BINTEK DI SUM-SEL PDF Print E-mail
Berita - Terkini
Written by ndik   
Wednesday, 04 July 2018 23:35
2018-07-05
 
Pertemuan  Pengendali OPT Wilayah LPHP Sukarami,
Provinsi Sumatera Selatan
 
Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit Tanaman (LPHP) merupakan institusi perlindungan tanaman di tingkat lapangan di bawah pembinaan dan koordinasi UPT BPTPH di tingkat Provinsi. LPHP berperan sebagai pusat pengembangan teknologi terapan perlindungan berbasis Pengendalian Hama Terpadu (PHT).
     
 
LPHP Sukarami merupakan salah satu dari 4 (empat) LPHP di Provinsi Sumatera Selatan yang meliputi 5 (lima) kabupaten yaitu Kota Palembang, Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Banyuasin dan Musi Banyuasin.

Pertemuan POPT wilayah LPHP Sukarami, Provinsi Sumatera Selatan pada tanggal 3 Juli 2018 di Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Sumatera Selatan dihadiri petugas Direktorat Jenderal Hortikultura, BPTPH Provinsi Sumatera Selatan (Kasi Perlindungan Tanaman Hortikuktura, Kasi Perlindungan Tanaman Pangan, Kepala LPHP Sukarami, dan POPT wilayah Sukarami. Pertemuan POPT  dilaksanakan secara rutin setiap bulan untuk melaporkan perkembangan kegiatan dan kondisi di lapangan.

Pengamatan rutin atau pemantauan secara teratur merupakan salah satu Prinsip-prinsip PHT. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui perkembangan OPT, musuh alam, dan tanaman. Informasi yang diperoleh dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan tindakan pengendalian OPT yang harus dilakukan. Pada pertemuan petugas pengamat  melaporkan OPT yang sering menyerang  tanaman cabai, yaitu Aphid, Trips, dan antraknosa. Pengendalian OPT umumnya masih menggunakan pestisida kimia.
 
  

Dalam rangka Bimbingan Teknis,  petugas Direktorat Jenderal Hortikultura pada pertemuan POPT tersebut, menyampaikan bahwa Kebijakan dari Direktorat Perlindungan Hortikultura bahwa pengendalian OPT dilakukan secara  ramah lingkungan.  Oleh karena itu dalam pengendalian OPT harus menggunakan bahan pengendali yang ramah lingkungan dan penggunaan pestisida kimia sebagai alternatif terakhir.
 
 

Pengendalian OPT pada tanaman cabai dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain : 
1. Penanaman tanaman jagung sebagai penghalang (barrier) 2 minggu sebelum tanam cabai.
2. Perendaman benih dengan PGPR (20 ml/l air) selama 6 - 12 jam dan penyiram PGPR (200 ml/l air) pada  saat tanaman  umur 30 hari dan 60 hari 
3. Pemasangan perangkap likat kuning 40 buah/ha.
Disampaikan juga pengendalian OPT dengan menggunakan agens hayati dan pestisida nabati spesifik lokasi (kearifan lokal), serta penanaman refugia.
Saat petugas POPT di lapang sangat terbatas, karena banyak yang memasuki purnabakti. Sedangkan komoditas yang diamati semakin banyak. Hal ini perlu mendapat perhatian dari Pemerintahan Pusat.
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Monday, 13 August 2018 04:24 )