ARTIKEL
Jabar Siap Antisipasi Musim Kemarau 2020 383 Pembaca
13-05-2020

13/05/2020 JABAR SIAP ANTISIPASI MUSIM KEMARAU 2020 Berdasarkan informasi Badan Meteorolagi, Klimatologi dan geofisika (BMKG) bahwa beberapa daerah di Indonesia akan memasuki kemarau. Dari total 342 Zona Musim (ZOM) diIndonesia sebanyak 30 persen diperkirakan mengalami kemarau lebih kering dari situasi normal yaitu sebagian Aceh, sebagian pesisir timur Sumatera Utara, sebagian Riau, Lampung bagian timur, Banten bagian selatan, sebagian Jawa Barat, serta Jawa Tengah bagian tengah dan utara. Prediksi awal kemarau terjadi pada Mei dan puncaknya pada Agustus 2020. Keadaan kemarau ini tentunya akan sangat berpengaruh terhadap berkurangnya ketersedian air untuk kebutuhan tanaman dan mengakibatkan kekeringan serta biasanya berpengaruh terhadap peningkatan serangan Organisme pengganggu Tumbuhan (OPT) terutama peningkatan serangan hama. Dalam

Selanjutnya
Antisipasi Dampak Perubahan Iklim Di Sumatera Barat Tahun 2020 954 Pembaca
12-05-2020

12 Mei 2020 ANTISIPASI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DI SUMATERA BARAT TAHUN 2020 Unsur iklim/cuaca yang sangat besar pengaruhnya terhadap keberhasilan sistem budidaya di daerah tropis (Indonesia khususnya Provinsi Sumatera Barat) adalah curah hujan sebagai sumber air utama. Curah hujan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam keberhasilan budidaya tanaman hortikultura di samping faktor lain yang juga mempengaruhi seperti tanah, varietas tanaman, teknik budidaya dan interaksi antar faktor tersebut. Gabungan iklim antara tempat budidaya tanam (tanah) dan tanaman itu sendiri dalam kondisi optimum serta seimbang akan menentukan hasil tanaman yang dibudidayakan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Tetapi pada keadaan ekstrim curah hujan yang sangat berlebihan pada musim hujan dapat menimbulkan bencana alam banjir dan sebaliknya

Selanjutnya
Daftarkan Hasil Silangan Sampai Ke London, Pembudidaya Anggrek Ini Banjir Pesanan dintengah Pandemi 297 Pembaca
10-05-2020

Rilis Kementan, 9 Mei 2020No. 450/R-KEMENTAN/05/2020 Daftarkan Hasil Silangan Sampai Ke London, Pembudidaya Anggrek Ini Banjir Pesanan dintengah Pandemi CIANJUR - Pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia telah berdampak pada berbagai sektor, tak terkecuali tanaman hias atau florikultura. Kendati demikian selalu ada solusi untuk tetap survive di tengah lesunya permintaan pasar. Guna mendorong peningkatan permintaan anggrek, Dedek Setia Santoso, pembudidaya Anggrek asal Kota Batu merilis silangan anggrek terbaru dengan cara mendaftarkan ke Royal Horticultural Society (RHS) London. RHS adalah induk organisasi pendaftaran anggrek dunia untuk hibrida dan spesies. Beberapa hasil silangan anggrek yang sudah diregistrasi selama pandemi Covid-19 ini antara lain Dendrobium Mufidah J.K., Dendrobium Rita S

Selanjutnya
Bersiap, Bulan Mei Petani Mulai Panen Raya Bawang Merah 255 Pembaca
08-05-2020

Rilis Kementan, 4 Mei 2020Nomor : 417/R-KEMENTAN/5/2020 Bersiap, Bulan Mei Petani Mulai Panen Raya Bawang Merah Jakarta- Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Yulia Hendrawati menyatakan panen raya di Brebes mundur, karena awal musim hujan baru dimulai bulan Desember lalu. "Jadi ya memang sudah jadwalnya petani tanam padi dulu, baru sesudahnya tanam bawang merah. Mulai tanam raya juga baru bulan Maret kemarin. Kalau tanam di musim hujan gitu biaya produksinya otomatis lebih mahal. Belum lagi ancaman serangan penyakit dan potensi kebanjiran di beberapa lokasi,” ungkapnya. Yulia mengakui pasoka

Selanjutnya
Buah dan Sayur hasil Petani Kaki Gunung Rinjani Diincar Dunia 364 Pembaca
02-05-2020

Rilis Kementan, 30 April 2020Nomor : 397/R-KEMENTAN/04/2020 Buah dan Sayur hasil Petani Kaki Gunung Rinjani Diincar Dunia LOMBOK - Pandemi Covid-19 memberikan berkah sendiri bagi sektor hortikultura. Permintaan masyarakat akan buah maupun sayuran saat ini mengalami peningkatan yang cukup tajam. Tak terkecuali hasil produksi petani cabai di kaki Gunung Rinjani, Lombok yang kini banyak diminati hingga mancanegara. Bahkan masyarakat setempat, terutama yang kehilangan mata pencaharian banyak terbantu dengan meningkatnya permintaan ekspor cabai ke negara Jepang. "Mereka kami berdayakan untuk bantu sortasi dan pemetikan pangkal cabai. Kami harus menyiapkan 8,4 ton cabai untuk pengiriman ke Jepang," ujar Ketua Kelompok Tani setempat, Etty Suryaningsih melalui keterangan tertulisnya, Kamis (30/4). Etty mengatakan, kendati tengah dilanda

