ARTIKEL
Petani sayuran di Pekanbaru terapkan Pengendalian OPT Ramah Lingkungan 211 Pembaca
31-01-2020


Provinsi Riau yang terletak di Pulau Sumatera, beribu
kota di Kota Pekanbaru  memilki luas wilayah yang cukup luas 87.023,66 km dan menjadikan semangat bagi petani dalam bertanam sayuran.
Selama ini sejumlah komoditas sayuran yaitu cabai, tomat dan bawang merah di Provinsi Riau
 sebagian besar didatangkan dari luar Riau seperti Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Sejalan
dengan kebijakan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, pengembangan hortikultura tidak hanya
terkonsentrasi di Pulau Jawa, namun harus dapat mandiri di setiap pulau, maka di Riau pun
dikembangkan berbagai macam sayuran.Dengan   dukungan   Kementerian   Pertanian,   Pemerintah   Provinsi   Riau   berupaya   mencapai
 swasembada   sayuran   dengan   memanfaatkan  lahan   tidur   dan   lahan   pekarangan.   Dengan
berkem

Selanjutnya
Petani Muda Di Kabupaten Solok Mulai Tertarik Menerapkan PHT Pada Bawang Me 117 Pembaca
31-01-2020

Bawang merah merupakan komoditas hortikultura unggulan nasional  yang dibutuhkan sepanjang tahun, oleh karena itu ketersediaannya harus selalu terjaga. Ketersediaan produksi bawang merah sering menghadapi kendala berupa terjadinya serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) berupa hama dan penyakit yang menyebabkan gagal panen atau hasil panen tidak optimal. Salah satu tindakan yang diyakini petani agar terhindar dari kerugian akibat serangan OPT adalah dengan penggunaan pestisida. Keyakinan petani tersebut cenderung memicu penggunaan pestisida secara meningkat dari waktu ke waktu. Penggunaan pestisida sudah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pertanian di Indonesia tidak terkecuali bagi petani bawang merah di kabupaten Solok.Penggunaan pestisida yang berlebihan akan menjadi kendala bagi produksi, karena dengan aplikasi pestisida secara intensif kemungkinan nantinya akan meninggalkan residu pada produk yang dihasilkan yang men

Selanjutnya
Dorong Budidaya Hortikultura Ramah Lingkungan Kementan Tambah Klinik PHT 152 Pembaca
31-01-2020

Guna mendukung Gerakan Pengendalian OPT Hortikultura ramah lingkungan di seluruh kawasan produksi hortikultura di Indonesia, Kementan melakukan penguatan kelembagaan perlindungan Hortikultura melalui Klinik PHT. Sampai akhir 2018, jumlah klinik PHT hortikultura di Indonesia tercatat 238 unit. Pada Tahun 2020 akan dialokasikan klinik baru sebanyak 250 unit.Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf, saat ditemui usai kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang penguatan kelembagaan Klinik PHT di Bogor (10/9) menyebut pihaknya berkomitmen menjalankan amanat UU No 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura agar menggunakan bahan pengendali ramah lingkungan untuk mengatasi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). "Kami akan optimalkan klinik PHT yang ada. Untuk sentra-sentra hortikultura terlebih komoditas strategis seperti cabai dan bawang yang belum ada klinik PHT, kami upayakan ada penambahan," ujar wanita yang akrab dipanggil Yanti tersebut.

Selanjutnya
Petani Cabai dan Bawang Merah di Brebes Saatnya Menerapkan Pengendalian OPT 184 Pembaca
31-01-2020

Guna mendukung Gerakan Pengendalian OPT Hortikultura ramah lingkungan di seluruh kawasan produksi hortikultura di Indonesia, Kementan melakukan penguatan kelembagaan perlindungan Hortikultura melalui Klinik PHT. Sampai akhir 2018, jumlah klinik PHT hortikultura di Indonesia tercatat 238 unit. Pada Tahun 2020 akan dialokasikan klinik baru sebanyak 250 unit.Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf, saat ditemui usai kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang penguatan kelembagaan Klinik PHT di Bogor (10/9) menyebut pihaknya berkomitmen menjalankan amanat UU No 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura agar menggunakan bahan pengendali ramah lingkungan untuk mengatasi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). "Kami akan optimalkan klinik PHT yang ada. Untuk sentra-sentra hortikultura terlebih komoditas strategis seperti cabai dan bawang yang belum ada klinik PHT, kami upayakan ada penambahan," ujar wanita yang akrab dipanggil Yanti tersebut.

