Hama Bagian 2 PDF Print E-mail
OPT Flori - Krisan
Written by ndik   
Friday, 21 December 2012 09:15

Kutu Putih pada Perakaran

Gambar : Kutu putih Dysmicoccus brevipes pada perakaran (A) dan Imago Dysmicoccus brevipes (B)
Sumber : Ditlin Horti dan Dep. Proteksi Tanaman IPB

Gejala serangan:

Kutu putih umumnya menyerang sistem perakaran dan dapat berkem-bang dalam koloni yang besar pada daerah di pangkal batang tanaman. Pada serangan berat pertumbuhan tanaman akan terhenti, lalu mati dan selanjutnya mem-busuk.
Penyebab : Dysmicoccus brevipes (Ckll.) (Famili : Pseudococcidae, Ordo : Hemiptera)
Betina melalui tiga instar nimfa. Jantan mengalami dua instar nimfa, yaitu prepupa dan pupa. Perkembangan dari instar pertama ke imago kurang lebih 24 hari untuk kedua jenis kelamin. Betina dewasa hidup 17-49 hari, sedangkan jantan dewasa hanya 1-3 hari.
Kutu D. brevipes dikenal dengan nama umum kutu putih akar nenas. Kutu ini bersifat polifag, menyerang hampir lebih dari 100 genus dalam 53 famili tanaman. Integumen spesies kutu putih ini, baik fase nimfa maupun imago betina berwarna merah jambu serta diliputi oleh lilin tipis berwarna putih dan adanya tonjolan lilin di sekeliling tubuh. Fase imago jantan bersayap dan tidak memiliki alat mulut, sehingga tidak mampu merusak tanaman.

Sumber serangan dan cara penyebaran

Populasi awal kutu putih berasal dari materi tanaman yang dibawa ke kebun ataupun dari nimfa instar muda yang terbawa angin atau dipindahkan oleh semut. Sumber serangan dapat berasal dari tanaman inang, antara lain: nenas, seledri, kacang tanah, kelapa, kopi, lada, kapas, jagung, jahe, apel, mangga, jeruk, ketimun, wortel, ubi kayu, pisang, alpukat, jambu, tebu, kentang, kakao, kacang mete, ginseng, berbagai tanaman hias dan lain-lainnya.

Faktor yang mempengaruhi perkembangan populasi

- Jarak tanam yang terlalu rapat
- Naungan yang terlalu banyak
- Terlalu banyak pupuk N
- Populasi semut tinggi

Ulat Tanah Agrotis ipsilon Hufn.

Gambar : Larva dan Serangga Dewasa
Sumber : Balithi

Ngengat menghindari cahaya matahari dan bersembunyi di bawah permukaan daun.

Larva berukuran panjang 4 – 5 cm berwarna cokelat hitam, juga menghindari cahaya matahari dan bersembunyi di permukaan tanah kira-kira sedalam 5 – 10 cm atau dalam gumpalan tanah

Tanaman inang : tomat, jagung, padi, tembakau, tebu, bawang, kubis, kentang Cruciferae, Crotalaria, kacang-kacangan, mawar, dan sedap malam.

Gejala serangan : larva menggigit atau memotong ujung tanaman muda, sehingga pucuk atau tangkainya terkulai dan layu. Di sekitar tanaman yang terserang terdapat sisa tanaman bekas makanan ulat.

Ulat Grayak (Spodoptera litura F.)

Gambar : Ulat Grayak
Sumber : Balithi

Sayap ngengat bagian depan berwarna abu-abu hingga cokelat kemerahan dengan pola variasi warna yang kontras dan garis warna.

Telur berbentuk bulat dengan bagian datar melekat pada daun, berwarna cokelat kekuningan Warna larva bervariasi, mempunyai tanda kalung dan bulan sabit berwarna hitam pada segmen abdomen yang ke empat dan ke sepuluh.
Tanaman inang : hama bersifat polifag, menyerang tanaman krisan, dahlia, cabai, tomat, buncis, kubis, jeruk, padi, jagung, kentang, bawang merah, terung, kacang-kacangan, kangkung, bayam, pisang, talas-talasan, dan gulma

Gejala serangan : larva yang masih kecil merusak daun dengan meninggalkan sisa-sisa epidermis bagian atas/transparan dan tinggal tulang-tulang daun saja. Gejala pada daun rusak tidak beraturan, bahkan kadang-kadang hama ini juga memakan tunas dan bunga. Pada serangan berat menyebabkan gundulnya daun, biasanya pada musim kemarau.

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Thursday, 17 January 2013 06:57 )