Selanjutnya
Aplikasi Kedai Tani Indonesia Resmi Dirilis, Permudah Masyarakat Akses Produk Hortikultura 477 Pembaca
29-04-2020

Rilis Kementan, 25 April 2020Nomor : 368/R-KEMENTAN/04/2020 Aplikasi Kedai Tani Indonesia Resmi Dirilis, Permudah Masyarakat Akses Produk Hortikultura JAKARTA - Pandemi Covid-19 membuat aktivitas publik terbatas. Di sektor pangan, pandemi cukup berdampak terhadap rantai distribusi komoditas strategis seperti hortikultura. Patut dipahami karena akses petani maupun konsumen ke pasar induk atau ke pasar tradisional sudah sangat terbatas, permintaan dari hotel dan restaurant pun nyaris nol. Seorang tokoh petani muda milenial asal Cianjur, Sandi Octa Susila, yang bermitra dengan sekitar 385 petani memutuskan untuk melakukan penjualan secara online. Tujuannya tak lain untuk menjembatani para petani dan konsumen. Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian SYL untuk senantiasa menggandeng pelaku usaha bisnis pertanian berbasis teknologi informas

Selanjutnya
Pasokan Bawang Merah Nasional Aman, Kementan Jaga Stabilitas Harga 212 Pembaca
22-04-2020

Rilis Kementan, 22 April 2020Nomor : 353/R-KEMENTAN/04/2020 Pasokan Bawang Merah Nasional Aman, Kementan Jaga Stabilitas Harga Brebes - Di tengah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Kementerian Pertanian (Kementan) tetap bekerja dengan turun langsung ke lapangan untuk memastikan kelancaran urusan perut 267 juta rakyat Indonesia. Pasalnya terdapat 11 (sebelas) komoditas pertanian strategis yang notabene turut menyumbang inflasi apabila pasokan dan harganya tidak dikendalikan. Tak terkecuali komoditas bawang merah yang dikhawatirkan semakin ‘pedas’ menjelang lebaran. “PSBB atau apapun namanya, saya berharap untuk kebutuhan pokok jangan ada isolasi daerah. Karena ini bagian dari kebutuhan rakyat sehari-hari, pasokannya tidak boleh terganggu oleh keadaan yang ada. Dari neraca ketersediaan

Selanjutnya
Di Tengah Pandemi Covid-19, Hasil Panen Petani Jeruk Keprok Asal Bengkulu Ludes Terjual 221 Pembaca
20-04-2020

Rilis Kementan, 15 April 2020Nomor : 296/R-KEMENTAN/04/2020 Di Tengah Pandemi Covid-19, Hasil Panen Petani Jeruk Keprok Asal Bengkulu Ludes Terjual Di tengah keprihatinan akibat Pandemi Covid-19 yang menghantam tanah air bahkan hampir seluruh dunia, justru hal ini membawa berkah tersendiri bagi petani jeruk keprok asal Kecamatan Bermani Ulu Raya, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Jika biasanya saat memasuki musim panen selalu diikuti dengan turunnya harga di tingkat petani. Namun tidak demikian dengan petani jeruk keprok di Rejang Lebong saat ini. Sejak Maret lalu daerah yang dikenal sebagai sentra produksi jeruk keprok unggul varietas Rimau Gerga Lebong (RGL) mendapatkan hasil panen yang sangat bagus, harga jualnya pun di tingkat petani tetap stabil. Bahkan para petani jeruk setempat mengaku kewalahan melayani permintaan pasar yang tinggi.  

Selanjutnya
Percepat Distribusi Pangan, Kementan MoU dengan e-Commerce dan STA Cigombong 176 Pembaca
16-04-2020

Rilis Kementan, 15 April 2020Nomor : 294/R-KEMENTAN/04/2020 Percepat Distribusi Pangan, Kementan MoU dengan e-Commerce dan STA Cigombong CIANJUR - Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia berdampak cukup besar terhadap ekonomi. Utamanya sektor pertanian seperti komoditas hortikultura (sayur dan buah-buahan). Salah satu persoalan yang dihadapi petani, suplier, hingga konsumen adalah terhambatnya masalah distribusi. Ya, sejak pandemi Covid-19 melanda, saluran distribusi barang sedikit banyak mengalami cukup terdampak. Terkait hal ini, Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) gerak cepat melalukan sejumlah langkah strategis. Hal tersebut tertuang dalam MoU alias nota kesepahaman antara Kementan, Kedai Sayur (Startup/e-Commerce Pertanian), dan Sub Termin

Selanjutnya
Kementan Pastikan Ketersediaan Komoditas Jelang Puasa dan Lebaran Aman 150 Pembaca
20-03-2020

Kementan Pastikan Ketersediaan Komoditas Jelang Puasa dan Lebaran Aman Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memerintahkan jajaran di Kementerian Pertanian segera menentukan subyek persoalan pangan yang harus ditangani secara cepat. Langkah ini perlu dilakukan mengingat satu bulan ke depan Indonesia akan menghadapi bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 2020. "Saya minta kita kalian tentukan objek masalah di suatu daerah agar bisa memberi kontribusi lebih terhadap pangan rakyat. Karena itu, kita perlu menentukan metodelogi yang benar agar pasar berjalan dengan baik," ujar Mentan saat menghadiri rapat Koordinasi Ketersediaan Komoditas Hortikukultura Strategis 2020 di Ditjen Horti, Pasar Minggu, Jumat, 13 Maret 2020. Menurut Mentan, metodelogi dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan pangan pada bulan puasa dan lebaran mendatang terus t

Selanjutnya