ARTIKEL
Pembuatan Bahan Pengendali Opt Yang Ramah Lingkungan 689 Pembaca
21-07-2020

Pembuatan Bahan Pengendali Opt Yang Ramah Lingkungan Mengacu pada UU No. 12 / 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman, bahwa pada dasarnya perlindungan tanaman merupakan tanggung jawab masyarakat / petani dan pemerintah. Petani sebagai pemilik bekewajiban mengendalikan gangguan OPT di lahannya, segala tindakan dan usaha perlindungan menjadi tanggung jawab masyarakat. Sejauh mungkin dalam menangani permasalahan perlindungan tanaman dikembangkan kearah pemecahan masalah di tingkat lapangan. Pemerintah berkewajiban dalam memotivsi agar petani menyadari, mau dan mampu melaksanakan sistem perlindungan tanaman secara efektif, efisien dan aman. Upaya tersebut harus dilakukan secara terus menerus melalui penyuluhan dan bimbingan serta penyediaan teknologi pengendalian yang tepat guna. Dinas pertanian Provinsi Kalimantan Ba

Selanjutnya
Yakini Bisnis Hortikultura Makin Prospektif di Masa Pandemi Covid - 19, Mentan SYL : Saatnya Indonesia Maju 254 Pembaca
20-07-2020

Yakini Bisnis Hortikultura Makin Prospektif di Masa Pandemi Covid - 19, Mentan SYL : Saatnya Indonesia Maju Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengajak seluruh masyarakat dan insan pertanian terus menggunakan pendekatan digital sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan produksi pertanian. Menurut dia, pendekatan online sistem adalah sebuah keharusan, terutama pada saat memasuki era new normal. "Dulu untuk bisa mengetahui informasi-informasi di daerah perlu berhari-hari. Namun sekarang kita sudah mempunyai fasilitasnya," kata Mentan saat berdialog dengan peserta Rapat Koordinasi Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura se-Indonesia di Horticulture War Room, Jumat, 17 Juli 2020. Mentan mengatakan, on

Selanjutnya
Inovasi Teknologi Tepat Guna Kincir Air dan Embung 657 Pembaca
19-07-2020

Inovasi Teknologi Tepat Guna Kincir Air dan Embung Desa Cimahi Kecamatan Caringin merupakan salah satu kawasan penghasil sayuran di Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. Berada sekitar 100 Km dari Kota Garut dan 145 Km dari kota Bandung ibu kota Provinsi Jawa Barat. Karakter geofisik di Kecamatan Caringin memiliki bentuk pantai yang relatif sama yaitu memiliki morfologi landai dan relief rendah. dengan ketinggian berkisar 0-20 m di atas permukaan laut (dpl), Secara umum potensi pertanian di Desa Cimahi meliputi lahan sawah padi seluas 312 ha, budidaya hortikultura seluas 621 ha terdiri dari tanaman cabe dan sayur-sayuran, dan perkebunan berupa Kelapa, kopi, dan cengkeh. Di sektor pertanian, Desa Cimahi memiliki area persawahan tadah hujan dengan musim tanam hanya sekali dalam setahun sehing

Selanjutnya
Belum Banyak yang Tahu, 3 Tanaman Ini Bisa Cegah Dampak Perubahan Iklim 425 Pembaca
16-07-2020

Belum Banyak yang Tahu, 3 Tanaman Ini Bisa Cegah Dampak Perubahan Iklim Tasikmalaya - Dampak perubahan iklim (DPI) yang terjadi di Indonesia telah mempengaruhi sektor pertanian dalam hal produktivitas. Selain itu bisa menyebabkan terjadinya perubahan curah hujan, musim tanam, ketersediaan air tanah dan serangan hama penyakit pada tanaman yang akan dibudidayakan. Salah satu solusi yang belum banyak diketahui masyarakat dalam mitigasi dampak perubahan iklim adalah peran komoditas tanaman buah dalam penyerapan karbon di udara. Beberapa tanaman buah yang memiliki potensi dalam penyerapan karbon atau dikenal sebagai penyimpan stok karbon adalah komoditas durian, mangga dan manggis. Tanaman manggis merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai jual dan nilai ekspor yang cukup t

Selanjutnya
Klinik PHT Koto Panjang Masifkan Gerakan Bertani Ramah Lingkungan 239 Pembaca
15-07-2020

Klinik PHT Koto Panjang Masifkan Gerakan Bertani Ramah Lingkungan Koto Panjang - Provinsi Sumatera Barat selain dikenal sebagai lumbung pangan nasional juga dikenal sebagai pusatnya pertanian ramah lingkungan di Indonesia. Pertanian ramah lingkungan merupakan penerapan budidaya dengan menggunakan tanaman sehat, penggunaan pupuk organik, sanitasi kebun, memanfaatkan kearifan lokal. Termasuk meminimalkan penggunaan pestisida kimia dalam mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) di pertanaman. Pertanian ramah lingkungan sudah cukup lama diterapkan oleh petani di Sumatera Barat. Kemandirian petani dalam menerapkan pertanian ramah lingkungan tidak terlepas dari kuatnya kelembagaan kelompok tani dan kesadaran petani akan pentingnya kesehatan tanaman, manusia maupun lingkungan hidup.

