OPT Raphis ke 3 PDF Print E-mail
OPT Flori - Raphis
Written by ndik   
Friday, 21 December 2012 08:29

9. Kutu Putih pada Perakaran

Gambar : Kutu putih Dysmicoccus brevipes pada perakaran (A) dan Imago Dysmicoccus brevipes (B)
Sumber : Ditlin Horti dan Dep. Proteksi Tanaman IPB

Gejala serangan:

Kutu putih umumnya menyerang sistem perakaran dan dapat berkem-bang dalam koloni yang besar pada daerah di pangkal batang tanaman. Pada serangan berat pertumbuhan tanaman akan terhenti, lalu mati dan selanjutnya mem-busuk.
Penyebab : Dysmicoccus brevipes (Ckll.) (Famili : Pseudococcidae, Ordo : Hemiptera)

Betina melalui tiga instar nimfa. Jantan mengalami dua instar nimfa, yaitu prepupa dan pupa. Perkembangan dari instar pertama ke imago kurang lebih 24 hari untuk kedua jenis kelamin. Betina dewasa hidup 17-49 hari, sedangkan jantan dewasa hanya 1-3 hari.

Kutu D. brevipes dikenal dengan nama umum kutu putih akar nenas. Kutu ini bersifat polifag, menyerang hampir lebih dari 100 genus dalam 53 famili tanaman. Integumen spesies kutu putih ini, baik fase nimfa maupun imago betina berwarna merah jambu serta diliputi oleh lilin tipis berwarna putih dan adanya tonjolan lilin di sekeliling tubuh. Fase imago jantan bersayap dan tidak memiliki alat mulut, sehingga tidak mampu merusak tanaman.

Sumber serangan dan cara penyebaran

Populasi awal kutu putih berasal dari materi tanaman yang dibawa ke kebun ataupun dari nimfa instar muda yang terbawa angin atau dipindahkan oleh semut. Sumber serangan dapat berasal dari tanaman inang, antara lain: nenas, seledri, kacang tanah, kelapa, kopi, lada, kapas, jagung, jahe, apel, mangga, jeruk, ketimun, wortel, ubi kayu, pisang, alpukat, jambu, tebu, kentang, kakao, kacang mete, ginseng, berbagai tanaman hias dan lain-lainnya.

Faktor yang mempengaruhi perkembangan populasi

- Jarak tanam yang terlalu rapat
- Naungan yang terlalu banyak
- Terlalu banyak pupuk N
- Populasi semut tinggi
 

10.  Kutu Putih pada Daun

Gambar : Gejala serangan kutu putih Nipaecoccus nipae (A) dan Imago Nipaecoccus nipae (B)
Sumber : Ditlin Horti dan Dep. Proteksi Tanaman IPB

Gejala serangan: Pada tanaman yang terserang tampak dipenuhi oleh koloni kutu berwarna cokelat muda dan berwarna putih. Akibat serangan kutu putih ini menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat. Imago kutu putih betina dan nimfa menghisap cairan sel tanam-an. Pada tingkat kerusakan berat menyebabkan terjadi-nya pertumbuhan daun tidak normal. Ekskresi kutu me-ngandung zat gula yang seringkali menempel pada permukaan daun dan di-jadikan media tumbuh oleh

cendawan jelaga (Capnodium sp.). Cendawan ini berwarna hitam menutupi permukaan daun, sehingga menghalangi proses fotosintesa selain mengganggu keindahan tanaman.
Penyebab : Nipaecoccus nipae (Maskell)

(Famili : Pseudococcidae, Ordo : Hemiptera)

Nipaecoccus nipae dikenal dengan nama kutu putih kelapa, bermetamorfosis bertingkat (paurometabola), melalui urutan perkembangan: telur-nimfa-imago. Tubuh imago jantan bersayap dengan alat mulut tereduksi, sedangkan imago betina tidak bersayap dan memiliki alat mulut menusuk-menghisap. Imago jantan berasal dari fase nimfa yang berpupa dan diliputi lilin putih seperti kapas. Kutu putih kelapa yang menyerang tanaman adalah nimfa dan imago betina. Morfologi kedua fase ini serupa yakni tubuh ditutupi lilin berbentuk piramida berwarna cokelat dan lilin yang berbentuk tonjolan-tonjolan pada sekeliling tubuhnya.

Sumber serangan dan cara penyebaran

Populasi awal kutu putih dapat berasal dari materi tanaman yang dibawa ke kebun atau pun dari nimfa instar muda yang terbawa angin. Sumber serangan dapat berasal dari tanaman inang lain dari kutu ini, yaitu: anggrek, srikaya, kelapa, salak, mangga, jambu, alpukat, pisang dan lain-lain.

Faktor yang mempengaruhi perkembangan populasi
- Jarak tanam yang terlalu rapat
- Naungan yang terlalu banyak
- Kebanyakan pupuk N
 

11.  Kutu Perisai

Gambar : Gejala serangan kutu perisai (A) dan Imago Chrysomphalus dictyospermi (B)
Sumber : Ditlin Horti dan Dep. Proteksi Tanaman IPB

Gejala serangan:

  • Kutu perisai ini menempel pada daun dan tangkai. Kutu menyukai bagian-bagian tanaman yang terlindung, terutama banyak dijumpai di permukaan bawah daun dan di sepanjang tulang daun. Pada daun yang terserang terdapat bercak-bercak klorosis, karena kutu menghisap jaringan sel daun, kemudian ber-warna kuning. Serangan yang lebih berat akan mengakibatkan daun men-jadi keriting.
  • Penyebab : Chrysomphalus dictyospermi Morgan (Famili : Diaspididae, ordo :Hemiptera)
  • C. dictyospermi dikenal de-ngan istilah kutu perisai palem, namun memilikitanaman inang bukan hanya dari tanaman famili Arecaceae saja. Nimfa instar satu aktif bergerak mencari tempat makan dan menetap di bagian tanaman yang disukainya. Nimfa instar dua akan membentuk perisai atau cangkang berbentuk seperti lingkaran untuk melindungi tubuh dan perisai ini akan terus bertumpuk setiap kali ganti kulit hingga menjadi imago betina. Diameter perisai imago betina berkisar 1,8-2,1 mm. Tubuh imago betina kutu perisai ini berwarna kuning terdapat di bawah cangkang dan telur yang dihasilkannya sebanyak 100-150 butir yang diletakkan di bawah cangkang menetas. Imago jantan memiliki sayap dan hanya hidup beberapa hari tanpa makan.
Sumber serangan dan cara penyebaran
  • Kutu perisai dapat berasal dari bagian tanaman terserang yang dibawa ke kebun atau nimfa instar satu masih aktif bergerak dan terbawa angin. Sumber serangan berasal dari tanaman inang lain, antara lain: kelapa, kelapa sawit, beringin, nangka, tanaman palem. jahe, kunyit, temulawak, gadung, kencur, suweg, jeruk, mangga, pisang dan lain-lain.
Faktor yang mempengaruhi perkembangan populasi
- Jarak tanam yang terlalu rapat
- Naungan yang terlalu banyak
- Curah hujan yang sedikit
 
 
 
 
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Thursday, 17 January 2013 06:52 )