ARTIKEL
Sosialisasi Agen Hayati Untuk Pengendalian OPT Ramah Lingkungan 313 Pembaca
15-09-2021

Senin (13/09) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menggelar acara Sosialisasi Perbanyakan dan Pemanfaatan Agen Hayati dalam rangka mendukung gerakan pengendalian OPT secara ramah lingkungan bagi perwakilan petani hortikultura di Aula Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Rasau Jaya yang diikuti oleh pewakilan petani di Desa Rasau Jaya Satu, Rasau Jaya Dua, Rasau Jaya Tiga, Rasau Jaya Umum, Bintang Mas, dan Pematang Tujuh.   Materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah mengenai Teknik Perbanyakan dan Pemanfaatan Agen Hayati Trichoderma di media padat maupun di media cair.  Seksi Perlindungan Hortikultura menghadirkan narasumber Kepala Laboratorium Pengamatan Hama Penyakit (LPHP) Pontianak, M. Rawi, SP beserta tim. Para petugas POPT dan PPL se-Kecamatan Rasau Jaya turut hadir menjadi fasilitator untuk mendampingi peserta selama acara sosialisasi berlangsung.

Selanjutnya
Pengendalian OPT Ramah Lingkungan di Kampung Lengkeng, Kalimantan Barat 410 Pembaca
25-08-2021

Pada 2021, Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki program prioritas Pengembangan Kampung Hortikultura yang mengusung konsep One Village One Variety (OVOV). Konsep ini bertujuan untuk membuat kawasan terkonsentrasi dan berskala ekonomi, sehingga mampu menghasilkan produk segar dan olahan yang bersaing dengan negara lain, terutama dalam hal ekspor.   Dalam rangka mendukung pelaksanaan program tersebut, UPT Perlindungan Tanaman Pangan Dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat melakukan pendampingan pengendalian OPT kampung buah lengkeng di Kabupaten Mempawah selama dua hari pada 18 – 19 Agustus 2021 di dua lokasi berbeda yaitu di Kelompok Tani (Poktan) Tani Makmur I Desa Jongkat, Kecamatan Jongkat dan Poktan Pesona Antibar Bersama, Desa Antibar, Kecamatan Mempawah.   Yuliana Yulinda selaku Kepala UPT P

Selanjutnya
Pelatihan Pembuatan PGPR sebagai Alternatif Pengendalian OPT Ramah Lingkungan oleh LPHP Pontianak 490 Pembaca
07-04-2021

PGPR adalah bakteri pemacu pertumbuhan tanaman yang hidup secara berkoloni di sekeliling area perakaran tanaman. Bakteri ini mempunyai kemampuan menghasilkan racun yang digunakan untuk melawan cendawan patogen, merangsang pembentukan zat pengatur tumbuh serta memfiksasi N untuk meningkatkan ketersediaan unsur N dalam tanah sehingga dapat mengurangi ketergantungan dalam penggunaan pupuk Urea. Pembuatan PGPR yang dilaksanakan oleh Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (LPHP) Pontianak yang berada di bawah pembinaan UPT Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat merupakan salah satu bentuk pengembangan teknologi terapan perlindungan tanaman berbasis pengendalian hama terpadu (PHT) dalam rangka meningkatkan peran perlindungan tanaman untuk mendukung pencapaian sasaran produksi hortikultura. Pada pembuatan PGPR bahan yang digunakan antara lain a

Selanjutnya
MENGAMANKAN KEBUN PEPAYA DARI KUTU PUTIH SECARA RAMAH LINGKUNGAN 318 Pembaca
07-02-2020

alam budidaya pepaya, serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) sering menjadi kendala dalam peningkatan kualitas maupun kuantitasnya. Kutu putih (Paracoccus marginatus) salah satu OPT yang dapat merugikan petani pepaya, karena dapat mengurangi estetika buah pepaya bahkan dapat mematikan tanaman pepaya.   Adalah Jamaludin Pasaribu petani pepaya di Ds Pematang Ganjang, Kec Sei Rampah, Kab Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, dapat mengatasi serangan kutu putih tersebut dengan cara yang mudah, murah, ramah lingkungan namun dapat memberikan hasil yang efektif. Tanaman pepaya miliknya berjumlah sekitar 700 pohon dengan umur tanaman bervariasi antara 2-6 bulan, aman dari serangan kutu putih.  

Selanjutnya
Dirjen Hortikultura Suwandi Pantau Produksi Cabai Pasok Jakarta Hingga Lebaran 127 Pembaca
07-02-2020

INDUSTRY.co.id - Magelang,– Direktur Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, Suwandi menegaskan pasokan cabai menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri tahun ini dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan di DKI Jakarta. Ini dibuktikan dengan sehari setelah dilantik langsung ke lapangan di Magelang dan sekitarnya untuk memantau produksi aneka cabai. “Ini kami cek dan pantau kesiapan pertanaman cabai untuk memasok DKI pada saat Ramadhan dan Idul Fiitri 2018”, demikian tegas Suwandi di Magelang, Selasa (27/3/2018). Dia mengungkapkan berdasarkan hasil pantauan, produksi cabai di Magelang dan Temanggung siap untuk memasok pada bulan Mei hingga Juni 2018 sebesar 20 ton per hari. Sementara Boyolali akan memasok 5 sampai 10 ton perhari. “Wilayah yang akan memasok cabai ke DKI yaitu 17 kabupaten tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah da

