Hama Bagian 1 PDF Print E-mail
OPT Flori - Krisan
Written by ndik   
Friday, 21 December 2012 09:17

Kutu Daun Macrosiphoniella sanborni Gill.,

Ropalosiphum sp dan Aphis gossypii Glov.

Gambar : Kutu Daun
Sumber : Balithi

Populasi kutu daun dipengaruhi oleh keadaan cuaca (suhu udara, curah hujan, dan angin), musuh alami, ketersediaan ruang, dan makanan.

Tanaman inang : M. sanborni selain krisan yaitu Ageratum conizoides, caladium dan Lantana camara. Sedangkan Ropalosiphum sp. hanya krisan. Aphis gossypii diketahui juga menyerang tanaman cabai.

Gejala serangan : tanaman kerdil dan daun mengeriting, apabila tidak dikendalikan, tanaman ditumbuhi oleh embun jelaga hitam. Selain tanaman menjadi kerdil, kutu juga sebagai vektor virus Chrysanthemum Virus B (CVB) dan Chrysanthemum Vein Mottle (CVM).


Pengorok Daun (Liriomyza spp.)

Gambar : Pengorok Daun Gejala Serangan
Sumber : Balitsa dan Ditlin Hortikultura
Serangga dewasa berwarna cokelat tua kehitaman, ukuran panjang 1,52 - 2 mm. Sayap transparan mengkilat, rentang sayap 2,25 mm dan terlipat di atas tubuhnya.

Bentuk tubuh seperti lalat kacang (lebih kecil dan ramping). Telur berwarna putih dan agak transparan, panjangnya 0,2-0,3 mm. Larva instar satu bening, setelah itu kuning kecokelatan dan panjang 2,5 mm.

Tanaman inang : sayuran, krisan, gerbera dan berbagai gulma

Gejala serangan : serangga betina dewasa menusuk daun-daun muda dengan ovipositornya (alat mulut untuk menusuk jaringan tanaman). Tusukan tersebut mengakibatkan bintik-bintik putih. Selain untuk membuat luka, juga agar cairan daun ke luar dan kemudian mengisapnya, ovipositor juga digunakan untuk meletakkan telur. Telur akan menetas menjadi larva dalam beberapa hari, kemudian larva tersebut membuat lubang dengan cara mengorok jaringan daun di bawah epidermis, sehingga terjadi alur-alur yang berliku bekas korokan yang berwarna putih. Beberapa liang korokan menyatu dan menyebabkan daun menguning mirip gejala serangan Phytophthora infestans.

Trips - Thrips parvispinus Karny.,

T. palmi Karny dan T. tabaci  Lindeman
Gambar : Gejala Serangan
Sumber : Balithi

Imago berukuran sangat kecil, panjang tubuh 1- 1,8 mm dan berwarna kuning pucat sampai cokelat kehitaman, terdapat bercak-bercak merah atau bergaris-garis.

Trips yang muda berwarna putih atau kekuning-kuningan. Serangga jantan bersayap, sedangkan betina memiliki dua pasang sayap yang halus dan berumbai.

Tanaman inang : cabai, bawang merah, bawang daun, tomat, tembakau, kopi, ubi jalar, labu siam, bayam, kentang, kapas, tanaman Cruciferae, Crotalaria, kacang-kacangan, krisan, mawar, sedap malam.

Gejala serangan : bercak-bercak putih atau keperakan/ kekuningan seperti perunggu terdapat di permukaan bawah daun. Serangan hebat menyebabkan daun, pucuk serta tunas mengeriting/terpelintir berkerut, melengkung ke atas dan timbul benjolan seperti tumor.

Tungau Merah (Tetranychus sp.)

Gambar : Gejala Serangan
Sumber : IPB

Tungau dewasa berwarna merah kecokelatan, semua stadia tungau dari telur hingga dewasa hidup di permukaan bawah daun, karena tungau menghindari panas matahari pada siang hari.

Tanaman inang : krisan, singkong, kapas, leguminosa, jeruk, karet, jarak, pepaya, dadap, tomat, dan gulma terutama golongan dikotiledon.

Gejala serangan : perkembangannya sangat cepat dan menyebabkan kerusakan secara mendadak. Bagian yang diserang antara lain daun dan bunga. Daun berbintik-bintik kemudian bergabung dan jaringan daun seluruhnya menjadi kuning kemerahan. Permukaan daun melengkung ke bawah, bila serangan berat daun layu dan gugur

 

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Thursday, 17 January 2013 06:57 )