Penyakit rimpang 2 PDF Print E-mail
OPT Obat - Rimpang 1
Written by ndik   
Friday, 21 December 2012 09:34

Busuk rimpang,

Gambar : Gejala busuk rimpang Sclerotium pada jahe
Sumber: Balittro

Penyebab:

Sclerotium  rolfsii, Rhizoctonia solani, dan Fusarium  oxysporum
Patogen bertahan dalam tanah dan rimpang yang sakit. Patogen ini mempunyai miselium berwarna putih. Untuk mempertahankan diri, cendawan S. rolfsii dan R. solani membentuk sklerotium yang semula berwarna putih, kemudian menjadi cokelat. Sedangkan    F. oxysporum  membentuk klamidospora

Penyebaran patogen dapat melalui benih, air, angin, serangga, dan alat pertanian

Gejala Serangan:

serangan cendawan    S. rolfsii,   R. solani,  dan F. oxysporum baik  sendiri-sendiri maupun bersamaan  menyebabkan busuk rimpang. Gejalanya berupa   daun menguning, layu, dan  pucuk  tanaman mengering, akhirnya tanaman mati. Gejala ini mirip seperti serangan layu bakteri, tetapi proses kematian tanaman berlangsung beberapa bulan. Batang semu yang menunjukkan gejala tersebut sulit dicabut atau dipisahkan dari rimpangnya. Bila  rimpang dibelah terlihat bagian dalam berwarna agak gelap dan busuk, tetapi tidak mengeluarkan lendir. Pada  serangan   berat,  rimpang   dan   batang keriput, dan terdapat  mycelium cendawan berwarna putih seperti bulu dan butir-butir sklerotium

Pada kondisi kelembaban tanah tinggi, sebagai akibat dari drainase kurang baik, patogen berkembang biak lebih cepat.
Tanaman inang: kunyit, jahe, lidah buaya, keladi hias, anggrek, krisan, kembang pukul empat, amarilis, melati, cocor bebek,  nona makan sirih, buncis, kecipir, kangkung, bayam, terung, cabai, ketimun, pisang,  dan jeruk.
 

Karat

Gambar : Gejala penyakit karat (A) dan serangan berat (B) pada kunyit

Sumber: Balittro

Penyebab: Puccinia sp.

Cendawan penyebab penyakit karat ini cocok berkembang pada temperatur yang agak dingin (16-23 °C).

Gejala serangan: timbul karat-karat pada daun, berwarna kuning kecokelatan. Umumnya daun muda yang lebih awal diserang. Akibat  serangan  penyakit karat, pertumbuhan tanaman  tidak  optimum. Pada serangan berat,  daun-daun menjadi kering.

Tanaman inang: kunyit, lengkuas, kapulaga, jagung, kacang tanah, dan gandum
 
 

Layu bakteri

Gambar : Gejala penyakit layu bakteri pada jahe dan

Gejala layu  bakteri (busuk rimpang) pada kencur (A), eksudat bakteri ke luar dari rimpang temulawak yang sakit (B), dan cara mendiagnosa bakteri   R. solanaceaerum (C).
Sumber: Balittro
Penyebab: Ralstonia  solanacearum

Sumber utama bakteri R. solanacearum berasal dari benih rimpang yang sudah terinfeksi dari tanaman induk yang sakit. Patogen masuk ke dalam tanaman inang melalui luka-luka pada akar akibat serangan nematoda dan faktor lainnya

Patogen dapat bertahan lama di dalam tanah, sehingga menjadi sumber penyakit. Oleh sebab itu, tidak dianjurkan menanam tanaman rimpang berulang-ulang di lahan yang sama

Patogen menyebar melalui bibit terinfeksi, tanah, air, alat-alat pertanian, dan pekerja di lapang

Gejala serangan: gejala khas, daun menguning dan menggulung dimulai dari  daun tua dan diikuti daun muda. Gejala daun menguning dimulai dari pinggir daun, kemudian menyebar ke seluruh helai  daun. Tanaman  akan layu, mengering, dan mati

Proses   kematian   berlangsung  cepat. Pada bagian pangkal  batang  terlihat   cekung basah     dan garis - garis  hitam   atau   abu – abu sepanjang batang. Rimpang   dan    batang busuk dan berbau. Batang  mudah   dicabut   dari   pangkalnya.  Bila  pangkal   batang  atau  rimpang dipotong dan dipijit, akan ke luar eksudat/lendir berwarna putih susu.  Penyakit berkembang paling cepat pada suhu    27 °C

Cara untuk  mendiagnosa bakteri   R. solanacearum  dari tanaman yang terserang yaitu dengan memotong pangkal batang atau rimpang lalu rendam dalam air jernih, maka warna air akan berubah menjadi keruh

Tanaman inang: jenis temu-temuan (jahe, kunyit, kencur, lempuyang, temu mangga, temu putih, temu lawak,  dan bangle), famili Solanaceae (tomat, terung, kentang), beberapa jenis gulma seperti babadotan meniran, ceplukan,  Euphorbia hirta, Erechtites sp., krokot, Commelina sp., dan Spigelia anthelmia,
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Thursday, 17 January 2013 07:01 )