ARTIKEL
Lewat Festival, Jateng Optimis Pacu Ekspor Buah-buahan Lokal 130 Pembaca
08-03-2020

Lewat Festival, Jateng Optimis Pacu Ekspor Buah-buahan Lokal Jateng - Jawa Tengah dikenal sebagai lumbung pangan nasional, khususnya komoditas hortikultura. Daerah ini dikenal sebagai penghasil buah-buahan unggul diantaranya durian, mangga, alpukat, buah naga, pisang, melon dan semangka. Produksi buah-buahan Jawa Tengah tahun 2019 lalu yang mencapai 2,8 juta ton, berkontribusi 12,4% terhadap total produksi buah nasional yang diperkirakan mencapai 22 juta ton lebih. Selain untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, beberapa jenis buah asal Jawa Tengah mampu menembus pasar ekspor. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat membuka Festival Buah Jawa Tengah di Alun-Alun Bung Karno Ungaran Kabupaten Semarang (7/02), menyebut saat ini sebagai momentum kebangkitan buah-buahan nasional. "Ketika dunia sedang bergolak karena serangan penya

Selanjutnya
Komisi IV DPR-RI Dukung Kementan Jadikan Sembalun Sentra Benih Bawang Putih 374 Pembaca
03-03-2020

Komisi IV DPR-RI Dukung Kementan Jadikan Sembalun Sentra Benih Bawang Putih Lombok Timur – Kawasan lereng Gunung Rinjani, tepatnya di wilayah Kecamatan Sembalun Lombok Timur sudah lama dikenal sebagai sentra produksi bawang putih. Didukung agroklimat yang sesuai dan petani yang sudah berpengalaman, menjadikan Sembalun sebagai kawasan andalan produksi bawang putih nasional. Bahkan produktivitas bawang putih yang dihasilkan dari kawasan tersebut menjadi yang tertinggi di Indonesia. Produksi dari daerah tersebut juga digadang mampu mensuplai kebutuhan benih nasional. Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin, saat melakukan kunjungan kerja masa reses persidangan dalam rangka pemantauan kesiapan produksi bawang putih di Kecamatan Sembalun Lombok Timur NTB (2/3), meyakini kawasan Sembalun mampu menjadi sentra benih bawang putih unggulan nasional. "Saya yakin kawasan ini mampu menyediakan benih bawang putih lokal, baik dari

Selanjutnya
Laporan hasil pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Perlindungan Hortikultura 799 Pembaca
21-02-2020

Laporan Pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD)Perlindungan HortikulturaBogor : 19 - 20 Februari 2020 A. Latar Belakang Perlindungan tanaman merupakan bagian penting dari sistem agribisnis hasil pertanian, terutama dalam mempertahankan produksi hortikultura baik kualitas maupun kuantitas, menguntungkan petani, menjamin kesehatan manusia, dan mempertahankan kelestarian lingkungan hidup. Upaya tersebut diimplementasikan melalui optimalisasi fungsi berbagai unsur dalam sistem perlindungan dalam rangka meminimalkan kehilangan hasil akibat Dampak Perubahan Ikli

Selanjutnya
Efek EWS "Petani Panen Raya, Stok Terjaga" 114 Pembaca
20-02-2020

Efek EWS "Petani Panen Raya, Stok Terjaga" Kehadiran Early Warning System (EWS) yang notabene bisa memantau ketersediaan stok bawang di daerah-daerah, berimbas positif. Terbukti sinergi yang dibangun melalui EWS membikin pasokan dan distribusi bawang lancar. Kementerian Pertanian dalam hal ini Direktorat Jenderal Hortikultura, bisa dengan optimal mengkoordinaskan sekaligus memantau sentra-sentra komoditas strategis hortikultura.Sistem EWS yang dikembangkan Kementan, merujuk pada data aktual pola tanam dan pola pasokan bawang, sehingga kondisi pasokan bawang 3 bulan kedepan sudah dapat diprediksi. Hal tersebut sebagaimana arahan dan instruksi Menteri Pertanian, Syahrul Yasin

Selanjutnya
Lewat Gedor Horti, Kementan Dorong Produksi Bawang Merah Berkualitas di Enrekang 138 Pembaca
19-02-2020

Jakarta – Kementerian Pertanian terus melakukan penataan sentra-sentra produksi bawang merah di seluruh pulau-pulau besar di Indonesia. Tujuannya agar pasokan dan harga komoditas yang rentan menyumbang inflasi tersebut bisa terjaga stabil sepanjang tahun.Selain mematok target peningkatan produksi hingga 7 persen per tahun, Kementan juga terus mengkampanyekan gerakan produksi ramah lingkungan. Yakni “GEDOR Horti”, Gerakan Dorong Produksi, Daya Saing dan Ramah Lingkungan Hortikultura. Enrekang sebagai sentra bawang merah terbesar di Sulawesi, menjadi perhatian khusus kementerian yang kini digawangi Syahrul Yasin Limpo tersebut.“GEDOR Horti merupakan gerakan terpadu yang mengkombinasikan berbagai strategi untuk menggolkan target peningkatan produksi komoditas strategis sebesar 7% per tahun, Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor atau Gratieks, Penyerapan KUR Hortikultura Rp 6,3 Trilyun, Kawasan

Selanjutnya
GEDOR HORTI’, Strategi Masif Wujudkan GRATIEKS 136 Pembaca
19-02-2020

