PENYAKIT RIMPANG 2

Busuk rimpang,

901111-12_110220201581356454_img31

Gambar : Gejala busuk rimpang Sclerotium pada jahe
Sumber: Balittro
Penyebab:

Sclerotium rolfsii, Rhizoctonia solani, dan Fusarium oxysporum
Patogen bertahan dalam tanah dan rimpang yang sakit. Patogen ini mempunyai miselium berwarna putih. Untuk mempertahankan diri, cendawan S. rolfsii dan R. solani membentuk sklerotium yang semula berwarna putih, kemudian menjadi cokelat. Sedangkan F. oxysporum membentuk klamidospora
Penyebaran patogen dapat melalui benih, air, angin, serangga, dan alat pertanian

Gejala Serangan:

serangan cendawan S. rolfsii, R. solani, dan F. oxysporum baik sendiri-sendiri maupun bersamaan menyebabkan busuk rimpang. Gejalanya berupa daun menguning, layu, dan pucuk tanaman mengering, akhirnya tanaman mati. Gejala ini mirip seperti serangan layu bakteri, tetapi proses kematian tanaman berlangsung beberapa bulan. Batang semu yang menunjukkan gejala tersebut sulit dicabut atau dipisahkan dari rimpangnya. Bila rimpang dibelah terlihat bagian dalam berwarna agak gelap dan busuk, tetapi tidak mengeluarkan lendir. Pada serangan berat, rimpang dan batang keriput, dan terdapat mycelium cendawan berwarna putih seperti bulu dan butir-butir sklerotium

Pada kondisi kelembaban tanah tinggi, sebagai akibat dari drainase kurang baik, patogen berkembang biak lebih cepat.
Tanaman inang: kunyit, jahe, lidah buaya, keladi hias, anggrek, krisan, kembang pukul empat, amarilis, melati, cocor bebek, nona makan sirih, buncis, kecipir, kangkung, bayam, terung, cabai, ketimun, pisang, dan jeruk.


Karat

901111-12_110220201581356462_img3A

Gambar : Gejala penyakit karat (A) dan serangan berat (B) pada kunyit
Sumber: Balittro

Penyebab: Puccinia sp.
Cendawan penyebab penyakit karat ini cocok berkembang pada temperatur yang agak dingin (16-23 °C).

Gejala serangan: timbul karat-karat pada daun, berwarna kuning kecokelatan. Umumnya daun muda yang lebih awal diserang. Akibat serangan penyakit karat, pertumbuhan tanaman tidak optimum. Pada serangan berat, daun-daun menjadi kering.

Tanaman inang: kunyit, lengkuas, kapulaga, jagung, kacang tanah, dan gandum



Layu bakteri

901111-12_110220201581356469_img2D
Gambar : Gejala penyakit layu bakteri pada jahe dan

Gejala layu bakteri (busuk rimpang) pada kencur (A), eksudat bakteri ke luar dari rimpang temulawak yang sakit (B), dan cara mendiagnosa bakteri R. solanaceaerum (C).
Sumber: Balittro
Penyebab: Ralstonia solanacearum
Sumber utama bakteri R. solanacearum berasal dari benih rimpang yang sudah terinfeksi dari tanaman induk yang sakit. Patogen masuk ke dalam tanaman inang melalui luka-luka pada akar akibat serangan nematoda dan faktor lainnya

Patogen dapat bertahan lama di dalam tanah, sehingga menjadi sumber penyakit. Oleh sebab itu, tidak dianjurkan menanam tanaman rimpang berulang-ulang di lahan yang sama
Patogen menyebar melalui bibit terinfeksi, tanah, air, alat-alat pertanian, dan pekerja di lapang

901111-12_110220201581356476_img2E

Gejala serangan: gejala khas, daun menguning dan menggulung dimulai dari daun tua dan diikuti daun muda. Gejala daun menguning dimulai dari pinggir daun, kemudian menyebar ke seluruh helai daun. Tanaman akan layu, mengering, dan mati

Proses kematian berlangsung cepat. Pada bagian pangkal batang terlihat cekung basah dan garis - garis hitam atau abu – abu sepanjang batang. Rimpang dan batang busuk dan berbau. Batang mudah dicabut dari pangkalnya. Bila pangkal batang atau rimpang dipotong dan dipijit, akan ke luar eksudat/lendir berwarna putih susu. Penyakit berkembang paling cepat pada suhu 27 °C

Cara untuk mendiagnosa bakteri R. solanacearum dari tanaman yang terserang yaitu dengan memotong pangkal batang atau rimpang lalu rendam dalam air jernih, maka warna air akan berubah menjadi keruh

Tanaman inang: jenis temu-temuan (jahe, kunyit, kencur, lempuyang, temu mangga, temu putih, temu lawak, dan bangle), famili Solanaceae (tomat, terung, kentang), beberapa jenis gulma seperti babadotan meniran, ceplukan, Euphorbia hirta, Erechtites sp., krokot, Commelina sp., dan Spigelia anthelmia,

 

Jenis OPT Obat - Kunyit