ARTIKEL
Klaten dan Sekitarnya Tidak Mengenal Paceklik 147 Pembaca
31-01-2020

Klaten dan Karanganyar sedang melalui masa panen raya. Dua kabupaten ini tidak mengalami masa paceklik yang sempat ramai dibicarakan.Desa Kapungan sendiri yang berada di Kecamatan Polan Harjo sedang panen 10 hektar padi. Nilai produktivitasnya mencapai 8,4 ton gabah kering panen (GKP).Panen dilakukan di Desa Kapungan Kec. Polan Harjo. Luas yang panen hari ini di satu kecamatan 10 ha. Secara keseluruhan di Klaten per hari di sini sekitar 150 ha panennya.“Kita sedang panen di Desa Kapungan Kec. Polan Harjo. Luas yang panen hari ini di satu kecamatan 10 ha. Secara keseluruhan di Klaten per hari di sini sekitar 150 ha panennya”, ucap Yasid Taufik selaku Penanggung Jawab Upsus Pajale Kabupaten Klaten dan Karanganyar.Turut dalam panen menyertai Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Klaten Joko, Kapten Inf Ngadimin dari Kodim 0723 Klaten beserta para petani.

Selanjutnya
Proyeksi Bawang Putih Lokal Ke Depan Membaik 164 Pembaca
31-01-2020

Banyuwangi (22/2) — CV Sinar Padang Sejahtera sendiri, salah satu importir bawang merah berhasil menanam seluas 116 ha bawang putih di Desa Taman Sari, Kecamatan Licin. Dari kejauhan tampak jelas  hamparan bawang putih tumbuh subur.Dengan luasan tersebut Banyuwangi ini menambah kekuatan sentra bawang putih nasional yang tadinya meliputi Temanggung, Karanganyar, Magelang dan Sembalun. Dengan demikian komitmen untuk swasembada bawang putih semakin nyata.Tentunya ini merupakan upaya keras yang dilakukan Ditjen Hortikultura guna mengembalikan kejayaan bawang putih nasional. Pada tahun 1990 Indonesia pernah menjadi penghasil bawang putih, namun pada tahun-tahun berikut merosot tajam akibat impor bawang putih masuk ke dalam negeri.“Pemerintah berupaya meningkatkan produksi lokal, sekarang Banyuwangi digarap dan rupaynya sukses. Kaya mimpi saja. Semakin banyak sentra yang dikembangkan, kita bertahap mengurangi ketergantungan i

Selanjutnya
Banyuwangi Sentra Baru Bawang Putih Nasional 173 Pembaca
31-01-2020

Banyuwangi — Percepatan gaung bawang putih semakin nyata dengan bertambahnya calon sentra baru di Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, Propinsi Jawa Timur.Dengan luasan 116 ha berlokasi di Desa Taman Sari, Dirjen Hortikultura Spudnik Sujono merasa terharu dengan suksesnya CV Sinar Padang Sejahtera melaksanakan amanat RIPH sesuai Permentan 38 tahun 2017. Ketentuan ini mewajibkan importir menanam 5 persen dari kuota impor yang diajukan.“Saya pertama kali datang ke sini dikawal Direktur STO (Sayuran dan Tanaman Obat). Saya terharu, bangga, melalui medan yang cukup kuat ternyata berhasil. Pak Camat, Danramil, Dinas dan BPTP mohon ini didukung, dipandu. Ini adalah regulasi untuk memproduksi”, ucap Spudnik Sujono saat menerima pertanyaan wartawan nasional pada (22/2) lalu.Disebutkan oleh Dirjen bahwa selama ini Indonesia kerap mengimpor. Tiap tahun Indonesia mengimpor sebanyak 500.000 ton. Produksi dalam negeri selama ini

Selanjutnya
Mangga Organik Sejahterakan Petani Pasuruan Jawa Timur 206 Pembaca
31-01-2020

Salah satu sentra produksi mangga terletak di Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur.  Luas kebun mangga di Kabupaten Pasuruan sekitar 2.000 hektar. Hamparan tanaman mangga dengan mudah dapat kita temui disana. Bahkan setiap rumah tangga, halaman rumahnya ditanami pohon mangga.  Jenis tanaman mangga yang dibudidayakan bervariasi antara lain Harumanis, Golek, Garifta, dan Gadung.  Namun yang paling dominan adalah jenis mangga Gadung Klon 21 atau popular dikenal dengan sebutan Mangga Alpukat. Kebun mangga Kelompok Tani Kerto Sari 4 seluas sekitar 50 ha berlokasi di Desa Oro-Oro Rombo Wetan.  Salah satu anggota kelompok tani tersebut adalah Wari yang memiliki kebun seluas 2 hektar dengan jumlah tanaman mangga sekitar 20

Selanjutnya
Pompa Air, Sarana Penanganan Kekeringan dan Banjir Petani Sayuran Kab Banyu 158 Pembaca
31-01-2020

Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian RI No : 45/Kpts/PD.200/1/2015 telah menetapkan kawasan tanaman hortikultura di Sumatera Selatan, diantaranya Kabupaten Banyuasin untuk kawasan cabai dan bawang merah.  Karakteristik lahan pertanaman sayuran kabupaten Banyuasin provinsi Sumatera Selatan adalah lahan rawa lebak. Lahan rawa lebak termasuk dalam lahan potensial dan prospektif untuk pengembangan produk pertanian di masa depan.Kecamatan Banyuasin I merupakan sentra hortikultura antara lain cabai lokal/cabai banyuasin dan sayuran daun (sawi hijau, pokcoy, terong, kacang panjang). Keunggulan cabai lokal Banyuasin adalah ketahanannya terhadap serangan penyakit antraknosa.  Memasuki musim kemarau bulan Juli dan Agustus 2019 harga cabai di produsen / petani berkisar antara Rp. 50.000 – Rp. 60.000 per kg, hal ini karena   ketersediaan air   di musim kemarau terbatas dan banyak lahan yg tdk ditanami cabai.   P