Selanjutnya
Dukung Pengembangan Bawang Putih 201 Pembaca
07-02-2020

Cianjur merupakan salah satu kabupaten di Jawa Barat yang menjadi lokasi pengembangan bawang putih. Pada tahun 2019, Kabupaten Cianjur memperoleh alokasi APBN untuk kawasan bawang putih seluas 250 ha. Lokasi kawasan tersebar di beberapa kecamatan antara lain Cipanas, Pacet, Cugenang, Gekbrong, Campakamulya, Takokak, Sukaresmi, Campaka, Warungkondang, dan Cibinong. Wilayah tersebut dipilih karena memiliki iklim sejuk dan ketinggian di atas 1000 m dpl yang potensial jika dikembangkan sebagai lokasi budidaya bawang putih. Sebelumnya pada tahun 2018 di Kabupaten Cianjur juga telah merealisasikan pengembangan bawang putih untuk kawasan APBN dan wajib tanam importir. Hasil produksi bawang putih tahun 2018 tersebut digunakan sebagai benih untuk

Selanjutnya
Angkat Pamor Produk Hortikultura, Kementan Kembangkan Model Desa Pertanian Organik 139 Pembaca
07-02-2020

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X terlihat sumringah saat menyaksikan langsung kegiatan promosi produk hortikultura ramah lingkungan di Pendopo Kelompok Tani Ternak Nganggring, Girikerto, Turi, Sleman (26/9). Kegiatan bertajuk Temu Lapang Desa Pertanian Organik yang dikemas dalam bentuk Jambore tersebut melibatkan sedikitnya 1.000 petani hortikultura dari 4 kabupaten se-DIY. Berbagai macam komoditas unggulan ditampilkan diantaranya Salak, Manggis, Kelengkeng, Jambu air Dalhari, Durian, Jambu Kristal, Pisang, Jahe, Bawang Merah dan aneka Sayuran. "Perkembangan produk pertanian organik di DIY yang begitu pesat patut diapresiasi. Namun, perlu dilakukan penguatan kelembagaan untuk menaungi para petani organik di wilayah Sleman, Kulon Progo, Gunung Kidul dan Bantul. Petani bisa membentuk dan mengembangkan jejaring korporasi dalam wadah koperasi. Nantinya produk organik dari petani bisa dipasar

Selanjutnya
Penyakit Papaya Ringspot Virus (PRSV) pada Pepaya 983 Pembaca
07-02-2020

Program PHT merupakan program pengelolaan yang berbasis agroekosistem, perlu keterpaduan kelembagaan yang disesuaikan dengan pendekatan agroekosistem, bukan subsektor (tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan karantina). Pergerakan komoditas pertanian antar negara/wilayah berkaitan dengan perdagangan bebas menjadi faktor penting yang berperan terhadap perpindahan dan pemencaran OPT. Terbukanya jalur transportasi dan perhubungan antar negara dan perdagangan bebas memperbesar peluang keluar masuk dan tersebarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). Hasil survey dan pemantauan OPTK berhasil membuktikan keberadaan OPTK Papaya ringspot virus (PRSV) di Aceh dan Sumatera Utara. Awal 2013 di Provinsi Aceh, terdapat insidensi PRSV 100% di Desa Lambaro Teunom, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar dengan luas pertanaman 50 ha dan umur tanaman 7 bulan – 3 tahun, serta di Desa Meuse, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireun d

Selanjutnya
Mendorong Petani Jayapura Untuk Hasilkan Sayuran Aman Konsumsi 314 Pembaca
07-02-2020

Kementerian Pertanian mendukung pengembangan hortikultura di Papua yang terletak di ujung timur Indonesia karena memiliki lahan yang subur dan luas sehingga sangat potensial sebagai lokasi pengembangan kawasan hortikultura. Selain didukung lahan yang masih luas dan subur, sebagian wilayah Papua memiliki topografi dataran tinggi dan beriklim sejuk yang cocok untuk pengembangan komoditas sayuran sehingga kebutuhannya tidak lagi dipasok dari daerah lain, tapi dapat terpenuhi secara mandiri oleh petani setempat.Sektor pertanian khususnya hortikultura di sekitar Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura budidaya aneka sayuran seperti cabai, tomat, bayam, kangkung, bawang merah, dan buah-buahan seperti melon, semangka, pepaya, dan buah naga mulai berkembang saat ini.Seperti penjelasan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DPTH) Kabupaten Jayapura Adolf Yokhu, SP, MM pada suatu kesempatan terpisah bahwa salah satu program prioritas dari Din

Selanjutnya
Perdana di Sumbar, Jambore Organik Kampanyekan Pangan Sehat 172 Pembaca
07-02-2020

Salah satu Nawacita Presiden RI adalah mewujudkan kemandirian ekonomi dengan agenda peningkatan kedaulatan pangan. Salah satu sasarannya yaitu kegiatan pengembangan 1000 desa pertanian organik. Desa pertanian organik ini sejalan dengan program ‘go organic’ yang dicanangkan Kementerian Pertanian sejak 2010. Program ini membuka peluang positif untuk penyediaan pangan sehat yang aman konsumsi. Selain itu model pertanian organik juga aman untuk petani, baik untuk lingkungan, memperbaiki lahan kritis serta menumbuhkan kemandirian petani sehingga tidak bergantung pada pestisida. Seluruh input yang digunakan dalam pertanian organik dipenuhi melalui bahan alami dan kearifan lokal. Sebagai salah satu unit kerja pelaksana pengembangan Desa Pertanian Organik, Direktorat Jenderal Hortikultura telah mengalokasikan Desa Pertanian Organik di 250 Desa di 24 provinsi.

Selanjutnya