Pupuk Kascing PDF Print E-mail
Berita - Terkini
Written by ndik   
Thursday, 05 July 2018 23:47
2018-07-06
PUPUK KASCING (BEKAS CACING 


Pertanian organik adalah: proses budidaya tanaman yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia sintetis, serta memperhatikan kelestarian lingkungan. Produk pertanian organik dibuktikan dengan dicantumkannya sertifikat Organik pada kemasan produknya, sertifikat ini diperoleh dari Lembaga Sertifikasi Organik (LSO). Produk pertanian organik sudah sangat dikenal oleh masyarakat dunia dan diminati oleh oleh berbagai kalangan dengan harga yang lebih tinggi daripada produk pertanian sejenis lainnya. 

 
Pemberian pupuk organik dapat berasal dari berbagai sumber, dari kotoran hewan (kecuali babi), kompos, kascing, trichokompos dan semua pupuk yang berasal dari bahan organik lainnya.

Pupuk kascing adalah pupuk organik padat alami yang difermentasi langsung oleh cacing tanah. Pupuk kascing ini sangat baik untuk kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman. Berdasarkan uji laboratorium, pupuk kascing ini memiliki kandungan unsur hara yang lebih banyak, seperti nitrogen 1,79%, kalium 1,79%, fosfat 0,85%, kalsium 30,52%, dan karbon 27,13%. Kandungan ini sangat efektif untuk menggemburkan tanah dan membuat tanaman menjadi subur, bila dibandingkan dengan kandungan pada pupuk kimia.
 
Proses pembuatan pupuk kascing sangat sederhana yaitu hanya dengan memberi makan cacing maka kotoran yg dikeluarkan dr cacing tsb langsung dapat  dijadikan pupuk, makanan cacing bisa berasal dari sampah-sampah organik sekitar yang telah dihancurkan dulu kemudian dicampur dengan pupuk kandang.
 
  
 

Kelompok tani "Sipatuo" Ds Barabatu,  Kec Lakbakkang, Kab Pangkep,  SulSel biasa menggunakan batang pohon pisang yang telah panen/sampah organik kemudian dihancurkan menggunakan mesin chrusser, selanjutnya hancuran batang pisang di tempatkan diatas terpal kemudian ditambahkan pupuk kandang (kotoran sapi) setelah itu cacing (yg digunakan jenis cacing ANC/ African Night Crawler) dilepaskan diatasnya. Selanjutnya cacing-cacing akan masuk dan mulai memakan campuran batang pisang dan kotoran sapi.
 

Cacing tsb makan sebanyak berat tubuhnya sehingga untuk produksi pupuk bergantung pada jumlah cacing yg dilepaskan dan jumlah bahan makanannya. Kotoran yg dikeluarkan cacing  (pupuk kascing) akan berada pada tumpukan yang paling atas. Memanennya digunakan saringan untuk memisahkan antara pupuk kascing dan cacingnya, selanjutnya pupuk dapat di kemas atau langsung digunakan di lahan. Sedangkan cacingnya nanti dapat dipergunakan lagi. 
Cacing berkembang biak dengan bertelur dalam waktu 7 hari, satu ekor cacing menghasilkan 1-2 telur, satu telur cacing menghasilkan 5-10 ekor cacing.
 
Pelapor : Rena dan Arif 
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Thursday, 05 July 2018 23:59 )
 
DIREKTORAT PERLINDUNGAN HORTIKULTURA
Jalan Aup Nomor 3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520 - Telepon (021) 7819117, Faximile (021) 78845628
Website : http://ditlin.hortikultura.deptan.go.id - E-mail: ditlinhort@deptan.go.id
Copyright © 2013 Direktorat Perlindungan Hortikultura Design by ndik ndikmulyadi@gmail.com