ARTIKEL
Kementan Fasilitasi Bantuan Dampak Perubahan Iklim di Jawa Tengah 32 Pembaca
21-04-2022

Pengaman produksi dan stok bangan pangan menjadi perhatian penuh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, ditengah kondisi iklim yang tidak menentu saat ini. Mentan meminta kepada seluruh jajarannya agar meningkatkan upaya khusus berupa langkah adaptasi dan mitigasi dampak perubahan iklim.   Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto merespon penuh kebijakan ini melalui fasilitasi sarana dan prasarana dampak perubahan Iklim sebagai langkah mitigasi pengamanan produksi komoditas hortikultura strategis hadapi musim kemarau. "Kami sudah menyiapkan anggaran untuk bantuan Dampak Perubahan iklim dari pompa air sampai teknologi hemat air, sesuai kebutuhan wilayah setempat untuk antisipasi musim kemarau", terang Prihastyo.   Plh. Direktur Perlindungan Hortikultura, Inti Pertiwi Nashwari menambahkan, "tahun

Selanjutnya
Mekanisme Biologis dalam Strategi Budidaya Tumpang Sari untuk Menekan Penyakit Tular Tanah 44 Pembaca
30-03-2022

Tumpang sari adalah teknik budidaya secara polikultur dengan mengkombinasikan dua atau lebih jenis tanaman pada satu area lahan dan waktu yang sama. Budidaya secara tumpang sari sudah lama dipraktikkan oleh petani hortikultura di Indonesia sebagai alternatif dari budidaya monokultur. Teknik budidaya secara monokultur umumnya lebih mudah dalam hal perawatan dan pengaturan kebutuhan nutrisi tanaman, tapi sangat rentan terhadap serangan OPT dan anomali cuaca. Di sisi lain, teknik budidaya secara tumpang sari dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan OPT, menaikkan hasil panen, serta mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida. Contohnya tumpang sari antara cabai dengan jagung terbukti dapat menekan serangan Phytophthora capsici. Cendawan Phytophthora adalah salah satu patogen tular tanah yang sulit dikendalikan karena memiliki kisaran inang (host) yang luas dan kemampuan untuk bertahan di tanah dalam peri

Selanjutnya
UPT Perlindungan TPH Kalimantan Barat Adakan Bimbingan Pembuatan Pestisida Nabati 83 Pembaca
17-03-2022

Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat melalui UPT Perlindungan TPH Kalbar mendukung peran perempuan untuk ikut andil dalam menghadirkan ketahanan pangan keluarga melalui kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Dan sebagai bentuk salah satu dukungan terhadap kegiatan tersebut, Senin, 14 Maret 2022 UPT Perlindungan TPH Kalbar memberikan bimbingan dan pelatihan pengendalian OPT Hortikultura ramah lingkungan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Usaha Tani II, Desa Sungai Nipah, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah. Pada kegiatan ini para ibu-ibu anggota kelompok wanita tani diajarkan bagaimana membuat pestisida nabati yang dapat mengendalikan OPT yang kerap menyerang tanaman sayuran.Pestisida nabati adalah salah satu alternatif pengendalian OPT yang aman digunakan. Proses pembuatannya pun tidak sulit serta dibuat dengan menggunakan bahan baku y

Selanjutnya
Antisipasi Perubahan Iklim, Kementan Siapkan Langka Mitigasi GRK di Kampung Cabai Ramah Lingkungan 114 Pembaca
14-03-2022

Permasalahan dunia dan lingkungan kini menjadi instrumen paling penting bagi pembangunan berkelanjutan. Merujuk pada Indonesia sebagai bagian dari warga dunia, kini mulai mengubah arah ekonominya menjadi ekonomi hijau.   Dilain sisi, kebijakan Pemerintah yang kini lebih berorientasi menuju ekonomi hijau tidak terlepas dari terpilihnya Indonesia sebagai Presidensi G20. Itulah sebabnya Presiden Jokowi memfokuskan mitigasi dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian di Tanah Air.   Presiden Jokowi juga secara khusus telah mengintruksikan kepada Menteri Pertanian untuk mendorong produktivitas pertanian agar melampaui target nasional dan mengembangkan industri pertanian yang lebih maju dan berdaya saing.   Dalam berbagai pertem

Selanjutnya
Program Kampung Mangga Kementan Mampu Membantu Turunkan Gas Emisi Rumah Kaca 90 Pembaca
30-01-2022

