ARTIKEL
Amankan Produksi Bawang Merah melalui Gerdal OPT 303 Pembaca
26-10-2020

Amankan Produksi Bawang Merah melalui Gerdal OPT Nganjuk - Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Kabupaten Nganjuk terus melakukan pendampingan kepada petani bawang merah guna mengendalikan serangan OPT melalui gerakan pengendalian (Gerdal) OPT. Pasalnya, bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura strategis nasional yang rentan terserang Organisme OPT. Beberapa hama seperti ulat bawang (Spodoptera exigua) dan lalat pengorok daun (Liriomyza sp.) kerap dijumpai pada pertanaman bawang merah. Gerdal dilaksanakan di lahan bawang merah seluas 78 hektare milik Kelompok Tani Beringin, Desa Banaran Kulon, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Hampir semua anggota kelompok tani hadir dan terlibat dalam kegiatan gerdal tersebut. Menteri Pertanian, Syahrul Yas

Selanjutnya
Makin Diminati Masyarakat Perkotaan, Kementan Gairahkan Budidaya Urban Farming 219 Pembaca
24-10-2020

Makin Diminati Masyarakat Perkotaan, Kementan Gairahkan Budidaya Urban Farming   Dewasa kini masyarakat banyak melirik sektor pertanian. Demam bertani juga melanda banyak masyarakat di kawasan perkotaan melalui budidaya urban farming. Urban farming adalah sebuah konsep memindahkan pertanian konvensional menjadi pertanian perkotaan. Salah satu bentuk praktiknya adalah dengan sistem hidroponik. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menilai pertanian perkotaan sangat potensial di tengah pandemi COVID-19. Pemanfaatan pekarangan membuat keluarga perkotaan dapat memenuhi pangan sendiri dan berpotensi menghasilkan pendapatan. "Saat ini produksi hortikultura meningkat signifikan ditambah dengan adanya urban farming. Laporan dari Dinas Pertanian Jawa Tengah, penjualan benih horti meningkat sa

Selanjutnya
Petani Organik Jeneponto Jaga Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi 251 Pembaca
29-09-2020

Petani Organik Jeneponto Jaga Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi Jeneponto - Pestisida kimia saat ini masih banyak dijadikan sebagai pilihan petani untuk mengendalikan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) karena mudah diperoleh dan praktis. Namun demikian, jika digunakan secara masif dan tidak bijaksana dapat menyebabkan rusaknya agroekosistem. Residu pestisida dapat mengendap dalam daun, batang dan akar tanaman sehingga berbahaya bagi tubuh bila dikonsumsi. Pengguna pestisida kimia dapat ditekan apabila petani mulai beralih ke pertanian organik. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mendorong petani menuju pertanian organik. Selain bermanfaat bagi kesehatan, juga mampu menjaga lingkungan sekitar. "Bertani organik itu kaya manfaat. Semangat pertanian organik perlu dikobarkan dan ditu

Selanjutnya
Kementan Sigap Tangani Dampak Perubahan Iklim di Kalimantan Barat 232 Pembaca
28-09-2020

Kementan Sigap Tangani Dampak Perubahan Iklim di Kalimantan Barat Menghadapi musim hujan di awal Oktober 2020, masyarakat tetap mewaspadai wilayah-wilayah yang akan mengalami musim hujan lebih awal, yaitu di sebagian wilayah Sumatera dan Sulawesi serta sebagian kecil Jawa, Kalimantan, NTB dan NTT. Secara teori menanam komoditi hortikultura pada musim hujan akan menghadapi kendala karena memicu berkembangnya organisme pengganggu tanaman, terutama penyakit. Dampaknya, resiko kegagalan panen menjadi lebih besar. Beberapa OPT yang perlu diwaspadai antara lain antraknosa, layu fusarium dan bercak ungu. Direktur Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto menyampaikan bahwa salah satu kunci keberhasilan peningkatan produksi yaitu melakukan pengendalian OPT.

Selanjutnya
Kementan Intensifkan Program Peningkatan Daya Saing Komoditas Hortikultura dari Hulu 215 Pembaca
28-09-2020

Kementan Intensifkan Program Peningkatan Daya Saing Komoditas Hortikultura dari Hulu Direktorat Perlindungan Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) merencanakan lima program utama pada 2021. Seluruh kegiatan menyasar pada pengamanan produksi untuk peningkatan daya saing baik kuantitas maupun kualitas, melalui pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) sesuai pengelolaan hama terpadu (PHT) dan dampak perubahan iklim (DPI). Dengan demikian produk yang dihasilkan aman konsumsi dan ramah lingkungan. "Produk yang dihasilkan juga layak ekspor karena memenuhi persyaratan teknis SPS (sanitary and phytosanitary) yang diatur WTO (Organisasi Perdagangan Dunia)," ucap Direktur Perlindungan Ditjen Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf, dalam keterangan tertulis, Minggu (27/9). Kelima program t

