ARTIKEL
Upaya Kelompok Tani Margo Rukun, Kutai Kartanegara dalam Mengatasi Kekeringan 134 Pembaca
06-02-2020

Tak patah arang. Begitulah semangat yang dimiliki oleh para petani di Kelompok Tani Margo Rukun, Desa Manunggal Jaya, Kec. Tenggarong Seberang, Kab. Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Meskipun kekeringan melanda hampir sebagian besar wilayah Kutai Kartanegara selama musim kemarau, namun mereka tetap optimis bahwa tanaman yang mereka tanam akan tetap berproduktivitas meski tak sebesar saat ketersediaan air melimpah. Selain itu mereka juga telah menerapkan pertanian organik selama 2 tahun terakhir. Kekurangan air bukan penghalang mereka untuk menjaga agar tanaman tetap berproduksi. Berbekal pengetahuan dan peralatan sederhana petani membuat sumur dengan kedalaman mencapai 28 meter. Lokasi sumur yang tak jauh dari lahan kering tersebut dapat dimanfaatkan petani untuk mengairi lahan mereka seluas 15 hektar yang mengalami kekurangan air.

Selanjutnya
MENYIMAK KASUS BUSUK BATANG BUAH NAGA DI KEPULAUAN RIAU 2012 248 Pembaca
06-02-2020

Buah naga merupakan buah eksotik dari Amerika yang mulai banyak dikembangkan di negara-negara Asia seperti Vietnam, Malaysia, Thailand, Taiwan, Philiphina, termasuk Indonesia. Perpaduan rasa buahnya yang manis-asam dengan tekstur yang lembut dan watery (banyak mengandung air) membuat buah ini semakin digemari, terutama untuk dibuat jus buah, sebagai campuran dalam es buah, ataupun sekedar pelepas dahaga. Pasar buah naga masih dikuasai oleh Vietnam dan Thailand. Namun, kedua negara itupun hanya mampu memenuhi ± 50% permintaan pasar dunia. Budidaya buah naga terbilang mudah dan tidak memerlukan keahlian tertentu, tetapi tetap membutuhkan ketelatenan dan keseriusan. Buah naga dapat berkembang dengan kondisi tanah dan ketinggian lokasi apapun, namun tumbuhan ini cukup rakus akan unsur hara. Di Indonesia, sentra produksi buah naga diantaranya Riau (Siak, Kota Pekanbaru), Banten (Serang), Jawa Tengah (Karanganyar, Teg

Selanjutnya
Enam Tepat Pestisida Hasilkan Produk Hortikultura Aman Konsumsi 203 Pembaca
06-02-2020

Sudah menjadi hal biasa petani menggunakan pestisida untuk mengendalikan hama penyakit. Ada perbedaan pengertian antara pestisida dan residu pestisida. Berdasarkan Undang – Undang Nomor 12 tahun 1992 Tentang Sistem Budidaya Tanaman, pestisida adalah zat atau senyawa kimia, zat pengatur dan perangsang tumbuh, bahan lain serta organisme renik atau virus yang digunakan untuk melakukan perlindungan tanaman. Residu pestisida menurut para pakar adalah zat tertentu yang terkandung di dalam produk, baik sebagai akibat langsung maupun tak langsung dari penggunaan pestisida. Ini mencakup senyawa turunan pestisida serta senyawa hasil konversi, metabolit, senyawa hasil reaksi dan zat pengotor yang dapat memberikan pengaruh toksikologik. Residu pestisida pada sayuran tidak dapat dilihat langsung atau diterka kadarnya dengan mata telanjang. Tingkat bahaya

Selanjutnya
Siapa bilang produk organik mahal dan susah dijual 169 Pembaca
06-02-2020

Petani bawang merah organik di dusun Nawungan, Bantul DIY, Sumarno mengatakan sudah menerapkan budidaya secara organik sejak th 2014. Saat ini di lahan nya seluas 270 m2, biaya usaha tani bawang merah yang diperlukan hanya rp. 1,5 juta dan pada tahun 2017 hasil jual bawang merahnya sebanyak 10 juta rupiah, dari produksi 400 kg bawang merah rogol kering yang dijual rp. 25 ribu/kg. “Saya tidak menggunakan sarana kimia setetes pun” ujar Sumarno, hal ini disampaikannya saat kunjungan kerja Direktur Perlindungan Hortikultura, Ir. Sri Wijayanti Yusuf, M.Agr.Sc. yg disertai Kepala BPTPH dari 15 Propinsi, tgl 25 Juni 2018, di Dusun Nawungan, Bantul DIY. Sumarno mengatakan bahwa dengan biaya usaha tani yang rendah, produk bawang organiknya sangat bersaing di pasaran, “bawang merah saya selalu habis dibeli, dan tidak pernah sulit untuk menjualnya”. Stephanus Wangsit, ketua Asosiasi Organik Indonesia yg turut hadir pada kunker tsb mengatakan

Selanjutnya
Bersahabat Dengan Alam Guna Mewujudkan Peningkatan Produksi dan Produktivitas Tanaman Cabe 297 Pembaca
06-02-2020

