ARTIKEL
Jangan Anggap Remeh Penyakit Kanker Batang Buah Naga 728 Pembaca
02-08-2020

Jangan Anggap Remeh Penyakit Kanker Batang Buah Naga Jakarta - Indonesia mempunyai potensi sangat besar dalam pengembangan produksi buah-buahan tropis, salah satunya buah naga. Walaupun buah naga ( Hylocereus polyrhizus ) bukan tanaman asli Indonesia, tapi syarat tumbuh buah naga ini sesuai dengan kondisi Indonesia. Beriklim tropis dan dapat tumbuh sampai ketinggian tempat 800 meter dari permukaan laut. Untuk daerah di sepanjang garis ekuator, buah naga dapat dipanen dari bulan Januari sampai Desember. Oleh karena itu, sekitar tahun 2012 banyak petani maupun pelaku usaha di bidang hortikultura yang berinvestasi untuk memproduksi buah naga di berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini didukung pula oleh pemasaran buah naga yang masih terbuka lebar, baik pasar

Selanjutnya
Antisipasi Dampak Kemarau di Sumatera, Kementan Siapkan Sejumlah Strategi 222 Pembaca
30-07-2020

Antisipasi Dampak Kemarau di Sumatera, Kementan Siapkan Sejumlah Strategi ACEH - Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), beberapa daerah di Indonesia memasuki musim kemarau. Dari total 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia. Sebanyak 30 persen diperkirakan mengalami kemarau lebih kering dari situasi normal yaitu sebagian Aceh, sebagian pesisir timur Sumatera Utara, sebagian Riau, Lampung bagian timur, Banten bagian selatan, sebagian Jawa Barat, serta Jawa Tengah bagian tengah dan utara. Prediksi awal musim kemarau terjadi pada Mei dan puncaknya pada Agustus 2020. Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Hortikultura sigap dalam mendukung pengamanan produksi hortikultura. Hal ini sejalan dengan arahan dari

Selanjutnya
Kiat Sukses Bertanam Cabai di Musim Hujan 268 Pembaca
29-07-2020

Kiat Sukses Bertanam Cabai di Musim Hujan : Kombinasi Aplikasi Rain shelter dan Pestisida Nabati rahasianya Jakarta - Cuaca dan iklim merupakan faktor alam yang sangat berpengaruh dalam usaha pertanian. Kondisinya yang terkadang tidak sesuai dengan prediksi perlu disiasati dengan penerapan teknologi agar usaha pertanian tetap memberikan hasil yang menguntungkan. Keunikan yang dimiliki alam tropis ini, menurut Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) jangan dijadikan kendala. Kerahkan segala upaya agar produksi terjaga, bermutu dan berkualitas. Dalam hal ini teknologi rain shelter menjadi solusi untuk menjaga produktivitas tanaman cabai di musim hujan. Rain shelter merupakan atap sungkup dari plastic UV yang dipasang menggunakan kerangka bambu, besi dan sejenisnya diatas pertanaman cabai. Penggunaan rain shelter pada pertan

Selanjutnya
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Melalui Bimbingan Pemanfaatan Agensia Hayati 1389 Pembaca
28-07-2020

PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI (KWT)MELALUI BIMBINGAN PEMANFAATAN AGENSIA HAYATI Covid-19 telah mengganggu banyak aspek di pertanian, mulai sistem produksi hingga distribusi. Namun hal tersebut tidak boleh menjadikan pertanian terhenti. Banyak program kegiatan telah diluncurkan oleh pemerintah sebagai upaya agar kegiatan pertanian tetap bisa berjalan. Sasaran berbagai program kegiatan tersebut tidak hanya kepada Kelompok Tani (poktan) namun juga Kelompok Wanita Tani (KWT). Kelompok Wanita Tani atau yang sering disebut KWT adalah salah satu bentuk kelompok tani yang anggotanya terdiri dari para wanita yang berkecimpung dalam kegiatan pertanian, yang dalam pelaksanaan kegiatannya diarahkan kepada pemberdayaan usaha pertanian skala rumah tangga agar dapat menambah pengha

Selanjutnya
Antisipasi Ketersediaan Bawang Putih, Kementan Perkuat Early Warning System (EWS) 279 Pembaca
27-07-2020

Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan early warning system (EWS) guna mengantisipasi ketersediaan komoditas bawang putih dari gangguan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) serta keadaan iklim yang tidak kondusif.   Bawang putih merupakan komoditas hortikultura strategis yang sedang dikembangkan secara intensif. Namun demikian, praktek di lapangan seringkali terjadi berbagai masalah yang dapat menurunkan jumlah produksi. Salah satunya adalah perubahan ekosistem pertanian dan pola budidaya termasuk perubahan iklim (kekeringan/banjir). Kondisi ini ikut berdampak terhadap perkembangan populasi, jenis dan status OPT serta keadaan keseimbangan musuh alami.   Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto dalam keterangannya, Rabu (22/7) menjelaskan bahwa Data EWS Per

