Sicantik Refugia PDF Print E-mail
Berita - Berita Utama
Written by Yuliani Dwi Putri   
Tuesday, 17 April 2018 08:40
2018-04-17 
 
PENGENDALIAN HAMA DENGAN REFUGIA
Oleh : Yuliani Dwi Putri 
(POPT Pertama-Direktorat Perlindungan Hortikultura) 
 
 
 
Pemanfaatan tanaman pinggir dalam bertani dapat digunakan dalam pengendalian populasi hama. Tanaman pinggir memiliki dua fungsi yaitu sebagai tanaman penghalang masuknya hama ke tanaman pokok dan sebagai tempat berlindung (shelter) dan penyedia tepung sari untuk makanan alternatif predator, jika mangsa utama populasinya tidak ada di pertanaman pokok atau rendah.
Tanaman refugia sebaiknya memenuhi kriteria sebagai berikut :
1. Memiliki bungan dengan warna mencolok
2. Tanaman cepat beregenerasi
3. Benih mudah diperoleh
4. Mudah ditanam
5. Dapat dijadikan tanaman tumpang sari
 
Dari kriteria diatas berikut jenis-jenis tanaman yang berpotensi sebagai refugia:
1.  Tanaman hias
Beberapa penelitian menyebutkan jenis tanaman hias yang berpotensi sebagai refugia antara lain bunga matahari (Helianthus annuus), bunga kertas zinnia (Zinnia peruviana), (Zinnia acerosa), (Zinnia bicolor), (Zinnia grandiflora), (Zinnia elegans), kenikir (Cosmos caudatus) dll. 
 
 

2.  Gulma
Gulma yang selama ini terkesan sebagai tanaman pengganggu ternyata bisa dijadikan refugia. Terutama yang berasal dari famili asteraceae seperti babadotan (Ageratum conyzoides), Ajeran (Bidens pilosa L.), Bunga tahi ayam (Tagetes erecta).
 
 

3.  Tumbuhan liar yang ditanam atau yang tumbuh sendiri di areal pertanaman
Tumbuhan liar yang sengaja ditanam atau tumbuh dengan sendirinya di area pertanaman antara lain, bunga legetan (Synedrella nodiflora), pegagan (Centella asiatica), rumput setaria (Setaria sp.), rumput kancing ungu (Borreria repens),  dankacang hias atau kacang pentoi (Arachis pentoi) (Sinar Tani 2016). 
 
 

4.  Sayuran
Sayuran yang berpotensi sebagai refugia sekaligus bahan pangan antara lain kacang panjang (Vigna unguiculata ssp. sesquipedalis), bayam (Amaranthus spp.) (Tanpa nama 2016 dan Sinar Tani 2016), jagung (Zea mays) (Pujiastuti et. al, 2015).
 

E. Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menanam Tanaman Refugia
 
Mengingat peran dari serangga musuh alami yang mengguntungkan untuk membantu pengendalian hama dan penyakit ini, maka perlu ada usaha konservasi musuh alami dengan menanam tanaman refugia bersamaan atau mendahului tanaman utama. Menurut Purwantiningsih et al. (2012) sebaiknya tanaman refugia ditanam sebelum tanaman utama agar dapat dimanfaatkan sebagai tempat berlindung dan berkembang biak bagi musuh alami dan serangga pollinator yang berperan dalam polinasi yaitu perantara penyerbukan tanaman.
Refugia cocok ditanam di pematang sawah.Diusahakan agar penanaman refugia sejajar dengan sinar matahari sehingga tidak menutupi atau mengganggu penyerapan sinar matahari bagi tanaman utama. Selain itu pengolahan lahan dan pemupukan yang tepat sangat dianjurkan agar tanaman refugia tumbuh sesuai yang diharapkan (Tanpa nama 2016).
 
