Atasi Lalat Buah pada Salak PDF Print E-mail
Berita - Terkini
Written by ditlinhorti   
Monday, 13 August 2018 03:07
2018-08-13/10:12:08
 
KEMENTAN DUKUNG ATASI *Si LABU PADA TANAMAN SALAK

Komitmen dong....

Kementerian Pertanian (Kementan) Dukung Atasi si Lalat Buah (Labu) pada Tanaman Salak di Kab Sleman.
 
Tanaman buah merupakan salah satu  komoditas hortikultura yang prospektif untuk dikembangkan. Salak (Salacca zalacca) adalah buah unggulan Daerah Istimewa Yogyakarta, asli Indonesia memiliki nilai ekonomi tinggi dan telah diekspor ke beberapa negara, antara lain: Uni Emirat Arab, Tiongkok, Malaysia, Singapura, Thailand, Saudi Arabia, dengan volume ekspor pada tahun 2014 sebesar 942 ton, tahun 2015 sebesar 2.016 ton, dan tahun 2016 sebesar 699 ton. 

Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta merupakan salah satu sentra produksi salak. Tanaman salak merupakan sumber penghasilan utama petani di Kabupaten Sleman. Namun, akhir September 2017 terjadi  kendala dalam produksi salak yaitu: adanya serangan si Labualias lalat buah membuat resah petani salak Sleman. Berdasarkan pakar lalat buah dari Universitas Gajahmada, Dr. Suputa, bahwa jenis lalat buah yang menyerang buah salak adalah Bactrocera papayae dan B. carambolae. Adanya serangan lalat buah menyebabkan kuantitas dan kualitas buah salak menurun, sehingga pendapatan petani juga menurun. Kendala ini harus segera ditangani, mengingat 6.981 KK mata pencahariannya tergantung dari buah salak. Disamping itu, lalat buah juga menjadi hambatan non tarif dalam ekspor. Petani lebih sedih hati lagi dengan dihentikannya ekspor buah salak ke Australia dan New Zealand. Hal ini sehubungan dengan adanya penetapan persyaratan Sanitary and Phytosanitary -World Trade Organization (SPS-WTO) oleh negara pengimpor, salah satunya adalah buah salak segar yang masuk ke negaranya harus bebas lalat buah, karena lalat buah tersebut merupakan OPT Karantina bagi Australia dan New Zealand.
 
   
 
Dalam menghadapi hal ini Pemerintah Pusat (Kementerian Pertanian/Direktorat Jenderal Hortikultura dan Pemerintah Daerah (Dinas Pertanian Provinsi DI Yogyakarta dan Dinas Pertanian Kabupaten Sleman) telah bersama-sama melakukan beberapa upaya mengatasi lalat buah ini antara lain:
1. Memberikan bantuan sarana pengendalian lalat buah berupa perangkap lalat buah, atraktan Metyl Eugenol, Antilat, gentong parasitoid, kerodong/pembungkus buah, sekam dan kapur.
2. Gerakan pengendalian lalat buah
3. Sosialisasi cara pengendalian lalat buah petani, pengepul, siswa (SD danSMP) dan masyarakat umum
4. Pengendalian lalat buah secara massal dengan melibatkan petani, siswa SD, SMP dan aparat desa.
5 Bimbingan teknis cara pengendalian lalat buah.
6. Pendampingan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) swadaya petani.

Pengendalian lalat buah akan efektif apabila dilakukan secara serentak, area luas, terus menerus dan bersinambungan. Dengan menerapkan konsep pengelolaan lalat buah skala luas (Area Wide- Integrated Pest Manangement) dapat menjadi rintisan Area of Low Pest Prevalent (ALPP). 

Untuk menekan populasi lalat buah dapat memadukan beberapa teknologi antara lain memusnahkan serangga jantan - Male Annihilation Technik MAT) dengan menggunakan atraktan , umpan protein, sanitasi buah terserang, memberdayakan/konservasi musuh alami, dan teknik serangga jantan mandul - Sterile Insect Technik  (SIT).
Indikator rendahnya populasi lalat buah dapat dinilai berdasarkan angka FTD, yaitu- Fruit fly per Trap per Day (lalat buah per perangkap per hari ). Untuk mencapai ALPP maka harus mampu mempertahankan angka FTD < 1 %. 
 
  

Untuk suksesnya menerapkan AW-IPM mencapai ALPP maka diperlukan beberapa hal, antara lain: 
1. Komitmen tinggi dan konsisten bagi para pelaku usahatani salak mulai dari petani, pengepul dalam melakukan pengendalian lalat buah.
2. Membangun kesadaran masyarakat terhadap sanitasi kebun, rumah-rumah pengumpul dari buah-buah salak busuk, yang merupakan sumber infeksi dan penyebaran lalat buah.
3. Sinergi berbagai instansi/pihak terkait.
4. Dukungan Pemerintah Daerah, Pusat dan exportir dalam memotivasi dan menggerakkan petani dan masyarakat untuk berperan dalam kegiatan gerakan pengendalian lalat buah.

Semoga Produk Buah Indonesia Berjaya di Kancah Dunia. Aamiin
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Monday, 13 August 2018 03:40 )
 
DIREKTORAT PERLINDUNGAN HORTIKULTURA
Jalan Aup Nomor 3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520 - Telepon (021) 7819117, Faximile (021) 78845628
Website : http://ditlin.hortikultura.deptan.go.id - E-mail: ditlinhort@deptan.go.id
Copyright © 2013 Direktorat Perlindungan Hortikultura Design by SadCom Multimedia ndik63@yahoo.com