ARTIKEL
Dirjen Hortikultura Suwandi Pantau Produksi Cabai Pasok Jakarta Hingga Lebaran 127 Pembaca
07-02-2020

INDUSTRY.co.id - Magelang,– Direktur Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, Suwandi menegaskan pasokan cabai menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri tahun ini dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan di DKI Jakarta. Ini dibuktikan dengan sehari setelah dilantik langsung ke lapangan di Magelang dan sekitarnya untuk memantau produksi aneka cabai. “Ini kami cek dan pantau kesiapan pertanaman cabai untuk memasok DKI pada saat Ramadhan dan Idul Fiitri 2018”, demikian tegas Suwandi di Magelang, Selasa (27/3/2018). Dia mengungkapkan berdasarkan hasil pantauan, produksi cabai di Magelang dan Temanggung siap untuk memasok pada bulan Mei hingga Juni 2018 sebesar 20 ton per hari. Sementara Boyolali akan memasok 5 sampai 10 ton perhari. “Wilayah yang akan memasok cabai ke DKI yaitu 17 kabupaten tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah da

Selanjutnya
Dukung Pengembangan Bawang Putih 200 Pembaca
07-02-2020

Cianjur merupakan salah satu kabupaten di Jawa Barat yang menjadi lokasi pengembangan bawang putih. Pada tahun 2019, Kabupaten Cianjur memperoleh alokasi APBN untuk kawasan bawang putih seluas 250 ha. Lokasi kawasan tersebar di beberapa kecamatan antara lain Cipanas, Pacet, Cugenang, Gekbrong, Campakamulya, Takokak, Sukaresmi, Campaka, Warungkondang, dan Cibinong. Wilayah tersebut dipilih karena memiliki iklim sejuk dan ketinggian di atas 1000 m dpl yang potensial jika dikembangkan sebagai lokasi budidaya bawang putih. Sebelumnya pada tahun 2018 di Kabupaten Cianjur juga telah merealisasikan pengembangan bawang putih untuk kawasan APBN dan wajib tanam importir. Hasil produksi bawang putih tahun 2018 tersebut digunakan sebagai benih untuk

Selanjutnya
Angkat Pamor Produk Hortikultura, Kementan Kembangkan Model Desa Pertanian Organik 138 Pembaca
07-02-2020

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X terlihat sumringah saat menyaksikan langsung kegiatan promosi produk hortikultura ramah lingkungan di Pendopo Kelompok Tani Ternak Nganggring, Girikerto, Turi, Sleman (26/9). Kegiatan bertajuk Temu Lapang Desa Pertanian Organik yang dikemas dalam bentuk Jambore tersebut melibatkan sedikitnya 1.000 petani hortikultura dari 4 kabupaten se-DIY. Berbagai macam komoditas unggulan ditampilkan diantaranya Salak, Manggis, Kelengkeng, Jambu air Dalhari, Durian, Jambu Kristal, Pisang, Jahe, Bawang Merah dan aneka Sayuran. "Perkembangan produk pertanian organik di DIY yang begitu pesat patut diapresiasi. Namun, perlu dilakukan penguatan kelembagaan untuk menaungi para petani organik di wilayah Sleman, Kulon Progo, Gunung Kidul dan Bantul. Petani bisa membentuk dan mengembangkan jejaring korporasi dalam wadah koperasi. Nantinya produk organik dari petani bisa dipasar

Selanjutnya
Penyakit Papaya Ringspot Virus (PRSV) pada Pepaya 975 Pembaca
07-02-2020

Program PHT merupakan program pengelolaan yang berbasis agroekosistem, perlu keterpaduan kelembagaan yang disesuaikan dengan pendekatan agroekosistem, bukan subsektor (tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan karantina). Pergerakan komoditas pertanian antar negara/wilayah berkaitan dengan perdagangan bebas menjadi faktor penting yang berperan terhadap perpindahan dan pemencaran OPT. Terbukanya jalur transportasi dan perhubungan antar negara dan perdagangan bebas memperbesar peluang keluar masuk dan tersebarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). Hasil survey dan pemantauan OPTK berhasil membuktikan keberadaan OPTK Papaya ringspot virus (PRSV) di Aceh dan Sumatera Utara. Awal 2013 di Provinsi Aceh, terdapat insidensi PRSV 100% di Desa Lambaro Teunom, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar dengan luas pertanaman 50 ha dan umur tanaman 7 bulan – 3 tahun, serta di Desa Meuse, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireun d

Selanjutnya
Mendorong Petani Jayapura Untuk Hasilkan Sayuran Aman Konsumsi 314 Pembaca
07-02-2020

Kementerian Pertanian mendukung pengembangan hortikultura di Papua yang terletak di ujung timur Indonesia karena memiliki lahan yang subur dan luas sehingga sangat potensial sebagai lokasi pengembangan kawasan hortikultura. Selain didukung lahan yang masih luas dan subur, sebagian wilayah Papua memiliki topografi dataran tinggi dan beriklim sejuk yang cocok untuk pengembangan komoditas sayuran sehingga kebutuhannya tidak lagi dipasok dari daerah lain, tapi dapat terpenuhi secara mandiri oleh petani setempat.Sektor pertanian khususnya hortikultura di sekitar Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura budidaya aneka sayuran seperti cabai, tomat, bayam, kangkung, bawang merah, dan buah-buahan seperti melon, semangka, pepaya, dan buah naga mulai berkembang saat ini.Seperti penjelasan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DPTH) Kabupaten Jayapura Adolf Yokhu, SP, MM pada suatu kesempatan terpisah bahwa salah satu program prioritas dari Din

