Organik Perkotaan PDF Print E-mail
GAMBAR - JUDUL
Written by ndik   
Wednesday, 07 August 2019 13:41
2019-08-07  - 21:12:11
ORGANIK PERKOTAAN, HARAPAN BARU PETANI KOTA TERNATE


Budidaya organik perkotaan menjadi harapan baru bagi petani hortikultura di Kota Ternate.  Dengan sumberdaya alam yangberlimpah petani Kota Ternate semakin bersemangat untuk melestarikan lingkungan dengan budidaya organic perkotaan.
 

 
Materi abu vulkanik Gunung Gamalama, gunung merapi aktif di pulau Ternate, membawa keberkahan luar biasa bagi petani di Kota Ternate.  Gunung ini telah lebih dari 60 kali meletus dan letusan terakhir terjadi pada Oktober 2018 lalu. Gunung api dengan ketinggian 1.715 mdpl tersebut meletus, dengan menyemburkan materi dan abu vulkanik yang kini dimanfaatkan oleh petani Kota Ternate untuk mengelola kebun organiknya.  Adalah Kelompok Tani (Keltan) Bina Karya, yang diketuai Rahmat Toniku, kini tinggal di Kelurahan Takome, Ternate Barat merupakan salah satu petani yang telah kurang lebih 2 tahun mengelola kebun organikknya dengan menanam kubis, terong, selada, cabe dan sayuran daun lainnya. 

Dengan bekal ilmu mengelola pupuk kendang yang dilatihkan Bank Indonesia (BI), kini Rahmat mempunyai bangunan sederhana untuk mengelola pupuk kandang, menjadi kompos.  Pupuk kandang atau kompos yang dihasilkan cukup untuk mengelola hasil kebun seluas 5000m2 yang diusahakan bersama istri.  Pada kebun lain milik Keltan yang dipimpinnya seluas 4,5 ha, juga dikelola secara organik.  Dengan pengaturan tanam yang tepat, Rahmat bersama anggota Keltan lainnya kini secara rutin mampu memasarkan hasil kebun organiknya di pasar Kota Ternate 2 hingga 3 kali dalam seminggu.  Dalam seminggu, dari 5000m2 kebunnya, Rahmat memperoleh penghasilan 2 juta hingga 2,5 juta rupiah. Rahmat sangat bersyukur dengan dukungan dari Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH), atas pendampingan petugas pengamat organisme pengganggu Tumbuhan (POPT) Kota Ternate, terutama bimbingan teknis dalam pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).
 
Dalam kunjungan lapang yang dilakukan oleh Kasubdit Data dan Kelembagaan Direktorat Perlindungan Hortikultura, Kurnia Nur bersama Kepala BPTPH Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi Maluku Utara, Nurjannah, awal Juli lalu, Rahmat menceritakan keberhasilannya dalam mengembangkan kebun organiknya tanpa mengeksplotasi sumber daya alam sekitarnya.  Rahmat bersama anggota lainnya telah bertekat akan mengembangkan budidaya organik dengan mengajak keltan lainnya untuk melestarikan alam melalui budidaya organik.  Dalam kesempatan tersebut, Kurnia Nur menyampaikan, bahwa saat ini Direktorat Perlindungan Hortikultura sedang menggalakkan promosi dan sosialisasi pengembangan Desa Pertnian Organik di seluruh wilayah, sebagai upaya mengemban misi pertanian ramah lingkungan sekaligus dukungan pelestarian alam.  Kegiatan tersebut dilakukan dengan mendistribusikan informasi teknis terkait Pengendalian OPT ramah lingkungan.  Dalam kesempatan itu pula, Nurjannah selaku pengampu penyelenggaraan pengendalian OPT secara terpadu diwilayah Maluku Utara, menyatakan dukungannya dengan terus mengoptimalkan bimbingan teknis oleh POPT yang sangat terbatas jumlahnya.  Pada kesempatan kunjungan lapang tersebut, Petugas POPT Ternate Barat dan Ternate Selatan menyatakan kesiapannya dalam meakukan bimbingan teknis.
 
Di beberapa kesempatan lain Direktur Perlindungan Hortikultura, Ir. Sriwijayanti Yusuf, M.Agr.Sc., menyampaikan dukungan dan motivasinya kepada Kepala BPTPH di seluruh Indonesia, agar terus berupaya meningkatkan bimbingan teknis dalam pengembagan pertanian ramah lingkungan tak terkecuali pengembangan hortikultura organik.  Pada berbagai kesempatan tersebut¸Sriwijayanti menyampaikan rasa optimisnya, suatu saat pertanian konvensional akan beralih ke pertanian ramah lingkungan dan pertanian organik, mengingat besarnya permintaan akan produk pertanian yang sehat.
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Wednesday, 07 August 2019 22:47 )