Hama ulat merupakan jenis hama tanaman yang paling banyak jenisnya, beberapa jenis ulat yang sering menyerang atau mengganggu tanaman adalah ulat tanah, ulat grayak, ulat daun, ulat penggerek buah, ulat penggerek batang, ulat bibit dan lain sebagainya. Ulat bukan merupakan bentuk hewan dewasa, tetapi tahap larva dari spesies dalam ordo Lepidoptera, yang mencakup kupu-kupu dan ngengat. Kebanyakan adalah pemakan tumbuhan walaupun beberapa spesies merupakan pemakan serangga. Kebanyakan ulat dianggap sebagai hama dalam pertanian. Banyak spesies ngengat dikenal karena tahap ulatnya menyebabkan kerusakan pada buah dan produk pertanian lainnya (wikipedia). Praktisnya hama ulat mudah dikendalikan dengan penyemprotan insektisida kimia. Tetapi kita semua tentunya tahu, penggunaan pestisida kimia memliki efek buruk bagi manusia, ekosistem maupun lingkungan. Untuk mengurangi residu bahan kimia pada bahan pangan komoditas pertanian, ada baiknya kita mencoba untuk menggunakan pestisida organik/pestisida nabati, Walaupun dalam prakteknya kita belum 100% menerapkan sistem pertanian organik tapi setidaknya bisa mengurangi penggunaan bahan-bahan kimia.

Jenis-jenis Tanaman Yang Berpotensi Sebagai Pestisida Organik untuk Mengendalikan Hama Ulat. Beberapa jenis tanaman atau tumbuhan sudah diketahui dapat digunakan untuk mengendalikan hama ulat pada tanaman. Beberapa diantaranya mungkin sudah kita kenal dan banyak ditemukan disekitar kita. Dan tidak tertutup kemungkinan ada yang belum kita ketahui. Jenis- jenis tanaman atau tumbuhan yang dapat digunakan sebagai bahan pestisida nabati untuk mengendalikan hama ulat anatra lain ; “ajeran, bawang putih, bengkuang, brotowali, cabai merah, duku, pepaya, tembakau, kunyit, cabai rawit, kenikir, jahe, gadung, lidah buaya, mengkudu, mimba, pacar cina, sirsak, srikaya, tembelekan, tomat, kacang babi.”.

Ekstrak dari tanaman-tanaman tersebut mengandung senyawa kimia tertentu yang dapat berfungsi sebagai penolak hama, menghilangkan nafsu makan hama, menghambat pertumbuhan hama maupun membunuh hama secara langsung.

Salam Ramah Lingkungan.

Media lainnya

Salak Bali VS Salak Gula Pasir
Ekstrak Daun Tomat
Mengenal Kutu Daun