Pengelolaan OPT Tanaman Cabai PDF Print E-mail
Berita - Berita Utama
Written by Ndik   
Thursday, 21 July 2016 03:05

Pengelolaan OPT pada Tanaman Cabai

 (pada saat musim hujan)

Budidaya cabai pada saat musim hujan (Off season), memiliki resiko yang cukup tinggi.  Musim hujan ditandai dengan  curah hujan yang tinggi dan kelembaban yang tinggi sehingga akan memicu berkembangnya OPT baik hama maupun penyakit tanaman.  Sehingga risiko kegagalan  panenya menjadi lebih besar. Disamping itu juga perawatan tanaman harus lebih intensif sehingga biaya yang dikeluarkan menjadi tinggi.  

OPT tanaman cabai pada musim hujan :

1. Hama :

Lalat Buah

Gejala :

Gejala serangan pada buah yang terinfestasi lalat buah ditandai dengan adanya noda-noda kecil bekas tusukan ovipositornya.

  2. Penyakit :

 a. Antraknosa/patek (Colletotrichum capsici)

 

Gejala : 

  • Pada buah terdapat becak kecil, berair seperti luka karena terbakar sinar matahari 
  • Berwarna antara merah tua sampai coklat menyala hingga warna hitam 
  • Menyebabkan nekrosis dan becak pada daun, cabang atau ranting 

   b. Layu bakteri (Pseudomonas solanacearum)

 Gejala :

  • Tanaman layu seperti bekas tersiram air panas . Setelah beberapa hari, tanaman akan mati. 
  • Tanda lainnya adalah terdapatnya bercak-bercak cokelat pada berkas pembuluh batang jika batang tanaman dipotong.
  • Jika batangnya direndam di dalam air jernih, setelah beberapa menit akan keluar semacam cairan berwarna cokelat susu dari batang itu.
  • Bakteri ini ditularkan melalui tanah, benih, bibit, sisa tanaman, pengairan,nematoda atau alat-alat pertanian

 

 

 

c. Bercak daun/(Cercospora capsici)

 Gejala :

  • Becak berwarna kecoklat-coklatan berbentuk bulat kecil 
  • Becak dapat melebar dan berwarna abu-abu tua, dengan tepi becak berwarna coklat tua 
  • Menyerang batang, daun, tangkai, bunga, dan tangkai buah
d. Layu Fusarium (Fusarium oxysporum)
 
 
Gejala :
Daun menguning dan menjadi layu pada bagian atas tanaman 
Sering terjadi pada lahan dengan drainasenya yang kurang baik
 
  e. Penyakit Virus 

 

Gejala:

Bintik-bintik berwarna oranye di tengah daun bagian bawah atau di kelopak bunga. 
Bintik-bintik ini akan semakin membesar serta membentuk bercak dan lingkaran yang berjumlah semakin banyak. 
Daun-daun yang lebih tua kemudian menjadi cokelat, lalu rontok. 
tanaman semakin kerdil, merana, dan mati.

 

 

 

Pengendalian OPT Cabai ramah Lingkungan :

Pengendalian OPT pada budidaya cabai merah sebaiknya dilaksanakan dimulai sejak perencanaan tanam, untuk mengantisipasi agar tanaman cabe tidak terancam gagal akibat kelebihan air pada musim hujan, beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain :

  1.  Penggunaan benih cabai yang sehat dan tidak terinfeksi OPT
  2. Pengerondongan benih ditempat persemaian sampai bibit siap tanam.
  3. Sebelum tanam melakukan perlakuan benih dengan menggunakan PGPR
  4. Perbaikan saluran pembuangan air. Agar air tidak tergenang.
  5. Pembuatan bedengan tanaman yang lebih tinggi, untuk mengurangi kelembaban tanah akibat banyaknya air di musim hujan.
  6. Pengaturan jarak tanam yang lebih lebar sehingga kelembaban udara yang tinggi dapat dikurangi. 
  7. Penggunaan mulsa plastik hitam perak. Untuk mengontrol kelembaban tanah serta mengurangi penyebaran penyakit karena percikan tanah yang terkena hujan maka diupayakan melalui penggunaan mulsa plastik hitam perak.
  8. Sanitasi rerumputan liar, gulma atau tanaman lainya yang bisa menjadi inang / tempat hidup sementara bagi hama / penyakit.
  9. Menggunakan naungan plastik/paranet sebagai pelindung tanaman. Untuk mengurangi terpaan air hujan
  10. Mengurangi pupuk urea untuk mencegah jaringan tanaman terlalu sekulen hingga mudah terserang cendawan, 
  11. Pemungutan buah yang terserang hama lalat buah  dan pencabutan bagi tanaman yang sakit (layu fusarium, layu bakteri dan virus) serta penggunaan perangkap tabung Steiner plus Methil eugenol (ME) untuk memerangkap imago lalat buah dan hama lainnya.
  12. Pemantauan perkembangan OPT secara intensif. Perkembangan OPT baik hama maupun penyakit sangat cepat pada musim hujan karena cuaca yang mendukung perkembangannya. 
  13. Pengendalian penyakit layu bakteri dengan: Mencegah agar lahan tidak tergenang.   Penyebaran penyakit ini bisa melalui biji, serangga, air,  peralatan pertanian, dan angina.  Lahan tanaman yang sudah terserang 
  14. penyakit ini ditebari kapur dan tidak boleh ditanami tanaman yang bisa menjadi inang Pseudomonas selama dua tahun.  Bakteri dapat bertahan di dalam tanah selama dua tahun. Tanaman yang terserang dimusnahkan dengan cara dicabut dan dibakar.

 

  

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Wednesday, 21 March 2018 03:21 )
 
DIREKTORAT PERLINDUNGAN HORTIKULTURA
Jalan Aup Nomor 3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520 - Telepon (021) 7819117, Faximile (021) 78845628
Website : http://ditlin.hortikultura.deptan.go.id - E-mail: ditlinhort@deptan.go.id
Copyright © 2013 Direktorat Perlindungan Hortikultura Design by SadCom Multimedia ndik63@yahoo.com