Upaya Kelompok Tani Margo Rukun PDF Print E-mail
GAMBAR - JUDUL
Written by ndik   
Monday, 26 August 2019 05:45
2019-08-26  / 12:53:23
Upaya Kelompok Tani Margo Rukun, Kutai Kartanegara
dalam Mengatasi Kekeringan

Tak patah arang. Begitulah semangat yang dimiliki oleh para petani di Kelompok Tani Margo Rukun, Desa Manunggal Jaya, Kec. Tenggarong  Seberang, Kab. Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Meskipun kekeringan melanda hampir sebagian besar wilayah Kutai Kartanegara selama musim kemarau, namun mereka tetap optimis bahwa tanaman yang mereka tanam akan tetap berproduktivitas meski tak sebesar saat ketersediaan air melimpah. Selain itu mereka juga telah menerapkan pertanian organik selama 2 tahun terakhir. Kekurangan air bukan penghalang mereka untuk menjaga agar tanaman tetap berproduksi. Berbekal pengetahuan dan peralatan sederhana petani membuat sumur dengan kedalaman mencapai 28 meter. Lokasi sumur yang tak jauh dari lahan kering tersebut dapat dimanfaatkan petani untuk mengairi lahan mereka seluas 15 hektar yang mengalami kekurangan air.
 

Petugas dari Direktorat Perlindungan (Ditlin) Hortikultura, Andi Abdurahim dan Desmawati, bersama petugas dari UPTD Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Kalimantan Timur, Bu Wiwik dan Pak Rahmat, memantau langsung lokasi kekeringan tersebut. Lokasi berada di Kelompok Tani Margo Rukun dengan beragam komoditas yang ditanam secara bergilir yaitu tanaman jagung pada bulan ke-3, 6 dan 10 yang bertumpang sari dengan tanaman pare dan gambas, sedangkan timun dan tomat pada bulan ke-9. Selain itu mereka juga menanam tanaman cabai dan kacang panjang.

Pak Nardi selaku Ketua Kelompok Tani Margo Rukun mengatakan bahwa meskipun sumber air yang mereka miliki saat ini dapat mengairi sebagian besar lahan, namun mereka kewalahan karena tenaga untuk menyalurkan air dari sumur ke sebagian besar lahan tersebut sangat terbatas. Oleh karena itu mereka membutuhkan alat berupa pompa air untuk mengalirkan air dari sumur ke seluruh lahan mereka. Keberadaan alat pompa air diharapkan dapat mengatasi kekeringan dan produktivitas tanaman tetap terjaga dengan baik. Petugas dari Ditlin Hortikultura, Andi Abdurahim, menyarankan kepada beliau agar dapat memanfaatkan air sehemat mungkin dalam menghadapi kekeringan, dan juga tetap menerapkan pertanian yang ramah lingkungan demi menekan biaya produksi, menjaga kelestarian lingkungan dan produk yang dihasilkan aman konsumsi.

Dukungan dan peran aktif petugas UPTD Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Kalimantan Timur telah mampu menggerakkan petani untuk tetap berupaya mengatasi kekeringan dan beralih dari pertanian konvensional ke pertanian organik. Selain itu UPTD PTPH juga telah mengajarkan petani dan POPT setempat bagaimana membuat dan mengaplikasikan pemanfaatan agens hayati di lahan pertanian.
 
 

Dalam  kesempatan lain Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf, berharap terbangun sinergi antara Pemerintah Pusat dan Daerah dalam menanggulangi kekeringan terutama pada komoditas unggulan. Beliau juga mendorong petani agar dapat menerapkan budidaya pertanian yang ramah lingkungan sehingga produk yang dihasilkan aman konsumsi, sehat untuk petani dan lingkungan, dan menurunkan biaya usaha tani.

(Andi Abdurahim)
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Monday, 26 August 2019 05:55 )