Penyakit pepaya PDF Print E-mail
Berita - Tulisan Ilmiah
Written by Admin, Januari 2014   
Wednesday, 29 January 2014 01:30
Penyakit Papaya Ringspot Virus (PRSV) pada Pepaya
(Hendry Puguh Susetyo, SP, Fungsional POPT Pertama Direktorat Perlindungan Hortikultura)
  
Program PHT merupakan program pengelolaan yang berbasis agroekosistem, perlu keterpaduan kelembagaan yang disesuaikan dengan pendekatan agroekosistem, bukan  subsektor (tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan karantina). Pergerakan komoditas pertanian antar negara/wilayah berkaitan dengan perdagangan bebas menjadi faktor penting yang berperan terhadap perpindahan dan pemencaran OPT. Terbukanya jalur transportasi dan perhubungan antar negara dan perdagangan bebas  memperbesar peluang keluar masuk dan tersebarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). 
 
Hasil survey dan pemantauan OPTK berhasil membuktikan keberadaan OPTK Papaya ringspot virus (PRSV) di Aceh dan Sumatera Utara.  Awal 2013 di Provinsi Aceh, terdapat insidensi PRSV 100% di Desa Lambaro Teunom, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar dengan luas pertanaman 50 ha dan umur tanaman 7 bulan – 3 tahun, serta di Desa Meuse, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireun dengan luas pertanaman 400 ha dengan umur tanaman 7 bulan – 3 tahun. Pemantauan PRSV dilakukan oleh  Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati, Badan Karantina Pertanian di Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara di Desa Namo Mbelin, Kecamatan Namo Rambe  pada koordinat N-03010.54’ E-098o28.69’ di ketinggian 1.366 m dpl dan Desa Namo Tualang, Kecamatan Biru – Biru pada koordinat N-03028.128’ E-098o40.050’ di ketinggian 76 m dpl. Luas serangan PRSV di daerah pemantauan Kabupaten Deli Serdang mencapai ± 31 ha pertanaman dengan persentase serangan hampir 100% (Badan Karantina Pertanian, 2013).
 
Dari pemantauan di Kabupaten Deli Serang didapatkan hasil gejala PRSV pada pepaya dimana  pada daun terjadi distorsi, mosaic, mottling, blister like patches, daun menjadi  belang kekuningan dan terjadi pemucatan tulang daun pada daun muda. Gejala pada tangkai pelepah daun terdapat streak-streak hijau tua, garis atau bercak cincin warna hijau gelap pada batang dan cabang. Pada buah terdapat bercak cincin konsentrik  (ring spot), bercak berwarna hijau gelap pada buah sehingga menyebabkan rasa buah pepaya menjadi tidak manis. PRSV tersebut ditularkan melalui vektor  kutu daun persik (Myzus persicae) (Badan Karantina Pertanian, 2013).
 
Berdasarkan literatur Dr. Sri Hendrastuti Hidayat (Dept. Proteksi Tanaman IPB) yang disampaikan pada pertemuan Komisi Perlindungan Tanaman (KPT) 2013 bahwa penyebab penyakit adalah  Papaya ring spot virus (PRSV) – Potyvirus yang termasuk OPTK A1 Gol. 1,  terdiri dari  PRSV Strain – P yang menginfeksi pepaya dan tanaman famili cucurbitaceae seperti labu, mentimun, semangka dan pumpkin dan PRSV Strain – W yang hanya menginfeksi semangka. Analisis sekuen menunjukan tingkat persamaan tinggi antara PRSV-W dan PRSV-P, dimana PRSV-P merupakan mutasi dari PRSV-W. Penyebaran PRSV hanya ditularkan kutu daun (aphid) secara non persisten, artinya virus hanya dapat menyerang tanaman dalam masa yang pendek. Menurut Bos (1990), pada penularan non persisten  kutudaun menularkan virus dari  dan ke dalam parenkima inang.  Perolehan dan  inokulasi  terjadi  dalam  periode  makan  pendek  dari  beberapa  detik  sampai  menit., vektor  segera  menjadi  infektif  sesudah  pengambilan  virus. Penyebaran PRSV dapat terjadi melalui perpindahan bibit /tanaman pepaya terinfeksi. PRSV tidak dapat bertahan di tanah atau sisa – sisa tanaman.
 
PRSV ditemukan hampir di semua daerah pertanaman pepaya di dunia, serangan parah dilaporkan di Thailand, Taiwan, Filipina dan Cina. Contoh kasus PRSV pepaya yang penyebarannya masih terbatas di Indonesia memerlukan sinkronisasi dan koordinasi antar lembaga terkait perlindungan tanaman untuk mengendalikan dan  mencegah penyebaran lebih luas. Benih merupakan salah satu faktor yang paling potensi dalam penyebaran OPT, untuk itu perlu pengaturan yang ketat terkait proses produksi dan penyebarannya, termasuk benih impor.
 
Untuk menindaklanjuti penanggulangan PRSV,  Badan Karantina Pertanian telah mengupayakan tindakan darurat, pembentukan Tim Tindak Darurat di tingkat pusat dan daerah, surveilan, kajian epidemiologi, kajian dampak ekonomi, sosial dan lingkungan, serta pemberian rekomendasi perlu tidaknya dilakukan eradikasi/pemusnahan.  Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara telah menindaklanjuti upaya mencegah penyebaran penyakit. Perlu dilakukan pemantauan seluruh wilayah Indonesia, pemusnahan tanaman pepaya sakit, penghentian sementara penanaman pepaya di daerah endemik dan evaluasi respon varietas pepaya.
 
Di Hawaii, Thailand dan Filipina telah dikembangkan strategi pengendalian PRSV dengan pengembangan tanaman transgenik tahan PRSV. Strategi lain dengan pemuliaan tanaman resisten dan toleran dengan melakukan persilangan antara Vasconcelellea (kerabat dekat papaya) dengan pepaya (Carica papaya), varietas toleran ini telah beredar secara komersial di Filipina, Taiwan, Thailand dan Florida. Teknik proteksi silang  dengan menggunakan virus strain lemah (PRSV HA 5-1 dan PRSV HA 6-1. Rekomendasi pengendalian PRSV dari Dr. Suryo Wiyono (Dept. Proteksi Tanaman IPB agar  segera dilakukan  pemasyarakatan best practices PHT tanaman pepaya secara intensif dan masif, serta dilakukan  riset aksi dalam bentuk demplot  area dengan skala luas (sebagai contoh : luasan 10 hektar untuk tanaman pepaya) di daerah sentra produksi  dengan pendampingan lembaga teknis terkait perlindungan hortikultura dan pakar bidang perlindungan tanaman perguruan tinggi.
 
(Hendry Puguh Susetyo, SP, Fungsional POPT Pertama Direktorat Perlindungan Hortikultura)

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Friday, 14 February 2014 02:19 )
 
DIREKTORAT PERLINDUNGAN HORTIKULTURA
Jalan Aup Nomor 3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520 - Telepon (021) 7819117, Faximile (021) 78845628
Website : http://ditlin.hortikultura.deptan.go.id - E-mail: ditlinhort@deptan.go.id
Copyright © 2013 Direktorat Perlindungan Hortikultura Design by SadCom Multimedia ndik63@yahoo.com