Selanjutnya
Lawan OPT Secara Alami dengan Agens Hayati 319 Pembaca
10-09-2020

Lawan OPT Secara Alami dengan Agens Hayati Rejang Lebong - Serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) menjadi momok menakutkan bagi sebagian petani cabai. Kerugian yang ditimbulkan dari serangan OPT ini selain menurunkan kuantitas dan kualitas produksi, juga dapat menyebabkan gagal panen. Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dapat diupayakan, salah satunya dengan pemanfaatan musuh alami atau agens hayati. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan pentingnya penerapan PHT untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan yang berwawasan lingkungan. "Pertanian Indonesia perlu diarahkan ke produk yang aman konsumsi dan tidak mencemari lingkungan. Salah satunya dengan mengurangi penggunaan pestisida kimia sintetik dan kembali ke prinsip PHT,” ungkapnya. Di

Selanjutnya
Pelatihan Penerapan Pengendalian Hama Penyakit Terpadu 851 Pembaca
07-09-2020

PELATIHAN PENERAPAN PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT TERPADU (PPHT) JERUK Indonesia memiliki banyak varietas jeruk lokal yang populer secara nasional, diantaranya Siam Pontianak dan Keprok Terigas yang berasal dari Provinsi Kalimantan Barat. Dua puluh tahun silam, jeruk sambas yang merupakan sentra jeruk terbesar di Kalimantan Barat mengalami keterpurukan karena adanya serangan penyakit yang menyebabkan Kabupaten Sambas sebagai endemis CVPD. Meski demikian, secara bertahap pengembangan jeruk di Kabupaten Sambas kembali bangkit. Misi pertanian ramah lingkungan yang tertuang dalam Gedor Horti menjamin produk yang sehat dan lingkungan yang alami. “Bahwa pengelolaan budi daya maupun pengendalian OPT harus memperhatikan dampaknya pada lingkungan dan diri kita sebagai konsumen. Produk yang sehat berasal dari bahan baku yang sehat,&rdquo

Selanjutnya
Kelompok Wanita Tani Provinsi Kalimantan Barat 467 Pembaca
03-09-2020

KELOMPOK WANITA TANI PROVINSI KALIMANTAN BARAT TETAP SEMANGATMENGENDAALIKAN OPT SECARA RAMAH LINGKUNGAN Selasa, 01 September 2020 UPT Perlindungan Tanaman Pangan Dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat untuk yang kesekian kalinya memberikan bimbingan dan pelatihan pengendalian OPT Hortikultura yang ramah lingkungan kepada Kelompok Wanita Tani Nyiur Melambai, Desa Peniti Luar, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat. Pada kegiatan bimbingan dan pelatihan pengendalian OPT Hortikultura yang yang dipandu oleh Diky Dwi C selaku petugas POPT Kecamatan Jongkat ini, kaum ibu yang tergabung dalam kelompok wanita tani diajarkan bagaimana membuat perangkap likat kuning secara sederhana dan murah namun dapat membantu mengendalikan hama yang kerap menyerang tanaman sayuran.

Selanjutnya
Upaya Menjaga Kehilangan Produksi Tanaman Jeruk oleh OPT Di Sumatera Barat 339 Pembaca
01-09-2020

UPAYA MENJAGA KEHILANGAN PRODUKSI TANAMAN JERUK OLEH OPT DI SUMATERA BARAT Tanaman jeruk (citrus) merupakan salah satu komoditi buah-buahan unggulan di Sumatera Barat, dengan luas pertanaman 4188 Ha yang tersebar pada beberapa kawasan di beberapa Kabupaten, salah satunya kabupaten Limapuluh Kota yang merupakan daerah sentra jeruk dan merupakan sumber pendapatan yang dapat diandalkan oleh petani.Salah satu kendala dalam meningkatkan produksi tanaman jeruk adalah karena adanya serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Dari hasil pengamatan lapangan oleh Petugas Pengendali Organisme Penggaggu Tumbuhan (POPT), salah satu OPT yang sangat bermasalah saat ini adalah hama lalat buah (Bactrocera spp). Akibat hama lalat buah ini terjadi penurunan produksi (kehilangan hasil) dan kwalitas ditingkat petani sampai 40 %. Dalam hal ini UPTD BPTPH Provinsi Sumatera Barat mela

Selanjutnya
Organisme Pengganggu Tumbuhan (Opt) Utama Pada Tanaman Lidah Buaya 4503 Pembaca
31-08-2020

ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN (OPT) UTAMA PADA TANAMAN LIDAH BUAYA Lidah buaya (Aloe vera ) merupakan salah satu komoditas tanaman obat yang banyak digunakan sebagai bahan baku makanan, minuman, dan industri kecantikan, bidang farmaka hingga dijadikan tanaman hias. Kota Pontianak, Kalimantan Barat merupakan sentra penghasil lidah buaya dengan kualitas terbaik. Umumnya lidah buaya Pontianak yang dibudidayakan pada lahan gambut memiliki ukuran bervariasi mulai dari ±20 cm hingga ±70 cm. Selain ditanam secara hamparan di tanah, lidah buaya juga dapat ditanam dan tumbuh subur di dalam pot. Jenis tanaman lidah buaya yang banyak dibudidayakan adalah Aloe vera chinensis dan Aloe vera barbadensis. Lidah buaya dapat tumbuh pada kisaran temperatur yang luas. Organisme pengganggu tumbuhan (OPT) merupakan salah satu penyebab ker

Selanjutnya