Presiden Joko Widodo mengarahkan segera melakukan penguatan sektor pertanian dari aktivitas on farm (produksi) ke off farm (pasca produksi) guna memberikan nilai tambah usaha tani. Tujuannya tidak lain meningkatkan neraca ekspor dalam negeriMenindaklanjuti, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo membentuk Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor atau disingkat Gratieks. Program ini menargetkan lompatan nilai ekspor dalam kurun waktu empat tahun ke depan. Target strategis Kementerian Pertanian tersebut selanjutnya menjadi fokus bagi jajaran seluruh unit di Kementerian Pertanian dengan merangkul kementerian/lembaga lain, pemerintah daerah, organisasi internasional, perguruan tinggi dan juga masyarakat.Mewujudkan program tersebut, Direktorat Jenderal Hortikultura menyusun sejumlah langkah strategis untuk merealisasikannya. Ini merupakan bentuk komitmen konkret pemerintah dalam meningkatkan kualitas komoditas pertanian kita. Tak terkecuali sektor hortikultura yang ter

Selanjutnya
Awali 2020, Kementan Luncurkan GEDOR Hortikultura 202 Pembaca
19-02-2020

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto saat berada di Garut, Rabu (1/01), memastikan pihaknya akan terus menggenjot produksi hortikultura, terutama cabai dan bawang merah. "Garut sudah lama dikenal sebagai sentra utama hortikultura khususnya cabai, bawang merah dan buah-buahan seperti jeruk dan durian. Khusus jeruk, Garut bahkan menjadi produsen terbesar di Jawa Barat. Saat ini kami fokus untuk mempertahankan keunggulan jeruk Garut," ujar Prihasto dalam siaran persnya.Pasokan cabai dan bawang merah asal Garut, jelas Prihasto, selama ini terbukti mampu menopang kebutuhan Jawa Barat dan Jabodetabek. “Saat momentum tahun baru seperti sekarang, Garut menjadi andalan, sehingga kami terjun langsung ke lapangan. Setelah menyaksikan langsung luasan areal tanam cabai dan bawang, kami optimis Garut akan terus eksis menjadi penyangga stabilisasi pasokan dan harga di Jabodetabek," tandasnya.

Selanjutnya
Sukabumi Siap Gedor Ekspor, Gelar Festival Buah dan Florikultura 107 Pembaca
16-02-2020

Sukabumi – Gerakan Tiga Kali Ekspor komoditas pertanian yang digaungkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo disambut antusias di daerah-daerah sentra. Ekspor produk hortikultura yang meliputi buah-buahan, sayuran, tanaman obat dan florikultura menjadi andalan di beberapa daerah. Kementerian Pertanian bersama instansi terkait terus memacu kinerja ekspor hortikultura dengan melakukan penataan hulu hingga hilir. Beragam acara untuk menggerakkan potensi ekspor pun marak digelar di berbagai daerah, salah satunya di Sukabumi, Jawa Barat. Sebagai salah satu kawasan penyangga pangan ibukota, Sukabumi memiliki potensi ekspor buah dan florikultura yang besar. Untuk memperkenalkan potensi tersebut, belum lama ini digelar Festival Buah Sukabumi Tahun 2020 di Lapangan Cangehgar Komplek Olahraga Jajaway. Festival tersebut menampilkan berbagai jenis buah

Selanjutnya
Wabah Corona Hambat Ekspor Manggis, Kementan Perluas Pasar ke Amerika 168 Pembaca
16-02-2020

JAKARTA – Wabah virus Corona di Tiongkok tidak hanya menghantui dunia kesehatan, tetapi juga perekonomian masyarakat.Salah satu sektor ekonomi yang terdampak adalah kegiatan ekspor manggis Indonesia ke Tiongkok. Imbas Virus Corna, ekspor manggis turun hingga 70 persen.Salah satu eksportir manggis, Jro Putu Tesan dari Radja Manggis Sejati mengungkapkan, kendala yang dihadapi yaitu transportasi dan daya beli. Selama ini manggis menuju Tiongkok diangkut dengan kargo udara menggunakan pesawat komersial.“Namun, sejak adanya wabah ini maskapai penerbangan sudah menutup seluruh penerbangan dari dan menuju Tiongkok,” ujar dia di Jakarta.Selain itu, Putu juga mengatakan jika daya beli masyarakat mengalami penurunan karena adanya himbauan untuk tidak keluar rumah.Pernyataan tersebut dipertegas Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Dody Edward. Kata Dody, tujuh negara sudah menutup perbatasannya dengan

Selanjutnya
MENGAMANKAN KEBUN PEPAYA DARI KUTU PUTIH SECARA RAMAH LINGKUNGAN 315 Pembaca
07-02-2020

alam budidaya pepaya, serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) sering menjadi kendala dalam peningkatan kualitas maupun kuantitasnya. Kutu putih (Paracoccus marginatus) salah satu OPT yang dapat merugikan petani pepaya, karena dapat mengurangi estetika buah pepaya bahkan dapat mematikan tanaman pepaya.   Adalah Jamaludin Pasaribu petani pepaya di Ds Pematang Ganjang, Kec Sei Rampah, Kab Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, dapat mengatasi serangan kutu putih tersebut dengan cara yang mudah, murah, ramah lingkungan namun dapat memberikan hasil yang efektif. Tanaman pepaya miliknya berjumlah sekitar 700 pohon dengan umur tanaman bervariasi antara 2-6 bulan, aman dari serangan kutu putih.  

Selanjutnya