F. Penerapan Tanaman Refugia
       Berdasarkan penelitian Pujiastuti et al. (2015), penggunaan tanaman refugia berupa tanaman kacang panjang dan jagung pada plot tanaman padi pasang surut menunjukkan kelimpahan jumlah serangga herbivora yang di dapat pada subplot dengan tanaman refugia lebih rendah dibandingkan dengan tanaman padi yang tanpa refugia, baik pada vase vegetatif dan generatif.
       Menurut Wahyuni et. al(2013), tumbuhan berbunga yang secara alami berada pada pertanaman padi lahan konvensional di Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, yaitu Alternanthera philoxeroides, Alternanthera sessilis, Eclipta prostrate (orang aring). Sedangkan tumbuhan berbunga Ruellia malacosperma, Cosmos caudatus (kenikir), Wedelia trilobata, Impatiens balsamina (pacar air), Euphorbia milii dan Arachis hypogaea(kacang tanah), merupakan tumbuhan berbunga yang ditanam oleh petani di pertanaman padi organik.Tumbuhan berbunga yang paling beragam didatangi predator pada fase vegetatif di lahan organik yaitu Alteranthera sessilis. Serangga predator yang mendatangi tumbuhan berbunga ini berasal dari famili Pentatomidae, Gryllidae, Oxyopidae dan Formicidae. Sedangkan Alternanthera philoxeroides pada fase vegetatif memiliki tingkat keragaman predator tertinggi di lahan konvensional.Predator yang mendatangi tumbuhan ini yaitu berasal dari famili Coccinelidae, Dolichopodidae, Reduviidae dan Oxyopidae.
 
 
Gambar 4. Pemanfaatan tanaman bunga matahari pada lahan cabai (Sumber : Direktorat
        Perlindungan Hortikultura, 2018)

Sejauh ini penelitian – penelitian yang telah dilakukan hanya menitikberatkan kepada kelimpahan artrophoda musuh alami di pertanaman refugia di lahan, tetapi belum memperhatikan dampaknya terhadap musuh alami seperti predator. Oleh karena itu perlu dilakukan pengembangan penelitian tentang pengaruh pemanfaatan tanaman pinggir atau refugia terhadap musuh alami seperti predator dan parasitoid.
       Keberagaman fauna karena adanya tanaman berbunga akan menyebabkan terbentuknya ekosistem yang lebih stabil, yang pada gilirannya akan menjaga terjadinya keseimbangan komponen ekosistem. Kehadiran tumbuhan berbunga dengan demikian sangat penting untuk melestarikan populasi musuh alami di suatu ekosistem seperti agroekosistem.
 

Daftar Pustaka
  • Direktorat Perlindungan Hortikultura. http://ditlin.hortikultura.pertanian.go.id/ (Diakses pada 17 April 2018)
  • National Parks. 2018. Flora and Fauna Webs. 2018. https://florafaunaweb.nparks.gov.sg (Diakses pada 17 April 2018)
  • Pujiastuti Y, H.W.S.Weni, Abu U. 2015. “Peran Tanaman Refugia terhadap Kelimpahan Serangga Herbivora pada Tanaman Padi Pasang Surut”.Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal (8-9   Oktober 2015).
  • Purwantiningsih B, Amin S.L, Bagyo Y. 2012. “Kajian Komposisi Serangga Polinator pada Tumbuhan Penutup Tanah di Poncokusumo Malang”. Jurnal Hayati : 17 (165-172).
  • Sinar Tani. 2016. “Refugia bukan sekedar penghias sawah”. Sinar Tani Edisi 12-18 Oktober 2016. No. 3674. Tahun XLVII.
  • Wahyuni R, Wijayanti R, Supriyadi. 2013. “Peningkatan keragaman tumbuhan berbunga sebagai daya tarik predator hama padi”. Journal of Agronomy Research2(5): 40-46.

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Wednesday, 04 July 2018 04:10 )
 
DIREKTORAT PERLINDUNGAN HORTIKULTURA
Jalan Aup Nomor 3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520 - Telepon (021) 7819117, Faximile (021) 78845628
Website : http://ditlin.hortikultura.deptan.go.id - E-mail: ditlinhort@deptan.go.id
Copyright © 2013 Direktorat Perlindungan Hortikultura Design by SadCom Multimedia ndik63@yahoo.com