Cabe merah (Capsicum annuum L.) adalah merupakan salah satu tanaman hortikultura yang sekarang ini sedang digalakkan perkembangannya. Kebutuhan cabe merah terus mengalami peningkatan baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun kebutuhan luar negeri.  Ilmu pengetahuan dan kebijakan untuk mengawal produksi cabe merah. Hal ini telah menyebabkan panggilan untuk investasi yang lebih besar dalam ilmu pengetahuan dan teknologi untuk pertanian cabe merah, penekanan pada intensifikasi produksi cabe merah dan pada penguatan kemitraan yang terlibat dalam produksi, penyediaan, dan pemasaran cabe.   Kebijakan pertanian yang muncul pada abad ke-21 dilaksanakan di tengah-tengah perubahan global yang cepat dalam masyarakat dan perubahan lingkungan; termasuk anomali iklim seperti peningkatan suhu global dan frekuensi kejadian cuaca ekstrem, serta menurunnya keanekaragaman hayati dan

Selanjutnya
Pemanfaatan Perangkap Likat Kuning Untuk Pengendalian Hama Terpadu 184 Pembaca
06-02-2020

Sumber: Balingtan, Pengendalian hama terpadu adalah pengendalian yang dilakukan untuk menekan penggunaan pestisida sintetik di pertanaman. Pengendalian hama terpadu (PHT) dilakukan secara fisik, mekanik, pergiliran dan rotasi tanaman lebih bersifat ramah lingkungan. Pemantauan hama di pertanaman penting dilakukan untuk menentukan upaya preventif pengendalian hama, antara lain dengan menggunakan perangkap likat kuning (yellow sticky trap). Serangga umumnya tertarik dengan cahaya, warna, aroma makanan atau bau tertentu, dimana warna yang disukai serangga biasanya warna-warna kontras seperti warna kuning cerah. Inilah yang menjadi dasar dibuatnya perangkap dengan menggunakan plastik/kertas berwarna kuning yang dilapisi dengan perekat agar hama tidak bisa terbang dan mati. Pemasangan perangkap ini dilakukan sesuai dengan jenis tanaman yang ada di lahan. Aplikasi perangkap ini sebanyak 40 lembar per hektar, dengan ketinggia

Selanjutnya
Lantik Pejabat Utama Kementan, Amran Minta Stabilkan Harga 91 Pembaca
06-02-2020

Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman melantik tiga pejabat eselon I. Pelantikan ini dilaksanakan di Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (27/3/2018). Para pejabat eselon I itu adalah Syukur Iwantoro dilantik menjadi Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, sebelumnya Staf Ahli bidang Investasi Pertanian Suwandi dilantik menjadi Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, sebelumnya Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Pertanian. Hari Priyono dilantik menjadi Staf Ahli Bidang Investasi Pertanian, sebelumnya Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Dalam sambutannya, Amran menyampaikan para pejabat (Kementan) saling bekerja sama menjaga harga pangan di bulan Ramadan. Bahkan meminta harga menjadi lebih baik dibanding 2017.

Selanjutnya
CARA JITU MENGATASI PENYAKIT LAYU MEALYBUG PADA NENAS 1022 Pembaca
06-02-2020

Pulau Kundur terletak di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau yang merupakan daerah perbatasan antara Indonesia dengan Singapura. Pulau ini memiliki potensi pengembangan buah-buahan yang cukup menjanjikan pasar ekspornya. Jenis buah yang menjadi andalan Kundur, antara lain durian, nenas, pisang, sawo dan rambutan. Nenas merupakan primadona dan menjadi icon Pulau Kundur dengan potensi pengembangannya sekitar 250-500 Ha, yang tersebar di beberapa Kecamatan, antara lain Kec. Kundur Utara, Kundur Barat dan Belat.   Pengembangan nanas di Pulau Kundur tidak selalu mulus, petani seringkali menghadapi masalah gangguan OPT terutama penyakit layu mealybug. Untuk mengatasi penyakit layu ini, Direktorat Perlindungan Hortikultura bersiner

Selanjutnya
Kementan akan Mandirikan Bawang Putih Skala Nasional 2018 89 Pembaca
06-02-2020

Jakarta - Mulai tahun 2018, Pemerintah Indonesia mencanangkan akan memandirikan bawang putih skala nasional sebagai salah satu komoditas strategis nasional. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan), mendapat mandat untuk menyediakan benih bawang putih mendukung perluasan areal tanam bawang putih.Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah sebagai ujung tombak Balitbangtan dalam melaksanakan mandat tersebut, mulai tahun 2017 telah melakukan kegiatan perbenihan bawang putih yang difokuskan di sentra pengembangan bawang putih, salah satunya di Temanggung seluas 20 hektar, yang ditempatkan di 3 Desa antara lain Desa Glapansari, Petarangan dan Kruisan. Dari kegiatan perbenihan Temanggung ini diharapkan, dengan produksi calon benih rata-rata kurang lebih 4 ton per hektar, akan dihasilkan minimal sekitar 80 ton benih bawang putih dari dan akan didistribusika

Selanjutnya
Jamin Kualitas Manggis dan Salak, Kementan Dorong Sertifikasi Organik 88 Pembaca
06-02-2020

Pemerintah terus berupaya meningkatkan daya saing dan keamanan pangan produk hortikultura melalui sistem sertifikasi jaminan mutu. Tahap awal, Kementerian Pertanian akan mendata setiap kebun hortikultura yang sudah menerapkan konsep pertanian organik. Jika memenuhi persyaratan, maka akan diterbitkan sertifikat budidaya organik yang diyakini mampu meningkatkan nilai jual produk.   Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf saat ditemui di Kantor Ditjen Hortikultura, Jumat (20/9) menjelaskan, sertifikasi organik merupakan sarana untuk memberikan jaminan bahwa produk tersebut memenuhi persyaratan standar dan dokumen normatif lainnya. "Penilaiannya dilakukan melalui inspeksi Lembaga Sertifikasi Organik (LSO). Sela

Selanjutnya