Kebun Durian Ramah Lingkungan PDF Print E-mail
GAMBAR - JUDUL
Written by ndik   
Sunday, 18 August 2019 23:50
2019-08-19-06:51:15
KEBUN DURIAN RAMAH LINGKUNGAN DI PULAU KUNDUR, KAB KARIMUN
PROVINSI KEPULAUAN RIAU

Pulau Kundur merupakan salah satu pulau di wilayah provinsi Kepulauan Riau. Pulau tersebut berada di Kabupaten Karimun. Di P Kundur beragam buah-buahan dibudidayakan dan tumbuh dengan baik yaitu durian, nenas, pisang dan pepaya. Adalah Muhajir petani hortikultura yg hijrah ke pulau tersebut sejak 3 tahun yang lalu.
 

 
Pada awalnya Muhajir adalah petani sayuran di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Naluri bisnisnya mengajaknya pindah ke pulau kundur mengingat pulau tersebut merupakan daerah perbatasan dengan negara Singapura dan Malaysia, maka bisnis hortikultura terutama buah-buahan dipadukan dalam wisata agro akan sangat menarik bagi wisatawan. Saat ini di kebun duriannya yang telah produksi sekitar 157 pohon dengan beberapa jenis varietas diantaranya Musang King, D101, Montong, Bawor serta varietas lokal dr berbagai daerah.
 
Sensasi wisata menunggu durian jatuh, petik durian serta makan durian sepuasnya itu yang ditawarkan dalam wisata agro. Tanaman buah2an dikebunnya aman konsumsi karena kebunnya dikelola secara ramah lingkungan. Pupuk dibuat dengan memanfaatkan limbah ikan serta limbah organik sayuran dan buah-buahan. Untuk mendapatkan limbah2 terswbut kami bekerjasama dengan pedagang ikan, pedagang pasar serta jus, demikian penjelasan Muhajir. Demikian juga bahan pengendali OPT juga diramunya dengan memanfaat kearifan lokal. Saat ini telah ditanam di kebunnya sebanyak 3500 pohon durian, 7000 pohon pepaya, 200 pohon alpukat serta persiapan 10.000 benih durian. Pembibitan durian disiapkan sendiri yg dipelajarinya secara otodidak. Ilmu ramah lingkungan ditularkan kepada petani disekitarnya.
 
 
Direktur Perlindungan Hortikultura Sri Wijayanti Yusuf mengemukakan agar konsep budidaya ramah lingkungan ini tetap dipertahankan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan menghasilkan produk berkualitas yang aman konsumsi. Tentunya hal ini juga sebagai daya tarik bagi wisatawan lokal maupun dari negeri tetangga.
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."