Swadayaonline.com - Dalam mengembangkan program prioritas Kampung Hortikultura, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura menerapkan pertanian yang ramah lingkungan. Saat ditemui di ruang kerjanya, Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan arahan dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) sebagai langkah antisipatif dalam menghadapi tantangan pangan yang kian kompleks akibat dampak perubahan iklim. “Arahan dari Bapak Menteri Pertanian adalah kita harus melakukan tindakan terhadap dampak perubahan iklim yang berpotensi menimbulkan ancaman kekeringan dan krisis pangan global. Namun, kondisi ini juga dapat menjadi peluang karena banyak kegiatan pertanian yang mampu mengurangi emisi gas karbon,” ujar Prihasto.   Direktur Perlindungan H

Selanjutnya
Terimakasih atas Pengabdian dan Dedikasinya kepada Ibu Dr. Inti Pertiwi Nashwari, SP, M.Si sebagai Direktur Perlindungan Hortikultura 99 Pembaca
27-01-2022

Terimakasih atas Pengabdian dan Dedikasinya kepada Ibu Dr. Inti Pertiwi Nashwari, SP, M.Si sebagai Direktur Perlindungan Hortikultura Periode Maret 2021-Januari 2022

Selanjutnya
Selamat dan Sukses atas Pelantikan Bapak Ir. Sukarman sebagai Direktur Perlindungan Hortikultura 75 Pembaca
27-01-2022

Selamat dan Sukses atas Pelantikan Bapak Ir. Sukarman sebagai Direktur Perlindungan Hortikultura Tahun 2022

Selanjutnya
Kebijakan Perlindungan Hortikultura Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan di Era Digitalisasi 4.0 118 Pembaca
18-01-2022

A. PENDAHULUAN Pengembangan hortikultura di masa yang akan datang salah satunya diarahkan adalah pengembangan hortikultura yang berorientasi lingkungan. Penggunaan input produksi anorganik perlu diimbangi dengan pengembangan sistem produksi ramah lingkungan. Petani perlu mendapat pendampingan penerapan sistem produksi ramah lingkungan terutama dalam menghasilkan bahan organik secara mandiri. Potensi bahan organik berasal dari jasad renik untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan bahan anorganik cukup besar. Pelatihan maupun workshop produksi bahan pengendalian OPT dan pupuk organik merupakan salah satu solusi yang dapat ditempuh. Pengembangan sistem produksi ramah lingkungan dapat mengadopsi pola training for trainer dimana kelompok tani yang telah mendapat edukasi menjadi agen pemasyarakatan produksi ramah lingkungan. Penerimaan pasar terhadap produk hortikultura ramah lingkungan cukup baik d

Selanjutnya
Sosialisasi Agen Hayati Untuk Pengendalian OPT Ramah Lingkungan 285 Pembaca
15-09-2021

Senin (13/09) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menggelar acara Sosialisasi Perbanyakan dan Pemanfaatan Agen Hayati dalam rangka mendukung gerakan pengendalian OPT secara ramah lingkungan bagi perwakilan petani hortikultura di Aula Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Rasau Jaya yang diikuti oleh pewakilan petani di Desa Rasau Jaya Satu, Rasau Jaya Dua, Rasau Jaya Tiga, Rasau Jaya Umum, Bintang Mas, dan Pematang Tujuh.   Materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah mengenai Teknik Perbanyakan dan Pemanfaatan Agen Hayati Trichoderma di media padat maupun di media cair.  Seksi Perlindungan Hortikultura menghadirkan narasumber Kepala Laboratorium Pengamatan Hama Penyakit (LPHP) Pontianak, M. Rawi, SP beserta tim. Para petugas POPT dan PPL se-Kecamatan Rasau Jaya turut hadir menjadi fasilitator untuk mendampingi peserta selama acara sosialisasi berlangsung.

Selanjutnya
Pengendalian OPT Ramah Lingkungan di Kampung Lengkeng, Kalimantan Barat 352 Pembaca
25-08-2021

Pada 2021, Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki program prioritas Pengembangan Kampung Hortikultura yang mengusung konsep One Village One Variety (OVOV). Konsep ini bertujuan untuk membuat kawasan terkonsentrasi dan berskala ekonomi, sehingga mampu menghasilkan produk segar dan olahan yang bersaing dengan negara lain, terutama dalam hal ekspor.   Dalam rangka mendukung pelaksanaan program tersebut, UPT Perlindungan Tanaman Pangan Dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat melakukan pendampingan pengendalian OPT kampung buah lengkeng di Kabupaten Mempawah selama dua hari pada 18 – 19 Agustus 2021 di dua lokasi berbeda yaitu di Kelompok Tani (Poktan) Tani Makmur I Desa Jongkat, Kecamatan Jongkat dan Poktan Pesona Antibar Bersama, Desa Antibar, Kecamatan Mempawah.   Yuliana Yulinda selaku Kepala UPT P

Selanjutnya