang diperlukan oleh masyara

Selanjutnya
Supply Chain Manajemen Produk Hortkultura Indonesia, Tantangan Yang Harus D 388 Pembaca
31-01-2020

Indonesia sebagai negara dengan wilayah yang luas dan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia memiliki tantangan dalam pengelolaan produk hortikultura, khususnya Supply Chain Management (Rantai Pasok). Berbagai jenis buah-buahan dengan beragam varietasnya, sayuran dan tanaman hias tersedia di negara kita. Sebut saja misalnya mangga Gedong Gincu. Seberapa banyak masyarakat mengenal mangga Gedong Gincu, dan seberapa banyak ketersediaannya di pasaran? Lalu bagaimana penentuan harga buah tersebut dari tingkat lapang (petani) hingga sampai ke tangan konsumen? Belum ada yang bisa menjawabnya. Itu baru satu jenis buah saja. Belum lagi bila kita bicara mengenai bawang merah dan cabai sebagai bahan kebutuhan pokok dalam negeri terutama saat menjelang Hari Raya (Idul Fitri) dan pergantian tahun. Kedua produk tadi senantiasa mewarnai masyarakat Indonesia dengan gejolak harga yang melambung tinggi.Supply Chain Management (Rantai Pasok) untuk produk hortikult

Selanjutnya
Caringin Daerah Sentra Produksi Sayuran Di Sukabumi 578 Pembaca
29-01-2020

Kabupaten Sukabumi adalah sentra penghasil hortikultura yang juga disebut sebagai daerah penyangga ibukota. Salah satu daerah sentra produksi sayuran di Kabupaten Sukabumi adalah Desa Pasir Datar Indah Kecamatan Caringin. Terdapat 6 kelompok tani di Desa Pasir Datar Indah yang tergabung dalam Gapoktan Rahayu Mandiri dengan total luas lahan mencapai 200 ha dan jumlah petani 195 orang dengan ketua Pak H Uyan Suryana dan sekretaris Pak Rahmat yang merupakan salah satu champion dari Kabupaten Sukabumi.Jenis sayuran yang biasa ditanam sebanyak 16 jenis dengan produk unggulan yaitu aneka cabai, tomat, wortel, bawang daun, sawi putih, sawi hijau, kubis dan terong ungu.Dalam satu lahan yang sama, petani hanya menanam cabai sekali dalam satu tahun dan selanjutnya dilakukan rotasi dengan tanaman sayur lainnya. Namun tanaman cabai ditanam secara berjenjang, sehingga pasokan cabai yang dihasilkan selalu kontinyu. Jika dalam satu hamparan tana

Selanjutnya
Siapa bilang produk organik mahal dan susah dijual 170 Pembaca
28-01-2020

Petani bawang merah organik di dusun Nawungan, Bantul DIY, Sumarno mengatakan sudah menerapkan budidaya secara organik sejak th 2014. Saat ini di lahan nya seluas 270 m2, biaya usaha tani bawang merah yang diperlukan hanya rp. 1,5 juta dan pada tahun 2017 hasil jual bawang merahnya sebanyak 10 juta rupiah, dari produksi 400 kg bawang merah rogol kering yang dijual rp. 25 ribu/kg. “Saya tidak menggunakan sarana kimia setetes pun” ujar Sumarno, hal ini disampaikannya saat kunjungan kerja Direktur Perlindungan Hortikultura, Ir. Sri Wijayanti Yusuf, M.Agr.Sc. yg disertai Kepala BPTPH dari 15 Propinsi, tgl 25 Juni 2018, di Dusun Nawungan, Bantul DIY. Sumarno mengatakan bahwa dengan biaya usaha tani yang rendah, produk bawang organiknya sangat bersaing di pasaran, “bawang merah saya selalu habis dibeli, dan tidak pernah sulit untuk menjualnya”. Stephanus Wangsit, ketua Asosiasi Organik Indonesia yg turut hadir pada kunker tsb mengatakan

Selanjutnya