Selanjutnya
Perdana di Sumbar, Jambore Organik Kampanyekan Pangan Sehat 172 Pembaca
07-02-2020

Salah satu Nawacita Presiden RI adalah mewujudkan kemandirian ekonomi dengan agenda peningkatan kedaulatan pangan. Salah satu sasarannya yaitu kegiatan pengembangan 1000 desa pertanian organik. Desa pertanian organik ini sejalan dengan program ‘go organic’ yang dicanangkan Kementerian Pertanian sejak 2010. Program ini membuka peluang positif untuk penyediaan pangan sehat yang aman konsumsi. Selain itu model pertanian organik juga aman untuk petani, baik untuk lingkungan, memperbaiki lahan kritis serta menumbuhkan kemandirian petani sehingga tidak bergantung pada pestisida. Seluruh input yang digunakan dalam pertanian organik dipenuhi melalui bahan alami dan kearifan lokal. Sebagai salah satu unit kerja pelaksana pengembangan Desa Pertanian Organik, Direktorat Jenderal Hortikultura telah mengalokasikan Desa Pertanian Organik di 250 Desa di 24 provinsi.

Selanjutnya
Pisang Mulu Bebe Idola Pemuda Halmahera Barat 118 Pembaca
07-02-2020

Update Tanggal : 30 April 2018 , Biro Humas dan Informasi Publik news Sektor pertanian di bagian timur Indonesia makin unjuk gigi seiring kebangkitan kaum muda taninya. Ini terjadi di Kabupaten Halmahera Barat, yang merupakan bagian dari Provinsi Maluku Utara. Halmahera Barat sendiri merupakan penghasil hortikultura utama, selain perkebunan, di Maluku Utara. Hasilnya beragam, antara lain pala, manggis, rambutan, durian, pisang dan sayur-sayuran. Akan halnya pisang, berbagai jenis varietas ditemukan di sini, seperti Mulu Bebe (Mulut Bebek). Goroho, Jarum, Sepatu dan Tanduk. Dari berbagai ragam tersebut, yang paling menjadi andalan petani di Halmahera Barat adalah Mulu Bebe. Jenis pisang lokal inilah yang sekarang ini sedang menarik perhatian para petani muda di Halmahera Barat.

Selanjutnya
Sensor Cuaca dan Tanah Menuju Agroindustri 4.0 288 Pembaca
07-02-2020

Dinamika iklim yang saat ini sulit diprediksi merupakan salah satu tantangan dalam bercocok tanam. Perubahan iklim global ditandai dengan peningkatan kejadian anomali iklim diantaranya fenomena El-Nino yang terjadi saat ini menjadi tantangan bagi Direktorat Perlindungan Hortikultura untuk terus berupaya menjawab tantangan yang ada.Seiring dengan kemajuan teknologi pertanian dan menyongsong era industri 4.0 Direktorat Perlindungan Hortikultura memberi bantuan alat sensor tanah dan cuaca pada keltan Gede Harapan, Desa Gekbrong, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur. Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kab. Cianjur dan keltan Gede Harapan menyampaikan ucapan terimakasih saat bimtek pemanfaatan sensor tersebut. Bimtek dihadiĊ•i petugas (POPT dan PPL) dan petani setempat.

Selanjutnya
PPROSEDUR PENGAMBILAN SAMPEL GAS RUMAH KACA PADA TANAMAN HORTIKULTURA 173 Pembaca
07-02-2020

Perubahan iklim menjadi satu hal yang perlu diwaspadai terutama pada komoditas hortikultura pertanian yang rentan terhadap cekaman iklim. Untuk mencapai produktivitas yang tinggi perlu didukung kesehatan tanaman dan daya lingkungan yang mampu mengantisipasi perubahan iklim. Salah satu dampak perubahan iklim yang harus diwaspadai adalah peningkatan emisi gas rumah kaca. Istilah gas rumah kaca (GRK) mengemuka seiring dengan isu pemanasan global dan perubahan iklim yang dampaknya telah dirasakan di berbagai wilayah Indonesia. Kegiatan manusia telah meningkatkan konsentrasi GRK yang sebelumnya secara alami telah ada. Konsentrasi GRK di atmosfer setiap tahun mengalami peningkatan dengan kenaikan rerata tahunan sebesar 2,1 ppm. Peningkatan GRK akan memicu kenaikan temperatur di seluruh dunia dan mempengaruhi proses fisik dan kimia yang ada baik di bumi maupun atmosfer dan pada akhi

Selanjutnya
LIMA KELOMPOK PENGENDALI HAYATI ATAU BIO PESTISIDA ALAMI 192 Pembaca
07-02-2020

Kelompok tumbuhan insektisida nabati, adalah kelompok tumbuhan yang menghasilkan pestisida pengendali hama insekta. Contoh tumbuhan dari kelompok ini adalah: piretrium, aglaia, babadotan, bengkuang, jaringau, sirsak, saga, srikaya, sereh,   Kelompok tumbuhan antraktan atau pemikat, adalah tumbuhan yang menghasilkan suatu bahan kimia yang menyerupai sex pheromon pada serangga betina. Bahan kimia tersebut akan menarik serangga jantan, khususnya hama lalat buah dari jenis Bactrocera dorsalis. Contoh tumbuhan dari kelompok ini adalah: daun wangi dan selasih.

Selanjutnya