Waspada serangan OPT pada Musim Hujan PDF Print E-mail
Pustaka - Pedoman
Written by ditlinhorti   
Saturday, 22 December 2012 03:46

Pendahuluan

Keberhasilan usahatani sangat diperangaruhi oleh perubahan musim, yang bila tidak diantisipasi sebelumnya dapat menimbulkan kerugian secara ekonomis pada sektor pertanian umumnya dan tanaman sub sektor hortikultura khususnya, lebih lagi bila perubahan musim terjadi anomali  iklim El-Nino di musim kemarau (MK) dan La-Nina di musim hujan (MH) dengan curah hujan ekstrim rendah dan ekstrim tinggi, sehingga potensi menyebabkan gagal panen besar. Dampak perubahan iklim (DPI) pada tanaman hortikultura tidak hanya menyebabkan banjir pada MH dan kekeringan pada MK melainkan perubahan musim tersebut juga memicu meningkatnya serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) pada tanaman hortikultura, sehingga produksi dan mutu komoditas rendah yang menimbulkan kerugian bagi petani.
 
Untuk mengurangi DPI pada tanaman hortikultura diperlukan upaya antisipasi untuk penerapan langkah adaptasi, diantaranya melalui pemanfaatan informasi iklim yang tersedia, mengolah dan analisis data iklim, serta melaksanakan waktu dan pola tanam di kawasan hortikultura sesuai musim. Menurut Prakiraan Musim Hujan 2012/2013 yang disampaikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bahwa Awal MH 2012 di 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia diprakirakan umumnya terjadi pada bulan Oktober 2012 sebanyak 122 ZOM (35,7 %) dan Nopember 2012 sebanyak 116 ZOM (33,9 %), dengan sifat hujan umumnya Normal, yaitu meliputi Sumatera 30 ZOM (8,77 %), Jawa 143 ZOM (41,81 %), Bali 15 ZOM (4,38 %), NTB 21 ZOM (6,14 %), NTT 23 ZOM (6,73 %), Kalimantan 18 ZOM (5,26 %), Sulawesi 29 ZOM (8,49 %),  Maluku dan Papua 13 ZOM (3,81%). Rincian daerah hujan di masing-masing ZOM dapat dilihat pada Lampiran 1. Musim hujan akan memicu berkembangnya OPT pada tanaman hortikultura terutama serangan penyakit tanaman jenis cendawan dan bakteri, seperti Phytophtora, Fusarium, 
 
Alternaria, Colletotrichum, Diplodia, dan Pseudomonas. Apabila tidak dilakukan antisipasi melalui pengelolaan usahatani sesuai GAP/SOP, maka serangan OPT hortikultura akan
menimbulkan kerugian bagi petani, bahkan jika terjadi populasi OPT sangat tinggi (outbreak) tanaman bisa gagal panen. Dampak buruk akibat DPI ini tentu tidak diharapkan, karena selain mengancam kelangsungan usahatani, juga mengurangi kepercayaan petani terhadap program pemerintah untuk meningkatkan pendapatan dan mensejahterakan keluarga tani. ...................................
 
Bagi yang berminat untuk mendapatkan Buku tersebut di atas silahkan hubungi kami di
Direktorat Perlindungan Hortikultura
Jalan Aup Nomor 3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520 - Telepon (021) 7819117, Faximile (021) 78845628  
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Thursday, 16 October 2014 05:59 )
 
DIREKTORAT PERLINDUNGAN HORTIKULTURA
Jalan Aup Nomor 3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520 - Telepon (021) 7819117, Faximile (021) 78845628
Website : http://ditlin.hortikultura.deptan.go.id - E-mail: ditlinhort@deptan.go.id
Copyright © 2013 Direktorat Perlindungan Hortikultura Design by SadCom Multimedia ndik63@yahoo.com