Bertanam Cabai dan Bawang Merah PDF Print E-mail
Berita - Berita Utama
Written by sadcom   
Wednesday, 09 May 2018 04:10

Bertanam Cabai dan Bawang Merah di Tanah Pasir
Mensejahterakan Petani.
 
 

Cabai dan bawang merah merupakan dua komoditas strategis yang menjadi perhatian pemerintah dalam pengembangannya. Kementrian pertanian terus memperluas pertanaman cabai dan bawang merah di seluruh Indonesia dalam rangka menjamin ketersediaan diseluruh wilayah, disepanjang waktu. Bahkan di lahan berpasir pun dikembangkan cabai dan bawang merah. Bantul-DIY merupakan wilayah tanah berpasir yang potensial untuk pengembangan cabai dan bawang merah. Namun demikian, untuk membuat tanah berpasir jadi produktif berbagai teknologi harus diterapkan. Salah satunya yang dilakukan Sumarno, ketua kelompok tani Pasir Makmur di Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, DIY.
 
 
 
Sumarno mengatakan “kelompok tani kami menerapkan prinsip pengendalian hama terpadu (PHT) sejak tahun 2013 serta pengembangan fertigasi kabut sejak tahun 2017. Sumarno menambahkan “Dengan penerapan PHT dan fertigasi kabut hasil produksi cabai dan bawang merah meningkat dua hingga tiga kali lipat. Hasil produksi cabai meningkat dari 8 ton/ha menjadi 17 ton/ha, sedangkan produksi bawang merah meningkat dari 7,5 ton/ha menjadi 24 ton/ha”.

Pengendalian hama terpadu adalah suatu konsep pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dengan menerapkan pendekatan ekologis serta berbagai teknik pengendalian yang menjadi suatu kesatuan pengelolaan. Prinsip dasar PHT diantaranya adalah budidaya tanaman sehat, pemanfaatan musuh alami, pengamatan dan pemantauan secara rutin dan petani sebagai ahli PHT. Implementasi prinsip PHT yang dilakukan kelompok tani Pasir Makmur adalah dengan memanfaatkan tanaman refugia sebagai trap barrier hama dan penerapan teknologi fertigasi kabut.

Sumarno mengatakan bahwa “penerapan prinsip PHT dalam kegiatan budidaya tanaman cabai dan bawang merah dapat sejahterakan petani”. Direktur Perlindungan Hortikultura, Kementerian Pertanian, Ir. Sri Wijayanti Yusuf, M.Agr.Sc, mengemukakan kebanggaannya terhadap petani inovatif tersebut, “dengan melihat penerapan PHT yang dilakukan oleh kelompok tani Pasir Makmur yang diketuai Pak Sumarno, menjadi semangat kami untuk terus mensosialisasikan penerapan PHT dlm budidaya hortikultura, hal ini sesuai dengan arah pengembangan hortikultura ke depan. Bantul dapat menjadi percontohan nasional penerapan PHT untuk hortikultura”.
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Wednesday, 09 May 2018 04:21 )
 
DIREKTORAT PERLINDUNGAN HORTIKULTURA
Jalan Aup Nomor 3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520 - Telepon (021) 7819117, Faximile (021) 78845628
Website : http://ditlin.hortikultura.deptan.go.id - E-mail: ditlinhort@deptan.go.id
Copyright © 2013 Direktorat Perlindungan Hortikultura Design by SadCom Multimedia ndik63@yahoo.com