Klinik PHT PDF Print E-mail
Berita - Terkini
Written by ndik   
Tuesday, 31 July 2018 00:44
2018-07-31 
Klinik PHT Agro Mandiri di Kab Hulu Sungai 

 
Adalah Kelompok Tani Agro Mandiri yang berlokasi di Desa Wasah Hulu Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan telah menerapkan PHT di lahan usahataninya yaitu komoditas hortikultura maupun tanaman pangan yang ditanam secara bergantian.
 
Untuk mendukung penerapan PHT, maka pada tahun 2015 berdiri Klinik PHT Agro Mandiri dengan Ketua Bp. Ahmad Suryadi. Dengan sarana yang terbatas klinik tersebut dapat membuat pestisida nabati dari daun sirsak dan PGPR dari akar bambu.

Keberadaan klinik PHT berfungsi sebagai tempat konsultasi bagi para petani apabila ada permasalahan di lapangan terutama dalam pengendalian OPT secara ramah lingkungan. Hal ini sangat membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok maupun petani disekitarnya dalam melakukan pengenalan dan pengamatan OPT serta pengendaliannya secara ramah lingkungan. Secara teknis klinik ini didampingi oleh petugas Pengendali OPT, Lab Pengamatan Hama dan Penyakit Tanaman (LPHP) Sungai Raya dan UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Prov Kalimantan Selatan.
 
  
Klinik PHT Agro Mandiri pada tahun 2017 mendapat dukungan dari Pemda setempat berupa bangunan permanen. Untuk menunjang  pelaksanaan kegiatan Klinik Agro Mandiri tersebut maka pada tahun 2018 Direktorat Perlindungan Hortikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura melaui UPTD BPTPH mengalokasikan fasilitasi sarana perbanyakan agens hayati berupa kulkas, kompor gas, blender, jerigen, baskom, inkes dan dandang yang diserahkan pada tanggal 26 Juli 2018. Penyerahan sarana tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Direktorat Perlindungan Hortikultura, UPTD BPTPH, Dinas Pertanian Kab HSS, LPHP Banjarbaru, LPHP Sungai Raya, BPP, Babinsa, Univ Lambung Mangkurat (Mahasiswa KKN), serta petani disekitarnya.
 
 

Pada kesempatan tersebut Kepala BPTPH menyampaikan pesan kepada para petani untuk menjadikan Kalsel sebagai sentra pangan. Dengan menerapkan PHT maka biaya usahatani dapat ditekan, OPT terkendali serta lingkungan lestari. Ditambah dengan pesan Direktur Perlindungan Hortikultura bahwa Kalimantan Selatan sebagai sentra hortikultura antara lain jeruk, durian, pisang, cabai, bawang, dll maka dalam budidaya tanaman hortikultura agar mengurangi penggunaan bahan kimia, pengendalian OPT dilakukan secara ramah lingkungan sehingga produk yang dihasilkan aman konsumsi serta tetap konsisten dalam penerapan PHT.

Klinik PHT merupakan salah satu dukungan untuk mewujudkan Program Provinsi Kalimantan Selatan dibidang pertanian yaitu Menjadi Petani Mandiri Terdepan (MANTAP) yaitu mandiri dalam budidaya, pengendalian OPT ramah lingkungan dan terdepan dalam kualitas dan produksi.

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Tuesday, 31 July 2018 00:51 )