Sentra Produksi Sayuran PDF Print E-mail
Berita - Berita Utama
Written by ndik   
Friday, 08 June 2018 01:35

2018-06-08

CARINGIN DAERAH SENTRA PRODUKSI SAYURAN DI SUKABUMI

 

 

 

Kabupaten Sukabumi adalah sentra penghasil hortikultura yang juga disebut sebagai daerah penyangga ibukota. Salah satu daerah sentra produksi sayuran di Kabupaten Sukabumi adalah Desa Pasir Datar Indah Kecamatan Caringin. Terdapat 6 kelompok tani di Desa Pasir Datar Indah yang tergabung dalam Gapoktan Rahayu Mandiri dengan total luas lahan mencapai 200 ha dan jumlah petani 195 orang dengan ketua Pak H Uyan Suryana dan sekretaris Pak Rahmat yang merupakan salah satu champion dari Kabupaten Sukabumi.

 

Jenis sayuran yang biasa ditanam sebanyak 16 jenis dengan produk unggulan yaitu aneka cabai, tomat, wortel, bawang daun, sawi putih, sawi hijau, kubis dan terong ungu.
Dalam satu lahan yang sama, petani hanya menanam cabai sekali dalam satu tahun dan selanjutnya dilakukan rotasi dengan tanaman sayur lainnya. Namun tanaman cabai ditanam secara berjenjang, sehingga pasokan cabai yang dihasilkan selalu kontinyu. Jika dalam satu hamparan tanaman cabai sudah memasuki fase panen, pada hamparan lainnya terdapat tanaman berumur 2 bulan, 1,5 bulan, 1 bulan, tanaman cabai yang baru dipindah tanam, serta ada tanaman cabai yang masih di pembibitan.

Jarak tanam tanaman cabai di Gapoktan Rahayu Mandiri adalah 30 cm x 100 cm. Jarak tanam ini digunakan karena petani melakukan penanaman secara tumpang sari dengan sayuran lain, sehingga dalam satu bedeng hanya terdapat satu baris tanaman cabai. Menurut petani, dengan jarak tanam yang digunakan saat ini memiliki kelebihan jika dibandingkan jarak tanam lain. Petani lebih mudah dalam melakukan pemeliharaan terutama saat melakukan pemupukan serta pengendalian OPT. Penanaman 1 baris tanaman cabai per bedeng juga membuat tanaman cabai terkena sinar matahari lebih banyak dan kelembaban lebih terkontrol.

Jumlah tanaman cabai yang ditanam per hektar adalah 18.000 pohon dengan tingkat produktivitas 0,6 kg/pohon, namun jika musim sedang tidak baik, hanya diperoleh 0,3kg/pohon. Menurut petani saat ini produktivitas tanaman cabai yang diperoleh saat ini cukup baik sehingga dalam satu hektar dapat dihasilkan 10 ton cabai. BEP (break even point) di tingkat petani adalah Rp 8.500. Biaya produksi paling banyak pada biaya pestisida serta biaya tenaga kerja. Petani di Gapoktan Rahayu Mandiri mengakui bahwa harga cabai untuk bulan Ramadhan tahun ini relatif stabil. Harga cabai merah keriting di petani berkisar Rp 9.000-12.000 per kg, sedangkan harga cabai rawit Rp 18.000.

OPT yang sering menyerang tanaman cabai di daerah ini adalah thrips, lalat buah dan antraknosa (patek). Untuk mengurangi biaya produksi dari pemakaian pestisida dan keamanan lingkungan, pada saat kunjungan di sarankan untuk menggunakan bahan pengendali OPT yang ramah lingkungan seperti pemasangan perangkap likat kuning sebanyak 40 buah/ha dan perangkap atraktan lalat buah sebanyak 20 buah/ha dalam pengendalian OPT cabai di lapangan.

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Friday, 08 June 2018 01:44 )