Selanjutnya
Cara Pembuatan Pestisida Nabati Dari Tanaman Kunyit (Curcuma domestica) 2273 Pembaca
31-01-2020

Cara Pembuatan Pestisida Nabati Dari Tanaman Kunyit (Curcuma domestica)Ekstrak KunyitBahan dan Alat : 20 gram parutan rimpang kunyit, 200 ml urine sapi, 2-3 liter air, 8-12 ml diterjen dan Ember (alat/tempat)Cara Pembuatan :Rendam parutan kunyit dalam urine sapi kurang lebih (24 jam) lalu SaringCara Penggunaan :Tambahkan 2 – 3 liter air. Tambahkan diterjen, kemudian aduk hingga rata. Semprot ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hariOPT Sasaran :Kutudaun, ulat tanah, ulat jengkal, belalang, tungau, penggerek batang Embun tepung(sumber : Setiawati, R. Murtiningsih, N. Gunaeni, dan T. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), Balai Penelitian Tanaman Sayuran)

Selanjutnya
Supply Chain Manajemen Produk Hortkultura Indonesia, Tantangan Yang Harus D 384 Pembaca
31-01-2020

Indonesia sebagai negara dengan wilayah yang luas dan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia memiliki tantangan dalam pengelolaan produk hortikultura, khususnya Supply Chain Management (Rantai Pasok). Berbagai jenis buah-buahan dengan beragam varietasnya, sayuran dan tanaman hias tersedia di negara kita. Sebut saja misalnya mangga Gedong Gincu. Seberapa banyak masyarakat mengenal mangga Gedong Gincu, dan seberapa banyak ketersediaannya di pasaran? Lalu bagaimana penentuan harga buah tersebut dari tingkat lapang (petani) hingga sampai ke tangan konsumen? Belum ada yang bisa menjawabnya. Itu baru satu jenis buah saja. Belum lagi bila kita bicara mengenai bawang merah dan cabai sebagai bahan kebutuhan pokok dalam negeri terutama saat menjelang Hari Raya (Idul Fitri) dan pergantian tahun. Kedua produk tadi senantiasa mewarnai masyarakat Indonesia dengan gejolak harga yang melambung tinggi.Supply Chain Management (Rantai Pasok) untuk produk hortikult

Selanjutnya
Bertanam Cabai dan Bawang Merah di Tanah Pasir Mensejahterakan Petani 149 Pembaca
31-01-2020

Cabai dan bawang merah merupakan dua komoditas strategis yang menjadi perhatian pemerintah dalam pengembangannya. Kementrian pertanian terus memperluas pertanaman cabai dan bawang merah di seluruh Indonesia dalam rangka menjamin ketersediaan diseluruh wilayah, disepanjang waktu. Bahkan di lahan berpasir pun dikembangkan cabai dan bawang merah. Bantul-DIY merupakan wilayah tanah berpasir yang potensial untuk pengembangan cabai dan bawang merah. Namun demikian, untuk membuat tanah berpasir jadi produktif berbagai teknologi harus diterapkan. Salah satunya yang dilakukan Sumarno, ketua kelompok tani Pasir Makmur di Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, DIY.

Selanjutnya
Gerdal OPT Salak 89 Pembaca
31-01-2020

Gerakan Pengendaluan OPT Lalat buah pada tanaman salak dengan pemasangan ME secara serempak di 33 kelompok tani desa Merdikorejo Tempel Sleman, Yogyakarta, Minggu tgl 8 April 2018.

Selanjutnya
Petani Cabai di Kab Bangka Tengah telah Menerapkan Pengendalian OPT Secara 113 Pembaca
31-01-2020

Petani Cabai Kriting di Ds Trubus, Kec Lubuk Besar dan di Ds Keretak, Kec Sungaiselan telah menerapkan penggunaan agens hayati Trichoderma sejak di persemaian. Disamping itu juga menggunakan tanaman selasih untuk mengendalikan lalat buah.Hal ini, memberikan hasil yg positif terhadap pertanamannya, disamping itu juga menekan biaya usahataninya dari pembelian pestisida kimia. Disamping menanam cabai kriting, petani cabai juga menanam cabai rawit varietas lokal yg menjadi favorit penduduk Bangka. Jenis cabai rawit ini rasanya sangat pedas.Pengendalian OPT secara ramah lingkungan akan menjaga kelestarian lingkungan dan menghasilkan produk yang aman konsumsi.

Selanjutnya
Gerdal OPT Bawang Merah Ramah Lingkungan 152 Pembaca
31-01-2020

Gerdal di Kelompok tani Pasamaturukang dan Keltan Mandiri kel. Bontotangga Kec. Jeneponto Sul Sel. Luas tanam bawang merah 30 Ha, Cabe 25 Ha Umur Tanaman 1 Hst - siap panen. Pola tanam Padi gogo - jagung _ cabe bawang - sawi  

Selanjutnya