LAYU BAKTERI

Layu Bakteri (Bacterial Wilt)

901111-12_02022020_1580629763_t7

Ralstonia (Pseudomonas) solanacearum
(E.F.Sm) E.F.Sm. yang di­kenal juga dengan nama Xanthomonas
solanacearum (E.F.Sm) Dowson

Morfologi dan daur penyakit

Bakteri berbentuk batang, tidak berspora tidak berkapsul, bergerak dengan satu bulu cambuk, poler, aerob, gram negatif. Koloni di atas media agak berwarna keruh, kecoklatan, kecil tak teratur halus mengkilap kebasah-basahan. Bakteri ini diketahui mempunyai banyak ras yang berbeda virulensinya.
Bakteri mudah menular melalui air, tanah yang terifeksi, benih/bibit, melalui alat pertanian seperti cangkul, pisau yang digunakan membelah umbi bibit. Suhu 27 oC, cuaca kering, dan curah hujan yang banyak, merupakan kondisi yang memungkinkan bagi perkembangan patogen.
Di Indonesia penyakit ini banyak dijumpai di Sumatera, Jawa, Bali, Lombok dan Sulawesi.

Gejala serangan

Daun tanaman layu dimulai dari daun muda dan pada umumnya terjadi pada tanaman yang berumur kurang dari 6 minggu. Gejala lebih khas adalah pembuluh batang berwarna coklat, bila potongan batang dipijit batang mengeluarkan massa lendir keabu-abuan. Bila potongan batang direndam dalam air yang bersih beberapa menit kemudian pangkal batang mengeluarkan benang putih halus yang merupakan massa bakteri. Di samping menyerang daun, bakteri juga dapat menyerang umbi. Pada ujung umbi terdapat bagian yang mengendap berwarna hitam. Jika umbi dipotong tampak jaringan busuk berwarna coklat, sedang pada lingkaran berkas pembuluh umbi terdapat lendir yang berwarna krem sampai kelabu, umbi menjadi busuk sama sekali.

Pengendalian

Rotasi tanaman, pemberaan, dan penanaman varietas tahan

Tanaman inang lain

Tomat, tembakau, kacang tanah, terung, cabai dan beberapa spesies gulma.