OPT ANGGREK KE 1

1. Virus Mosaik Cymbidium (Cymbidium mosaic virus = CyMV)

VIRUS 1

Gambar : Gejala Serangan Awal dan Gejala Serangan Lanjut

Sumber : Ditlin Hortikultura dan IPB

Cara bertahan hidup : pada tanaman inang anggrek.

Penularan : alat potong, secara mekanis, media tanam, pot, dan anakan.

Faktor yang mempengaruhi : ketahanan virus, spesies/strain virus, suhu.

Gejala serangan : gejala mosaik akan tampak lebih jelas pada daun-daun muda berupa garis-garis klorotik memanjang searah serat daun. Pada bunga yang terinfeksi memperlihatkan gejala bercak-bercak cokelat 

 

2. Tungau Merah Tenuipalpus pacificus Baker

TUNGAU

Gambar : Tungau Merah dan Gejala Serangan

Sumber : Ditlin Hortikultura dan IPB

Tungau berwarna merah berukuran sangat kecil, kira-kira 0,1 mm, umumnya ditemukan di permukaan bawah daun. Tungau makan dengan cara menusukkan alat mulutnya ke jaringan tanaman dan mengisap cairannya.

Tanaman inang :

Phalaenopsis sp., Dendrobium sp., Orcidium sp., Vanda sp., Gramatophyllium sp., kapas, kacang-kacangan, jeruk, dan gulma terutama golongan dikotil.

Gejala serangan :

pada permukaan bawah daun terdapat titik/bercak berwarna kuning atau coklat, kemudian meluas dan seluruh daun menjadi kuning, pada permukaan bawah berwarna putih perak. Pada tingkat serangan lanjut daun menjadi keriting dan kerdil kemudian gugur. 

 

3. Siput Setengah Telanjang Parmarion sp

VIRUS 3

Gambar : Siput yang menempel pada media tumbuh dan  Siput

Sumber : Ditlin Hortikultura dan IPB

Siput dewasa berukuran 10 - 12 mm, diameter 14 - 18 mm dengan 5 - 6 alur-alur lingkaran, solid, buram, berwarna cokelat kemerahan, atau hijau kekuningan, kadang-kadang mempunyai strip cokelat kemerahan sekeliling bagian luarnya.

Pada siang hari siput bersembunyi di tempat yang teduh, dan aktif mencari makan pada malam hari.

Tanaman inang : anggrek, kol, sawi, tomat, kentang, karet, tembakau, dan ubi jalar.

Gejala serangan : daun berlubang tidak beraturan dan sering ditandai adanya kotoran bekas lendir yang mengkilat. Siput juga menyerang akar dan anakan, serta memakan bahan organik yang telah membusuk

 

4. Layu Sclerotium

VIRUS 4

Penyebab :  cendawan Sclerotium rolfsii Sacc.

Gambar :Gejala Serangan

Sumber : Rahmat Rukmana, 2000

Cara bertahan hidup : sklerotia, sebagai saproba di dalam tanah, dan tanaman inang yang luas.

Penularan :

media tumbuh yang terkontaminasi.

Faktor yang mempengaruhi : media tumbuh serasah.

Gejala serangan : tanaman yang terserang terutama yang masih muda, menguning dan layu. Infeksi terjadi pada bagian yang dekat dengan media tumbuh. Bagian ini membusuk, dan pada permukaannya terdapat miselium cendawan berwarna putih, teratur seperti bulu.

 

5. Layu Fusarium

VIRUS 5

Penyebab : cendawan Fusarium oxysporum Schlecht f.sp. cattleyae Foster

Gambar : Gejala Serangan

Sumber : IPB

Cara bertahan hidup : membentuk spora bertahan berupa klamidospora, dan saprob di tanah.

Penularan : tanaman inang anggrek terutama Cattleya sp., Dendrobium sp., Oncidium sp., media yang terkontaminasi, percikan air, dan benih.

Faktor yang mempengaruhi : kelembaban tinggi, media tanam yang terlalu basah.

 

Gejala serangan :

bagian atas tanaman merana seperti kekurangan air, menguning, dengan daun-daun keriput, umbi semu menjadi kurus, kadang-kadang agak terpilin. Perakaran busuk, meluas ke atas sampai ke pangkal batang. Jika akar rimpang dipotong tampak epidermis dan hipodermis berwarna ungu, phloem dan xylem ungu merah jambu muda. Akhirnya seluruh akar jadi ungu. 

 

6. Kapang Daun

VIRUS 6

Penyebab : cendawan Cladosporium fulvum Cke (Holiday)

Gambar : Gejala Serangan

Sumber : Ditlin Hortikultura dan IPB

Cara bertahan hidup : pada sisa-sisa tanaman sakit, tanaman inang lain seperti tanaman famili Solanceae, dan gulma.

Penularan : angin.

Faktor yang mempengaruhi : suhu yang tinggi dan kekeringan berlebih.

Gejala serangan : pada tangkai daun bagian bawah terdapat lapisan cendawan berwarna hitam seperti jelaga

 

 

Jenis OPT Flori - Anggrek