Budidara Ramah Lingkungan PDF Print E-mail
Berita - Berita Utama
Written by sadcom   
Monday, 04 June 2018 02:33
2018-06-04
Budidaya Bawang Merah Ramah Lingkungan
di Kab Bantul-DI Yogyakarta
 
 

Penerapan budidaya bawang merah ramah lingkungan Kabupaten Bantul berada di Nawungan Desa Selopamioro Kaecamatan  Imogiri dengan luas 105 ha. Lahan tersebut dikelola oleh 2 poktan, Lestari Mulyo dan Sidorukun, dg jumlah anggota 185. Gerakan pengendalian dilaksanakan seminggu sekali, didampingi oleh Kepala LPHP dan jajarannya, dengan memberikan bantuan bahan pengedali OPT ramah lingkungan secara cuma cuma. 

Juhari, selaku Ketua gapoktan  yang telah berpengalaman pada budidaya bawang merah ramah lingkungan, mengungkapkan, bahwa dg memaksimalkan pamanfaatan pupuk organik, dan meminimalisasi anroganik, sangat menekan biaya produksi.  Dalam pengelolaan budidaya ramah lingkungan seluas 1.000 m2, Juhari memerlukan 90 kg bibit, 10 kg urea dan 4 ton pupuk kandang yg dihasilkan oleh kotoran sapi yg dimilikinya.  Hasil panennya mencapai 1.8 ton bawang merah kering askip. Dengan harga Rp. 16-17 ribu, maka penghasilan Juhari dari budidaya bawang merah ramah lingkungan sangat menguntungkan. 

Pelaksanaan Gerdal didukung para anggota RPT (Regu Pengendali Tanaman) yg secara sukarela membantu pelaksanaan gerakan tsb.

Direktur Perlindungan Hortikultura, turut menyaksikan Gerakan Pengendalian saat melakukan kunjungan lapang ke Dusun Nawungan, tanggal 31 Juni 2018. Beliau menyampaikan kekagumannya melihat kekompakan kerja para petani dengan petugas POPT dan RPH. “Saya berharap agar lebih banyak petani hortikultura menerapkan budidaya ramah lingkungan, sehingga produksi yang dihasilkan lebih sehat untuk konsumen, lingkungan lebih terjaga dan petani lebih sejahtera karena ongkos produksi yang lebih ringan”. Turut hadir pada kunker tsb, Kepala BPTPH DIY, Ir. Suparjono, MP, yang mengatakan : “kunci utama dalam menggerakkan para petani adalah ketuanya, yang berkomitmen tinggi dan bersemangat dalam menerapkan budidaya ramah lingkungan, petugas kami hanya membantu” ujarnya. 

Dalam kesempatan itu juga Direktur Perlindungan  Hortikultura menyaksikan secara langsung hamparan kawasan bawang merah seluas 105 ha yg dibudidayakan secara ramah lingkungan dan ditanam secara serempak.  Saat ini tanaman telah berusia 41 HST dan diperkirakan panen pada minggu keempat Juni. Keistiwemaan penanaman bawang merah ramah lingkungan di lokasi tersebut adalah tidak ada aplikasi pestisida kimia setetes pun.
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Monday, 04 June 2018 02:43 )
 
DIREKTORAT PERLINDUNGAN HORTIKULTURA
Jalan Aup Nomor 3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520 - Telepon (021) 7819117, Faximile (021) 78845628
Website : http://ditlin.hortikultura.deptan.go.id - E-mail: ditlinhort@deptan.go.id
Copyright © 2013 Direktorat Perlindungan Hortikultura Design by SadCom Multimedia ndik63@yahoo.com