Selanjutnya
Teknologi Hemat Air Antisipasi Musim Kemarau pada Komoditas Hortikultura 268 Pembaca
14-07-2020

Teknologi Hemat Air Antisipasi Musim Kemarau pada Komoditas Hortikultura Jakarta - Dampak perubahan iklim telah membawa kerugian di berbagai sektor, termasuk sektor pertanian. Beberapa faktor iklim yang berpengaruh terhadap budidaya hortikultura antara lain curah hujan, suhu udara, kecepatan angin, dan kelembaban udara. Dengan adanya informasi prakiraan iklim yang akurat, maka kemungkinan terjadinya gagal panen dapat dihindari dengan cara menyesuaikan sistem budidaya atau manajemen pola tanam. Dalam rangka mengantisipasi dampak perubahan iklim khususnya musim kemarau pada komoditas hortikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian melakukan langkah konkret dengan melaksanakan kegiatan Virtual Literacy GEDOR HORTI In Action. Acara yang dibuka oleh Sekretaris Ditjen Hortikultura Retno Sri Hartati Mukyandari

Selanjutnya
Lewat SIMPOK, Gedong Gincu Sumedang Tembus Pasar Eropa 229 Pembaca
13-07-2020

Lewat SIMPOK, Gedong Gincu Sumedang Tembus Pasar Eropa JAKARTA - Sumedang merupakan salah satu kabupaten penghasil mangga gedong gincu yang cukup potensial di Jawa Barat. Potensi luas pertanaman mangga gedong gincu di Kabupaten Sumedang kurang lebih 5.000 hektar (ha) yang tersebar di 6 kecamatan yaitu Kecamatan Tomo (1.200 ha), Jatigede (1.800 ha), Ujungjaya (1.350 ha), Pase (50 ha), Situraja (45 ha) dan Conggean (25 ha). Peluang pasar ekspor mangga gedong gincu cukup tinggi. Namun demikian, produk mangga yang akan diekspor sering mengalami penolakan dari negara produsen akibat hama lalat buah. Kerusakan akibat lalat buah ini diperkirakan mencapai 30-40%, yang tentu saja sangat merugikan petani mangga di wilayah Sumedang karena pendapatan yang diperoleh petani menjadi berkurang. Sesuai amanat Me

Selanjutnya
Strategi Produksi Komoditas Hortikultura di Masa Perubahan Iklim 390 Pembaca
01-07-2020

Strategi Produksi Komoditas Hortikultura di Masa Perubahan Iklim Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) tengah menyiapkan sejumlah inisiatif untuk mengantisipasi potensi gangguan produksi komoditas hortikultura akibat kekeringan dan efek pandemi COVID-19. Perubahan iklim tidak lagi sebagai isu, tetapi telah menjadi kenyataan yang memerlukan tindakan nyata secara bersama pada tingkat global, regional maupun nasional. Dalam menyikapi perubahan iklim, Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, Minggu (28/6) mengatakan telah menyusun suatu strategi yang meliputi tiga aspek, yaitu antisipasi, mitigasi, dan adaptasi. Strategi antisipasi dilakukan dengan melakukan pengkajian terhadap perubahan iklim untuk meminimalkan dampak negatifnya terhadap sektor pertanian. Menurut pria yg biasa disapa Anton ini, adaptasi merupakan tinda

Selanjutnya
Mentan Syahrul Dorong Sayuran Organik dari Petani Milenial 586 Pembaca
29-06-2020

Mentan Syahrul Dorong Sayuran Organik dari Petani Milenial   Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bersama anggota Komisi IV DPR RI, Luluk Hamidah mengunjungi sekaligus panen sayur organik di kawasan Sayur Organik Merbabu (SOM) Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Sabtu (27/6/2020). Kunjungan ini bertujuan untuk mendorong budidaya sayur organik yang maju, mandiri dan modern oleh petani milenial sehingga produksinya dapat memenuhi permintaan di masa new normal yang kian melejit. Hadir anggota DPD RI, Denty Eka Widi Pratiwi, Bupati Semarang, Mundjirin ES, Danrem 073/Makutarama Kolonel Arm Moch Erwansjah, Kajati Jawa Tengah, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Suryo Banendro, Kapolres Semarang AKBP Gatot Hendro Hartono, Dandim 0733/BS Semarang, Kolon

Selanjutnya
GEDOR HORTI in Action Seri Perlindungan Hortikultura 1022 Pembaca
28-06-2020

GEDOR HORTI in Action Seri Perlindungan Hortikultura#2 Bapak dan ibu peserta virtual literacy dgn tema : Atraktan dan Feromon sebagai Pengendali OPT Ramah Lingkungan, yg dilaksanakan pada Kamis, tgl 25 Juni 2020. Terimakasih kami sampaikan pada narasumber yg telah meluangkan waktu untuk berbagi ilmu dgn kita dan tak lupa ucapak terimakasih pada peserta virtual literacy yg begitu semangat utk menimba ilmu terkait pengendalian OPT ramah lingkungan. Berikut kami sampaikan jawaban atas pertanyaan bapak/ibu sekalian yg belum sempat dibahas pd virtual literacy tersebut.   PERTANYAAN UNTUK PROF ANDI

Selanjutnya