Selanjutnya
Tanaman Durian Bisa Turunkan Efek Gas Rumah Kaca 195 Pembaca
27-07-2020

Tanaman Durian Bisa Turunkan Efek Gas Rumah Kaca Pandeglang - Perubahan iklim merupakan isu global yang memberikan dampak secara regional maupun lokal. Hasil kajian dari IPCC (The Intergovernmental Panel on Climate Change) menyatakan bahwa perubahan iklim dipicu oleh adanya peningkatan gas rumah kaca di atmosfer. Dampaknya terjadi peningkatan jumlah panas yang diterima oleh permukaan bumi. Secara alami melalui proses metabolismenya yaitu fotosintesis, tumbuhan diberi kemampuan untuk mengkonsumsi karbondioksida di atmosfer dan mengubahnya menjadi bentuk energi (gugus gula) yang bermanfaat bagi kehidupan. Sebagian besar energi ini disimpan oleh tumbuhan dalam bentuk biomassa dan sekitar 50% dari biomassa merupakan karbon. Dengan persentase sebesar ini biomassa p

Selanjutnya
Antisipasi Puncak Musim Kemarau, Jambi Percepat Pelaksanaan Penanganan Dampak Perubahan Iklim 384 Pembaca
24-07-2020

Antisipasi Puncak Musim Kemarau, Jambi Percepat Pelaksanaan Penanganan Dampak Perubahan Iklim   Jambi - Pelaksanaan penanganan dampak perubahan iklim (PPDPI) di provinsi Jambi dipercepat seiring adanya informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan bahwa peralihan musim kemarau 2020 telah dimulai sejak bulan Mei dan diprediksi akan mengalami puncaknya pada bulan Agustus dan September 2020.   Pemerintah dan masyarakat perlu waspada terhadap risiko yang ditimbulkan pada daerah-daerah yang rawan akibat perubahan iklim. Salah satu dampak perubahan iklim ini adalah bencana kekeringan yang cenderung terus meningkat, baik frekuensi, intensitas dan distribusi kejadiannya.  

Selanjutnya
Pemerintah Bersama-sama Petani Kendalikan Lalat Buah Salak 625 Pembaca
24-07-2020

Pemerintah Bersama-sama Petani Kendalikan Lalat Buah Salak Dusun Pulewulung, sebuah dusun kecil, terletak di lereng selatan Merapi masuk di wilayah Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Dusun Pulewulung sudah sudah terkenal dengan pertanian salak, mulai salak lokal hingga salak pondoh dengan berbagai varian salak lengkap bisa ditemui disini. Salah satu keunggulan produksi buah salak di Pulewulung adalah rasa yang khas yang tak akan ditemukan di tempat lain. Dalam rangka pengendalian lalat buah pada pertanaman salak di Yogyakarta khususnya wilayah Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi DI Yogyakarta melalui Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit Tanaman (LPHPT) Bantul Yogyakarta, siap mengawal dan mendampingi petani di lapangan.

Selanjutnya
Pacu Ekspor Hortikultura, Kementan Kembangkan Kawasan Bebas Residu Pestisida 176 Pembaca
23-07-2020

Pacu Ekspor Hortikultura, Kementan Kembangkan Kawasan Bebas Residu Pestisida Jakarta - Pestisida pada komoditas hortikultura dapat terserap tanaman, dan terbawa oleh hasil panen berupa residu yang dapat dikonsumsi oleh konsumen lewat makanan. Residu pestisida menimbulkan efek yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan kesehatan.   Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Bambang Sugiharto, dalam keterangannya, Senin (20/7) mengatakan bahwa solusi yang dapat diterapkan adalah pengembangan pertanian ramah lingkungan melalui aplikasi biopestisida.   "Salah satu prospek pengembangan produk hortikultura yang diekspor adalah adanya permintaan komoditas hortikultura dengan Batas Maksimum Residu Pestisida (BMR) yang rendah," ujar B

Selanjutnya
Bangkitkan Semangat Pertanian Ramah Lingkungan, Petani di Bantul Kembangkan Agens Pengendali Hayati (APH) 188 Pembaca
22-07-2020

Bangkitkan Semangat Pertanian Ramah Lingkungan, Petani di Bantul Kembangkan Agens Pengendali Hayati (APH) Anggapan umum yang melekat di petani bahwa produksi tinggi cenderung dibarengi dengan penggunaan pestisida kimia sintetik secara masif (berlebihan dan tidak bijaksana) sebagai satu satunya cara ampuh untuk mengendalikan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Hal ini akan berdampak negatif pada kesehatan lingkungan (agroekosistem), hewan/manusia dan menurunnya tingkat kesuburan tanah. Agens Pengendali Hayati atau yang lebih dikenal dengan APH menjadi salah satu alternatif dan solusi terbaik karena sifatnya yang aman, mudah dikembangkan dan ramah lingkungan untuk mengendalikan OPT sasaran.   Bapak Jumeno salah seorang petani pelopor dan merupakan ketua gabungan kelompok tani (Gapoktan) Sido Makmur telah b

Selanjutnya