KWT Gunungkidul PDF Print E-mail
Berita - Terkini
Written by ditlinhorti   
Monday, 01 October 2018 04:31
Kementan Dukung Gunungkidul Kembangkan Bawang Merah Ramah Lingkungan
 
 
Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rejeki alamat Dusun Bedil Kulon, Desa Rejosari Kecamatan Semin, GunungKidul DI Yogyakarta, merupakan wilayah pengembangan hortikultura khususnya tanaman bawang merah secara Ramah Lingkungan (Ramli). KWT Sri Rejeki, telah berhasil melakukan budidaya tanaman bawang merah seluas 2 Ha, secara ramah lingkungan.
 
 
Pada tanggal 27 September 2018 dilakukan panen perdana dengan hasil yang cukup membanggakan. Panen Perdana dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gunungkidul Ir. Bambang Wisnu Broto, Kepala UPTD BPTPH Daerah Istimewa Yogyakarta, Kepala Bapedda Kab. Gunungkidul, Camat, Kapolsek, Danramil Kecamatan Semin, Kepala Desa Rejosari, dan perwakilan Ditjen Hortikultura Kementrian Pertanian Republik Indonesia.
Ditjen Hortikultura yang diwakili oleh Endik Mulyadi menyampaikan rasa terimakasihnya kepada KWT Sri Rejeki  Gunungkidul yang telah ikut andil dalam mensukseskan program Kementerian Pertanian dalam rangka peningkatan produksi Bawang Merah.  Ditjen Hortikultura juga sangat menghargai ibu ibu KWT yang menerapkan budidaya Ramah Lingkungan (Ramli) dalam produksi bawang merah.
 
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti menyatakan bahwa, Kementerian Pertanian terus mendorong masyarakat untuk menanam bawang merah, bahkan Gunung Kidul yang dahulu dikenal sebagai daerah yang gersang kini mampu memproduksi bawang merah dengan kualitas yang baik. Pengembangan bawang merah dilakukan disemua propinsi untuk menjaga ketersediaan merata sepanjang tahun, sehingga harga terjaga atau stabil. Kementan juga mendorong petani untuk menerapkan budidaya hortikultura ramah lingkungan, sehingga akan diperoleh produk yang aman konsumsi, sehat untuk petani dan konsumen, aman untuk lingkungan, serta biaya produksi yang lebih murah, ujung ujungnya tentu pendapatan petani yang meningkat, ujar Sri. 
 

  
 
Kepala Dinas Petanian Kab. Gunungkidul (Ir. Bambang Wisnu Broto,) dalam sambutannya menyampaikan, Dinas Pertanian sangat berterimakasih kepada Kementan yang terus memberikan dukungan dalam pengembangan bawang merah. Dalam penerapan budidaya bawang merah ramah lingkungan Dinas Pertanian telah melakukan pertemuan Rembuk Kelompok dengan melibatkan stakeholder lengkap yaitu aparat dari Kecamatan dan Desa serta semua petugas lapangan (PHP/POPT, PPL, Mantri Tani dan petugas lainnya). Petani yang terlibat dalam pengembangan bawang merah tersebut sangat antusias sehingga memberikan semangat baru bagi petugas dalam melakukan pendampingan. Harapan dari KWT Sri Rejeki yaitu adanya fasilitas sarana irigasi yang memadai sehingga proses budidaya tanaman juga dapat dilakukan pada musim kering, tidak hanya mengharapkan air hujan. 

Ketua KWT Sri Rejeki (Wiwik Widiyasih) menyampaikan budidaya bawang merah mulai dari pengolahan tanah sampai panen ini semua murni dilakukan oleh Ibu-Ibu, dengan menggunakan pupuk organik, agensia hayati dan pestisida nabati. Kendala dalam budidaya jauhnya sumber air lebih kurang 300 m dari lahan, kami mengambil air dari kali oya dan ditampung dalam bak yang kami buat dari terpal ujarnya. 

Untuk gerakan pengendalian OPT (Gerdal) dengan agensia hayati kami lakukan seminggu sekali setiap hari kamis sore yang didampingi serta difasilitasi oleh Bapak Paryoto dan tim serta petugas POPT dan penyuluh BPP Semin yang selalu setia mendampingi dan membimbing kami. Akhirnya kami dapat berhasil panen bawang merah secara ramah lingkungan. Saat panen dilakukan umur tanaman 61 hari, dan dari hasil ubinan yang telah dilakukan produkvitas mencapai 20,6 ton/ha. Harga saat ini di tingkat petani sekitar Rp. 10.000/Kg. Dari perhitungan biaya produksi sekitar Rp, 46.280.000,- per Ha, maka dapat dibayangkan keuntungan yang dinikmati oleh KWT ini.
Pembinaan dan pendampingan budidaya bawang merah ramah lingkungan dilakukan oleh LPHP Bantul. 
Kepala Lab. Bantul (Paryoto) menyatakan akan terus melakukan pembinaan teknis secara intensif, memperkuat kelembagaan, serta melakukan pendampingan dalam penyusunan SOP bawang merah. Dengan dukungan semua stakeholder diharapkan di lokasi tersebut dapat menjadi daerah pengembangan bawang merah yang ramah lingkungan, ujarnya.
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Monday, 01 October 2018 04:47 )
 
DIREKTORAT PERLINDUNGAN HORTIKULTURA
Jalan Aup Nomor 3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520 - Telepon (021) 7819117, Faximile (021) 78845628
Website : http://ditlin.hortikultura.deptan.go.id - E-mail: ditlinhort@deptan.go.id
Copyright © 2013 Direktorat Perlindungan Hortikultura Design by SadCom Multimedia ndik63@yahoo.com