Selanjutnya
Hasilkan Sayuran Aman Konsumsi, Petani di Mamuju dan Mateng Lakukan Pengend 305 Pembaca
31-01-2020

Provinsi Sulawesi Barat merupakan pengembangan Provinsi Sulawesi Selatan, dibentuk pada tanggal 5 Oktober 2004 berdasarkan UU No. 26 Tahun 2004. Luas wilayahnya sekitar 16.796,19 km, terletak paling barat dari Kepulauan Sulawesi. Secara administratif provinsi ini terdiri dari 6 (enam) kabupaten, dengan Mamuju sebagai ibukota provinsi. Kabupaten Mamuju dan Mamuju Tengah yang mayoritas masyarakatnya petani dan peternak hewan merupakan daerah yang didorong untuk pengembangan sayuran, sehingga dapat memenuhi kebutuhan lokal dan harga sayuran dapat menjadi lebih murah. Harga komoditas sayuran mungkin yang paling berfluktuasi dibandingkan komoditas lainnya diantara produk pertanian. Fluktuasi harga tersebut diantaranya disebabkan oleh sifat produk sayuran yang tidak dapat disimpan lama dan mudah rusak, sehingga petani umumnya mengusahakan sayuran dalam skala yang tidak terlampau luas. Namun demikian, produk sayuran merupakan produk yang diperlukan oleh masyara

Selanjutnya
Bantuan Pompa Air Dalam Upaya Penanganan Kekeringan 170 Pembaca
31-01-2020

Tasnipul Abdi, Ketua kelompok tani Sekar Taji, jumlah anggota 25 orang, yang berlokasi di Desa Tenam, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, sangat berterimakasih kepada Kementerian Pertanian atas bantuan Pompa air, melalui kegiatan Antisipasi Dampak Perubahan Iklim/DPI,  Direktorat Perlindungan Hortikultura. Tasnipul menyampaikan akan segera memasang Pompa tersebut berikut selang/pipa air, Alhamdulillah sumber air yang berada dilokasi tersebut tidak pernah surut walaupun pada saat kemarau. Iklim dan kondisi tanahnya, untuk wilayah Desa Tenam sangat cocok untuk ditanami berbagai macam tanaman sayuran, ujar Tasnipul.

Selanjutnya
Kementan Dukung Atasi SiLabu Pada Tanaman Salak 311 Pembaca
31-01-2020

Tanaman buah merupakan salah satu  komoditas hortikultura yang prospektif untuk dikembangkan. Salak (Salacca zalacca) adalah buah unggulan Daerah Istimewa Yogyakarta, asli Indonesia memiliki nilai ekonomi tinggi dan telah diekspor ke beberapa negara, antara lain: Uni Emirat Arab, Tiongkok, Malaysia, Singapura, Thailand, Saudi Arabia, dengan volume ekspor pada tahun 2014 sebesar 942 ton, tahun 2015 sebesar 2.016 ton, dan tahun 2016 sebesar 699 ton. Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta merupakan salah satu sentra produksi salak. Tanaman salak merupakan sumber penghasilan utama petani di Kabupate

Selanjutnya
Belajar Budidaya dan Pengelolaan OPT Stroberi Dari Petani Korea Selatan 617 Pembaca
31-01-2020

Stroberi yang merupakan tanaman asli Chili (Amerika Selatan) sudah sejak lama dikembangkan di Indonesia. Selain dikonsumsi segar, stroberi juga banyak dijadikan makanan olahan seperti sirup, selai, manisan atau bahan tambahan makanan lain. Varietas stroberi introduksi yang berkembang di Indonesia adalah Osogrande di Purbalingga, Selva di Karanganyar, Earlibrite (Holibert) di Garut, Ciwidey Bandung, Rosa Linda, Sweet Charlie, Aerut, dan Camarosa di Bedugul Bali, Dorit, Lokal Berastagi dan California di Berastagi, Chandler di Bondowoso PTPN XII, serta Lokal Batu di Batu (sumber: Balitjestro). Karena memerlukan temperatur rendah, stroberi di Indonesia sebaiknya dibudidayakan di daerah dataran tinggi. Selain itu, stroberi dapat tumbuh dengan baik pada daerah

Selanjutnya
Rumusan Sosialisasi Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan Ramah Lingku 125 Pembaca
31-01-2020

Dalam rangka mendorong pertanian ramah lingkungan dengan meminimalkan penggunaan bahan pengendali OPT berbasis kimia, biaya produksi, meningkatkan produksi dan kualitas hasil, menurunkan serangan OPT, pada T.A. 2014 dilaksanakan kegiatan Pengembangan Sistem Perlindungan Hortikultura khususnya Pengendalian OPT Hortikultura di 68 kabupaten/kota penerima dana tugas pembantuan, di 21 provinsi. Fokus komoditas, yaitu cabai, bawang merah, dan jeruk.Untuk mengawali kegiatan tersebut dilaksanakan Pertemuan Sosialisasi Pengendalian OPT Ramah Lingkungan di Yogyakarta, tanggal 28-30 Januari 2014. Pertemuan Sosialisasi dimaksudkan untuk meningkatkan koordinasi pelaksanaan program Pengembangan Sistem Perlindungan terpadu berwawasan lingkungan yang berkelanjutan TA 2014 antara Pusat dan Daerah; serta terlaksananya   Program  dimaksud di daerah kawasan/pengembangan hortikultura.Pertemuan Sosialisasi dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal

Selanjutnya