Musuh Alami Pada Hortikultura PDF Print E-mail
Berita - Berita Utama
Written by Desma   
Tuesday, 19 July 2016 02:48
MUSUH ALAMI DALAM MEWUJUDKAN PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN (OPT)
RAMAH LINGKUNGAN  PADA TANAMAN HORTIKULTURA

Desmawati, Fungsional Pengendali OPT Madya,
Direktorta Perlindungan Hortikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura

LATAR BELAKANG
 
Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)  merupakan salah satu kendala dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi, serta menghambat ekspor. Oleh sebab itu, perlu dilakukan antisipasi kemungkinan terjadinya risiko serangan OPT lebih berat, sehingga kehilangan hasil dapat ditekan serendah mungkin.
Pemerintah Indonesia telah menetapkan kebijakan operasi mengenai penerapan Hama hama terpadu (PHT) melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman (Pasal 20), Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 1995 tentang Perlindungan Tanaman, dan Undang-Undang Nomor  13 Tahun 2010 tentang Hortikultura, bahwa salah satu sarana hortikultura adalah bahan pengendali OPT ramah lingkungan (Pasal 32). Kebijakan pembangunan pertanian yang mempertahankan kelestarian  lingkungan dan kekhawatiran efek yang tidak diinginkan akibat penggunaan pestisida sintetik, mendukung pelaksanaan penerapan PHT, bertujuan untuk menghasilkan produk yang bermutu, aman dikonsumsi, dan menuju pertanian organik.
 
Untuk mengantisipasi tuntutan untuk hortikultura ekspor di era globalisasi dan penerapan standar keamanan pangan oleh beberapa negara pengimpor, maka pelaksanaan budidaya dengan penerapan PHT mengarah pada penerapan Good Agricultural Practices, yaitu penerapan teknologi ramah lingkungan, ekonomis dan berkualitas tinggi, sehingga dapat menghasilkan produk-produk hortikultura yang bermutu, aman untuk dikonsumsi, dan dapat bersaing di pasar internasional.
 
PENGEMBANGAN DAN PEMANFAATAN MUSUH ALAMI
 
Salah satu prinsip dari PHT adalah Pemanfaatan dan Peletarian Musuh Alami, Musuh Alami termasuk patogen antagonis, patogen serangga, predator, dan parasitoid merupakan faktor pengendali OPT yang perlu dilestarikan dan dikelola dengan baik, agar mampu memberikan kontribusi maksimal dalam mengendalikan populasi OPT Musuh Alami telah banyak diproduksi di Indonesia, baik di laboratorium maupun kelompok tani. Musuh alami juga telah banyak dikembangkan dan  dimanfaatkan secara luas di bidang tanaman hortikultura, tanaman pangan, dan perkebunan. Untuk musuh alami yang telah dikembangkan dan dimanfaatkan pada tanaman hortikultura, yaitu:
 
 
 
Keterangan *) untuk predator dan parasitoid berkembangbiak secara alami di pertanaman terutama pertanaman sayuran, kecuali Trichogramma spp. telah dikembangkan di LPHP

Dalam rangka pemenuhan kebutuhan Musuh Alami dalam jumlah banyak dan memenuhi mutu yang baik  sesuai harapan, maka perlu perbanyakan secara masal telah dilakukan oleh  Laboratoriun Pengamatan Hama Penyakit- (LPHP)- Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura  (BPTPH). Namun perbanuakan m usuh alami harus dengan teknik-teknik dan melalui prosedur yang benar. Oleh karena itu, langkah-langkah yang ditempuh, adalah:
1. Ekplorasi (informasi lokasi, waktu, habitat/ekologi)
2. Isolasi
3. Pemurnian, identifikasi (isolat murni), dan penyimpanan isolat (koleksi)
4. Uji Postulat Koch
5. Ujian Efektifitas
6. Perbanyakan massal
7. Formulasi APH  (cendawan atau bakteri) yang diaplikasikan memiliki kerapatan 10 9  (Cfu)
8. Uji aplikasi lapang
9. Evaluasi keefektifan
 
Beberapa LPHP yan telah melakukan perbanyak Musuh Alami, antara lain: 
 
Tabel :
 
 
KENDALA
 
Walaupun pengendaliansecara  biologi dengan pemanfaatan Musuh Alami telah banyak diterapkan di Indonesia, namun  pemanfaatannya belum optimal, karena adanya kendala, seperti pestisida sintetis masih disukai, karena mudah didapat, tersedia dalam jumlah banyak di pasaran (komersial ), hasilnya relatif cepat terlihat, dan promosi menarik.
 
 
 Perbanyakan massal Trichoderma oleh kelompok tani "Serba Pisang" Cikalong Kulon,
Cianjur. sumber foto : Baskoro, SW BBP OPT Jatisari 
 
 
Aplikasi agens hayati Trichoderma di pesemaian dan lapang pada tanaman cabai oleh Kelompok Tani
"Sari Bumi", Desa Muara Dua, Kecamatan Kudadampit Kabupaten Sukabumi
(Foto Utoyo, Instalasi POPT Cianjur) 
 
 
 Magang Perbanyakan Agens Hayati Petugas Fungsional POPT Direktorat Perlindungan Hortikultura di BB Peramalan OPT Jatisar.
(Foto Direktorat Perlindungan Hortikultura)


 
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Wednesday, 21 March 2018 03:19 )